Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Rembang Berhasil Ditangkap Polisi, Pelaku Terancam Hukuman Mati - Jateng7

Thursday, February 11, 2021

Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Rembang Berhasil Ditangkap Polisi, Pelaku Terancam Hukuman Mati

 


JATENG7.SULANG REMBANG - Setelah satu minggu menjadi misteri, akhirnya pada Kamis (11/2/2021) polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga di Rembang. Dalam gelar perkara, Polisi ungkap kasus pembunuhan satu keluarga dengan jumlah korban empat orang yang ditemukan meninggal akibat ulah pelaku, yakni Anom Subekti (suami), Tri Purwati (istri), Alfitri Saidatina (anak), dan Galuh Lintang (cucu) warga Desa Turusgede, Kecamatan Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi saat gelar perkara di Mapolres Rembang, hasil penyelidikan mengarah kepada pelaku bernama Sumani (43), warga Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Dia ditetapkan sebagai tersangka sejak 8 Februari. Diduga pembunuhan itu terkait pencurian dengan kekerasan yang diwarnai dendam terhadap korban.   

Penetapan Sumani sebagai tersangka dilakukan berdasarkan keterangan para saksi dan rekaman CCTV dari lokasi terdekat. Dari kamera itu, terdapat kesesuaian antara sepeda motor pelaku, helm, maupun jaket yang dipakai pelaku saat datang ke rumah korbannya.

Selain itu, penetapan juga dilakukan dari sidik jari gelas berisi minuman yang disuguhkan kepada tersangka juga sama dengan sidik jari pelaku. Ternyata, sebelum melakukan pembunuhan itu pelaku sempat bertamu ke rumah korban.

Lalu sebenarnya apa alasan pelaku untuk menghabisi para korbannya? Hingga berita ini dinaikkan, pelaku belum bisa dimintai keterangan karena harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Rembang. Perawatan itu harus diberikan karena sebelum diminta keterangan pelaku sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum cairan pestisida.

Tetapi dalam berkas pemeriksaan awal, sempat muncul kata-kata “seng wes yo wes” yang artinya “yang sudah ya sudah”. Berdasarkan kesimpulan polisi, pernyataan itu mengarah ke motif dendam.“Antara korban dengan pelaku juga saling kenal. sebelumnya sudah ada pembayaran pembelian gamelan sebesar Rp,15 juta terhadap korbannya,” ungkap Luthfi kepada media.  

Dari penggeledahan di rumah tersangka, polisi menemukan barang bukti berupa sabit yang digunakan untuk melukai korbannya serta perhiasan seperti gelang,cincin, jarum emas, dan anting. Dari barang bukti itu, bercak darah menempel di anting maupun sabit. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, bercak darah itu identik dengan anak maupun istri yang ikut menjadi korban.

Tak hanya itu, polisi juga memeriksa kuku dan kunci kontak sepeda motor pelaku yang terdapat bercak darah identik dengan korban. Dari kesimpulan itu, pelaku mengerucut pada tersangka korban.

Aksi pelaku menghabisi empat korbannya diperkirakan terjadi pada Rabu (3/2) malam antara pukul 21.00-24.00 WIB. Hal itu diperkuat dengan hasil autopsi bahwa korbannya meninggal antara rentang waktu tersebut.

Atas perbuatannya itu, pelaku diancam hukuman mati atau seumur hidup, karena melanggar Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan/atau 365 ayat (3) KUHP atau Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (tim jateng7/Pati).

  

 

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments