Aksi Demo Ratusan Sopir Truk Tuntut Undang-Undang Odol Untuk Direvisi.

Jateng7.com. SEMARANG- Aksi demo damai ratusan sopir truk menuntut revisi undang-undang Odol, ngumpul di depan Kantor Dishub propinsi di jalan siliwangi dan para aksi pendemo tersebut datang dari beberapa kabupaten kota yang ada di Jawa Tengah dan DIY. hari ini Selasa 22/02 /22.

Aksi Demo Ratusan Sopir Truk Tuntut Undang-Undang Odol Untuk Direvisi
Aksi demo yang dilakukan oleh ratusan sopir truk kali ini mengajukan beberapa tuntutan, Adapun tuntutan revisi undang-undang Odol dalam aksi demo tersebut adalah 

1. Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun Tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan.
 


 


2. Dimensi yang diperbolehkan untuk Truck engkel (6 roda-Sumbu 1) Panjang Bak 

9500 Cm, Lebar 260 cm;
                                                           



3. Dimensi yang diperbolehkan untuk Truck Tronton (10 roda-Sumbu 2) Panjang 

Bak 10500 cm, Lebar 260 cm.     
4. Dimensi yang diperbolehkan untuk Truck Engkel – Box (6 roda- Sumbu 1) 

Panjang Bak 9500 cm, Lebar 260 cm, Tinggi 4200 cm;

5. Dimensi yang diperbolehkan untuk Truck Tronton-Box (10 Roda-Sumbu 2) 

Panjang Bak 10500 cm, Lebar 260 cm, Tinggi 4200 cm;

6. Dipermudah untuk Uji Emisi dan Uji KIR (untuk seterusnya);


 
7. Mohon dibuatkan standart upah angkut barang;

8. Ada perlindungan kepada pengemudi dalam perjalanan.

Aksi Demo Ratusan Sopir Truk Tuntut Undang-Undang Odol Untuk Direvisi
Dalam wawancara singkat dengan awak media, Suroso sebagai ketum API (ALIANSI PENGEMUDI INDEENDENT) yang di dampingi Aji (sekjen Api) menyampaikan ada beberapa tuntutan yang kita perjuangkan salah satunya tentang pengesahan undang undang yang di rasa, sangat memberatkan para sopir dan belum pernah di sosialisasikan namun sudah banyak yang di tindak, hal ini saya (Suroso) selaku perwakilan dari API menyampaikan keluh kesah dari sopir, karna bila di perlakukan bener undang undang tersebut sangat merugikan sopir, kami tidak melarang undang undang di jalankan dan saya tidak menentang nya namun harus bener bener di uji serta di lakukan sosialisasi dulu, saya berharap pemerintah mau mendengarkan aspirasi para sopir, karna saat ini mencari muatan juga susah dan ongkos pas-pasan, kami wong cilik hanya pengen mencari keadilan serta mensuarakan hati dan mencari keadilan . Wong cilik "wes susah jangan di tambah susah dengan peraturan yang bikin kita menderita apalagi saat ini masih dalam suasana pandemi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro yang menemui pengunjuk rasa mengatakan bahwa beberapa tuntutan dari mereka sudah ditampung dan akan segera ditindaklanjutinya.

tuntutan yang semuanya akan kita tampung sedang dibuatkan konsep surat yang akan langsung kita teruskan ke pusat. Yang kedua ada tuntutan yang tidak ditulis langsung kita kabulkan yaitu operasi odol tetap kita laksanakan namun sifatnya hanya sosialisasi tidak ada penindakan,” tukasnya

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryonugroho yang hadir di tengah aksi unjuk rasa para sopir mengatakan bahwa penindakan terhadap overload dan over dimensi tetap akan dilakukan namun prosentasenya lebih besar ke sosialisasi.ungkapnya.(Jateng7.com. _ Sumber  Dishub Propinsi Jateng).

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form