Cinta Tak Direstui, Pemuda di Grobogan Nekat Gantung Diri di Garasi Mobil - Jateng7


Friday, September 17, 2021

Cinta Tak Direstui, Pemuda di Grobogan Nekat Gantung Diri di Garasi Mobil

 

JATENG7.GROBOGAN - Cinta tidak direstui menjadi penyebab pria asal Kabupaten Grobogan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pria berusia 25 tahun yang merupakan warga Dusun Cabeyan, Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi itu nekat gantung diri di garasi rumahnya dan baru diketahui pihak keluarga pada pukul 06.00 WIB, Kamis (16/9 2021).

Dari informasi yang dihimpun, jasad pria bernama WK ini diketahui kali pertama oleh ibu kandungnya UK (45) saat hendak membersihkan rumah dan masuk ke dalam garasi mobil. Namun, masuk ke dalam garasi mobil, UK berteriak histeris saat melihat putranya WK, telah tergantung pada tali yang sudah terikat pada blandar kayu.

Teriakan ibu korban didengar R (58) ayah korban bersama tetangga lainnya. Mereka lalu bergegas menuju ke tempat sumber teriakan tersebut. Salah satu warga langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Purwodadi.

Dengan adanya laporan dari warga, pihak unit Inafis Polres Grobogan beserta tim Reskrim Polsek Purwodadi langsung menuju ke lokasi kejadian bersama tim medis dari Puskesmas Purwodadi II.

Adanya peristiwa gantung diri ini dibenarkan Kapolsek Purwodadi AKP Saptono Widyo. Saat dikonfirmasi Media, AKP Sapto Widyo menjelaskan, korban ditemukan terikat dengan tali plastik warna biru dengan model simpul hidup yang terikat di leher dan tali bagian atas blandar rumah.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan terdapat bekas jeratan tali pada leher, mulut mengeluarkan buih dan lidah tergigit. Tidak ditemukan luka luka akibat kekerasan lainnya,” ujar Kapolsek AKP Sapto.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap orang tua korban. Dari penuturan keduanya, korban memang punya permasalahan dengan orang tua kekasihnya yang tidak mau merestui hubungan mereka. Kemungkinan masalah tersebut yang menjadi penyebab korban gantung diri,” ujar AKP Sapto.

Usai dilakukan pemeriksaan luar, pihak keluarga menyatakan ikhlas atas kepergian korban dan menolak untuk dilakukan visum.  Setelah diperiksa, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman menurut adat istiadat setempat.

Adanya insiden ini membuat Kapolsek mengimbau kepada masyarakat agar tetap mendampingi anggota keluarganya yang memiliki masalah sehingga tidak sampai melakukan perbuatan nekat, seperti gantung diri.

“Usahakan untuk meminimalisir perbuatan perbuatan yang tidak diinginkan seperti gantung diri saat mengalami masalah. Pihak keluarga harus bisa mendampingi mereka yang sedang punya beban hidup permasalahan. Atau bahkan, ketika mereka tidak bisa terbuka, tetap terus dipantau,” ujar AKP Sapto.

Seorang pria berinisial WK melakukan perbuatan nekat yakni gantung diri hingga tewas di dalam garasi mobil rumahnya. Pihak keluarga menduga, WK nekat melakukan aksi gantung diri lantaran hubungan cintanya tidak direstui oleh orang tua sang kekasih. (jateng7.co/S.Priadi).

 

 

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments