Di Aula Elang Pati Pimpinan Adam, Riyanta Paparkan Makna 4 Pilar Kebangsaan.

Jateng7.com.PATI - Anggota DPR/ MPR-RI F-PDIP Dapil Jawa Tengah III, Riyanta, S.H., selenggarakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Elang Pati, JL Raya Pati Gembong, Dk. Sekarkurung Ds. Maktiharjo, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Minggu, 27/3/22.
Hal ini dilakukan, mengingat masih banyak ditemukan ajaran-ajaran yang menyebarkan faham-faham dan doktrin anti Pancasila, intoleran serta radikalisme yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI.

Riyanta, S.H. dalam pidatonya mengajak masyarakat untuk kembali pada ajaran Bung Karno dengan Tri Sakti-nya, dan kembali kepada cita cita besar berdirinya NKRI sesuai yang tertuang dalam pembukaan UUD '45. 

Adapun 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah PANCASILA, UUD 1945, NKRI dan BHINNEKA TUNGGAL IKA.


 Sedangkan makna pilar itu sendiri adalah Penyangga atau Soko Guru yang memberi rasa aman tentram dan memberi kenikmatan, Menjamin terwujudnya kebersamaan dalam hidup bernegara, Rakyat merasa tentram dan bahagia. Selain itu, Pilar juga dapat dimaknai sebagai Fondasi.

Pancasila adalah dasar negara dan ideologi nasional. Sebagai konsekuensi dari kedudukan Pancasila tersebut, nilai nilai Pancasila harus dijadikan sebagai landasan pokok dan landasan fundamental bagi penyelenggaraan Negara Indonesia. Nilai dasar Pancasila tersebut seperti terdapat pada Teks Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 09.00 sampai pukul 12.35 tersebut, Riyanta menghimbau kepada masyarakat agar bersama-sama bersatu menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia dari tangan-tangan yang bermaksud merubah Ideologi Pancasila sebagai dasar negara, serta Undang-undang Dasar 1945. 

Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang berpeinsip politik luar negeri bebas aktif adalah pilihan tepat, tidak condong ke NATO dan Amerika juga tidak condong ke Pakta Warsawa.

Sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini selain menghadirkan Riyanta, S.H., anggota MPR, juga hadir Kepala Desa Setempat, Suwarto, Adam DH., Direktur Elang Pati, serta tamu undangan yang mencapai 150 orang diantaranya dari kecamatan Tlogowungu, Margorejo, Pati dan Gembong.



Haris Turino DPR-RI Dapil IX Jawa Tengah, Bagikan Masker Dan Vitamin C Di Kedung Banteng.
Haris Turino DPR-RI Dapil IX Jawa Tengah, Bagikan Masker Dan Vitamin C Di Kedung Banteng.
 Pada MT 1, Beberapa Wilayah Di Kabupaten Grobogan Sudah Mulai Panen.
Pada MT 1, Beberapa Wilayah Di Kabupaten Grobogan Sudah Mulai Panen.
Keluarga Besar Sugihwaras Bersatoe Dukung Abdul Latip, Bacaleg PKB Dapil 1 Pemalang
Keluarga Besar Sugihwaras Bersatoe Dukung Abdul Latip, Bacaleg PKB Dapil 1 Pemalang
Mentri Airlangga Terima Aspirasi Petani Sawit Pekan Baru, Minta Jokowi Jabat Tiga Kali.
Mentri Airlangga Terima Aspirasi Petani Sawit Pekan Baru, Minta Jokowi Jabat Tiga Kali.






Kades Suwarto dalam sambutannya sebagai tuan rumah berharap, bahwa sosialisasi ini bisa dilakukan di warung-warung kopi.
"Sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini agar tidak hanya disosialisasikan di kantor kantor elite, tetapi lebih kepada orang-orang pinggiran, di warung kopi, sebab mereka adalah orang-orang yang paling mudah kena pengaruh, akhirnya kades yang kena dampaknya, sebab kades yang berhubungan langsung dengan mereka", terang Kades Suwarto.

Dalam kesempatan yang diberikan pada Riyanta, Dia menerangkan yang berkaitan dengan tugas tugas pemerintah.

"Tugas pemerintah sebagai pelayanan barang dan jasa, KTP, SIM, akta nikah, akta cerai, serta perijinan, sedangkan pengusaha sebagai sektor Swasta, investor, pemilik modal dan menciptakan lapangan pekerjaan, jangan sampai benih benih pengusaha lokal setiap mau berkembang dibabat, kapan negara kuat?, Investasi menjadi tugas kita bersama untuk kita dukung, kalo ada masalah rakyat, DPR harus tampil, kalo tidak, dosa!", terang Riyanta tegas.

"Bangunlah badannya bangunlah jiwanya. Bagaimana Pancasila menjadi ideologi global, Politisi harus punya konsep politik, kalo saya tidak bermanfaat jadi anggota dewan, jangan pilih", Imbuh Riyanta.

Menurut Dia, Sukarno adalah tokoh yang menginspirasi dunia, "Tri sakti, merupakan pikiran cerdas bung Karno, pada 1918 bung Karno bicara tentang bahaya Neo kolonialisme dan Neo liberalisme, karena tidak sesuai dengan ideologi bangsa, bung Karno keluar dari PBB, adakan konferensi Asia Afrika, akhirnya menimbulkan banyak negara-negara Asia Afrika yang merdeka", jelasnya.

Disinggung perihal problematika pupuk subsidi yang menjadi masalah klasik petani, Riyanta menjelaskan, 

"Saya sudah gulirkan di pusat, pupuk hanya 70% yang mampu disubsidi negara, saya usulkan untuk dihapus aja, nanti kalo udah berjalan, nanti manggon dewe, lalu nanti kalo panen negara beli hasil panen, jadi petani bisa sejahtera", ujar Riyanta.

"Adapun lahan petani yang berada di tengah tidak punya akses, mau jual hasil tani tidak bisa, berdasarkan pasal 6 UU pokok agraria, UU no 5 tahun 1960, tanah punya fungsi sosial yang mewajibkan tanah yang terletak di depan memberi akses jalan, namun hanya 180 cm, ini menjadi PR bagi kami untuk kita komunikasikan dengan teman-teman di pusat, ada RUU tentang pertanahan, nanti saya perjuangkan di Jakarta, agar persoalan ini dibenahi, Jalan usaha tani, jalan produksi, sudah menjadi pembahasan di tingkat dewan, ini domain Komisi 4", jawab Riyanta.(jateng7.com _sumber DPR MPR RI).

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form