Sidang Lanjutan PT.Pantja Tunggal Knitting Mill Semarang Melawan Para Buruh Korban PHK - Jateng7


Friday, July 23, 2021

Sidang Lanjutan PT.Pantja Tunggal Knitting Mill Semarang Melawan Para Buruh Korban PHK

 


JATENG7.SEMARANG -  sidang lanjutan Perkara No : 76/Pdt.Sus-PHI/2021/PN-Smg atas Gugatan yang di ajukan Para Buruh korban PHK PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang MELAWAN   PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang. Rabu 21/7/2021).

Dalam agenda sidang yang kedua ini adalah jawaban dari pihak Tergugat yaitu PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang, Sidang di mulai pada pukul 11.30 Wib, dengan di pimpin Majelis Hakim yang di Ketuai ole Rasid.SH dan  Anton Catur Sulistiyo.SH, Noldy Mandang.SH masing masing sebagai Hakim anggota di bantu PP Panitera Pengganti Anis.SH

Pada sidang kedua ini Pihak Penggugat (Para Buruh korban PHK tanpa PESANGON yang layak) di wakili oleh Kuasa Hukumnya Adv.Teguh Santoso.SH dari Lembaga Konsultasi Dan Bantuan Hukum LKBH Jepara, sedangkan dari Pihak Tergugat di wakili oleh HRD PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang saudara Dodiet.

Sesaat setelah sidang selesai para awak media mencoba mewawancari Kuasa Hukum Penggugat Adv.Teguh Santoso.SH menanyakan apa isi dari pada jawaban pihak Tergugat apakah mengabulkan semua tuntutan Para Buruh Korban PHK tanpa PESANGON yang layak ataukah Pihak Tergugat PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang menolak atas tuntutan Para Para Buruh.

Untuk itu Adv.Teguh Santoso.SH mengatakan,” Sidang berikutnya nanti Hari Rabau tanggal 28 Juli 2021 dengan agenda sidang REPLIK dari Penggugat. pada sidang hari ini Untuk mempersingkat waktu Majelis hakim menawarkan apakah Penggugat akan menanggapi jawaban dalam REPLIK ataukah langsung pada Pembuktian  mengikat waktu penyelesaian perkara di PHI sebagaimana amanat Undang undang adalah 50 hari sejak sidang pertama,” Ucapnya.

Lebih lanjut Adv.Teguh Santoso.SH mengatakan ; dalam rangka memaximalkan upaya pembelaan terhadap Para Pemberi Kuasa (Para Buruh Korban PHK tanpa PESANGON yang layak) atas kesepakatan semua Team Advokat LKBH Jepara maka kami akan tetap mengajukan REPLIK atas Jawaban Tergugat, “Tuturnya.

Lebih lanjut : Sedangkan atas pertanyaan awakmedia mengenai isi jawaban dari Tergugat Adv.Teguh Santoso.SH enggan memberikan jawaban, “Mohon maaf Itu bukan kewenangan saya untuk memberikan informasi kepada Media, biar nanti Direktur LKBH Jepara Adv.Muh Yusuf.SE.,SH.,MH / Lek Yus yang akan menyampaikan secara langsung. 

Terpisah Direktur LKBH Jepara Muh Yusuf.SE., SH., MH., C.PR., C.PS.,C.PW., C.MJ., CT.ALC., C.LSc mengatakan : Semoga Allah Swt memberikan Hidayah kepada Para Pimpinan PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang sehingga terbuka hatinya memberikan apa yang telah menjadi hak Para Buruh, Kasihan Para Buruh yang kesemuanya adalah golongan masyarakat tidak mampu hal tersebut dapat di buktikan dengan adanya Surat Keterangan Tidak mampu SKTM dari Pemerintah Desa,”Ucapnya.

Lebih lanjut Direktur LKBH Jepara M Yusuf yang akrap di sapa Lek Yus ini menambahkan : Dalam jawabanya Pihak Tergugat tetap pada isi Risalah Penyelesian Perselisihan Hubungan Industrial Nomor : 77/HI/PHK/IX/2020 yaitu memberikan THR tahun 2020 sebesar 40% dan Pesangon sebesar 25% dari 1 kali ketentuan UU No. 13 tahun 2003. Dengan berdalih PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang adalah perusahaan yang terdampak Virus Corona sehingga Perusahaan mengalami kerugian,”Pungkasnya.

Terpisah, Para Penggugat (principal) saat di konfirmasi oleh awak media mengatakan :  Terpaksa kami melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan di PHI, kami mohon pertolongan kepada Negara melalui PHI, karena kami mersa di Dholimi oleh PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang  yang ada di Jl. Emputantular, Kami ini kumpulan orang orang miskin masak hak hak kami tega untuk di kurangi, Negara melalui Pemdes juga telah menyatakan bahwa kami ini termasuk katagori warga miskin terbukti telah di keluarkannya Surat Keterangan Tidak Mampu SKTM dari Pemdes dimana kami tinggal,”Tuturnya.

Lebih lanjut, Para Penggugat mengatakan : Kami ini masa kerjanya rata rata 25 – 30 tahun dan baru di tahun 2020 PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang  memberikan THR hanya sebesar 40% dari ketentuan,  Dan itu wajar bila kami menolak,  Malah kami di PHK secara sepihak  dengan tawaran Pesangon sebesar 25% dari ketentuan UU Ketenaga Kerjaan dengan alasan perusahaan Stop Produksi dan mengalami kerugian,”Ungkapnya.

Melanjutkan pernyataanya, Sampai sekarang PT. PANTJA TUNGGAL KNITTING MILL Semarang  masih Survive dan masi berproduksi malah sampai lembur lembur terus, Perusahaan memilih merekrut buruh buruh baru untuk menggantikan posisi kami, Kalau memang Perusahaan itu tutup dan Stop Produksi kami iklas di berikan penawaran THR 40% dan Pesangon 25% dari ketentuan, Lha wong nyatanya Perushaan semakin besar dan maju dengan banyak merekrut buruh baru,”Tutupnya.(jateng7.co/Gi@rto).

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments