Pembahasan KUA PPAS Kabupaten Jepara 2022 Ditutup Rapat Bak Pengantin Baru - Jateng7


Saturday, August 7, 2021

Pembahasan KUA PPAS Kabupaten Jepara 2022 Ditutup Rapat Bak Pengantin Baru

 


JATENG7.JEPARA - Hal itu terungkap setelah adanya insiden pengusiran Media peliput dan anggota Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) Kab.Jepara dari ruang rapat pembahasan Kebijakan Umum APBD Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Kabupaten Jepara Tahun 2022 antara  DPRD dan OPD sebagai mitra Komisi pada hari Sabtu 7 Agustus 2021 di Ruang Serbaguna DPRD Kabupaten Jepara.

Rapat pembahasan KUA PPAS terbuka dan tertutup untuk umum ini sudah dimulai sejak Rabu  4 Agustus 2021. Rapat pembahasan dimulai ditingkat Banggar dan baru tiga hari terakhir digelar ditingkat Komisi bersama OPD sebagai mitra.

Akan tetapi di hari terakhir pembahasan, hari Sabtu 7 Agustus 2021 yang agendanya pembahasan KUA PPAS 2022 bersama DKK, PUPR, PERKIM, DISKOMINFO, DISHUB, BUMD (PDAM dan PERUSDA ANEKA USAHA) "dibahas secara internal, media dan yang tidak berkepentingan dipersilahkan meninggalkan ruang rapat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif sebagai pimpinan rapat kepada wartawan, awak media dan anggota J.P.K.P Kab. Jepara saat pembukaan rapat pembahasan diruang Serbaguna DPRD Jepara, Sabtu 7 Agustus 2021, yang langsung memutuskan tanpa adanya kesepakatan dalam forum.

Ditempat terpisah,  Sekretaris DPD Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Tri Hutomo yang juga diminta meninggalkan ruangan pada kesempatan itu, menanggapi hal itu sebenarnya jika rapat internal rapat tertutup dimanapun organisasi maupun lembaga itu hal biasa, tapi pembahasan apa dulu ?

Kalau dia rapat mau internal ada bahasan-bahasan sifatnya khusus sifatnya dirahasiakan itu bisa, tapi sepanjang itu pembahasan RAPBD maupun APBD mulai di Banggar sampai Komisi itu tidak ada satu klausul pun di dalam Undang-undang menyebutkan ada istilah rapat tertutup untuk melakukan pembahasan anggaran.

"Harus diketahui masyarakat, tidak boleh dirahasiakan, karena anggaran ini menyangkut kepentingan publik," tegasnya.

Menurutnya, apa yang mau ditutup-tutupi dalam pembahasan anggaran dan itu tidak diperbolehkan,"seluruh tahapan APBD sifatnya terbuka tidak ada yang boleh dirahasiakan," ujarnya.

Tapi katanya, kalau memang ada informasi yang dirahasiakan itu panduannya ada di pasal 17 di Undang-undang Keterbukaan Informasi.

"Kalau APBD ini mulai dari Musrenbang, pembahasan di Bappeda apalagi di Dewan itu tidak boleh ditutup-tutupi harus di publis kepada masyarakat, disampaikan kepada masyarakat, mulai rancangan APBD sampai rancangan APBD Perubahan, mana ada istilah rapat tertutup," pungkasnya.

Kemudian kalau misalkan mau merahasiakan sebuah informasi dasarnya ada namanya uji konsekwensi, misalkan apabila informasi tersebut lebih banyak mudaratnya dari pada manfaat informasi yang diberikan.

Terakhir katanya, satu yang perlu ditekankan jika ingin mengecualikan informasi atau namanya merahasiakan dasarnya UU 14 Tahun 2008 tentang informasi yang dirahasiakan pada pasal 17 itu diterangkan. Apalagi ini juga menyangkut tugas dan profesi kawan - kawan wartawan untuk mendapatkan sebuah berita yang layak untuk disampaikan kepada masyarakat sesuai Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999

Dimasa jeda dalam rapat pembahasan KUA PPAS 2022 Kab.Jepara, awak media mencoba klarifikasi atas insiden tersebut kepada Ketua DPRD Kab.Jepara. Dalam ruangan Ketua DPR Haizul Ma'arif menjelaskan kronologi atas insiden tersebut, dijelaskan menurut keterangannya bahwa sebelum meminta keluar awak media dan anggota J.P.K.P Kab.Jepara dari ruangan rapat tersebut beliau "Mendapatkan bisikan dari belakang" dan juga berdasar atas dasar DPR adalah Lembaga Kolektif Kolegial.

Hal ini sangat disayangkan karena Ketua DPRD sebagai pimpinan rapat mengambil  suatu kesepakatan yang telah mengabaikan Undang-Undang yang merupakan sebuah regulasi tatanan hukum, dan tentu bisa menciderai kemitraan yang telah terbangun bersama antara lembaga Eksekutif, Legislatif, Media dan LSM sebagai fungsi kontrol suatu kebijakan. (Jateng 7.co/Tim Jepara).

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments