Pupuk Subsidi Menghilang, Siapakah Mafia Dibalik Kelangkaan Pupuk ini...??? - Jateng7

Thursday, November 5, 2020

Pupuk Subsidi Menghilang, Siapakah Mafia Dibalik Kelangkaan Pupuk ini...???

 

JATENG7.PATI - Gejolak pupuk bersubsidi yang langka bahkan susah didapat menjadi tranding topik ditengah masyarakat. Betapa tidak, disaat petani membutuhkan pupuk, peredaran pupuk justru hilang dipasaran, mengakibatkan para petani kelabakan.

Bahkan petani yang punya kartu tanipun banyak yang tidak kebagian pupuk,kemana pupuk subsidi menghilang dari peredaran. Itulah yang menjadi pertanyaan masyarakat siapa yang bermain atas kelangkaan pupuk ini?

Dari informasi yang kita gali di lapangan,masyarakat memang sangat susah mendapatkan pupuk,dari informasi di lapangan team media  mengklarifikasi ke Dinas Pertanian Kabupaten Pati .

Menurut keterangan yang dihimpun dari Kadis Pertanian Ir.Muhtar Efendi. MM dengan didampingi Kasi Pupuk Indriastuti Sp.MM diruang kerjanya mengatakan, “Pupuk langka seperti apa? Berdasarkan data alokasi urea masih banyak, untuk Npk, sp36,za. Organik langka karena presentase alokasi di banding RDKK pengajuan jauh.”ujarnya kepada time jateng7.com Selasa (3/11/2020).

Pemberlakuan kartu tani satu September 2020 membuat petani berduyun – duyun mendapatkan / mengurus untuk mendapatkan pupuk subsidi. Itupun jika masih ada, sudah termasuk di RDKK bisa mendapatkan pupuk .”tambahnya .

Mengenai solusi kelangkaan pupuk, pihak Dispertan akan sesegera mungkin mendistribusikan kelapangan secepatnya. Dan bila terjadi PELANGGARAN PIHAK DISTRIBUTOR MAUPUN PENGECER harap segera di foto dan di laporkan kepada pihak Dispertan setempat,”tambahnya.

Kelangkaan pupuk terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah mulai Pati, Blora, Grobogan, dan Rembang kesulitan untuk mendapatkan pupuk.

Menurut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian yang di kutip dari twiter mengatakan,” bahwasanya untuk menjamin agar distribusi pupuk bersubsidi kepada petani, Dirjen PSP Kementrian pertanian siap mengawal distribusi pupuk subsidi. Dirjen PSP ingin memastikan distribusi pupuk subsidi sudah memenuhi prinsip 6T yaitu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat sasaran serta tepat mutu.

Dirjen PSP Kementrian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, verifikasi bertahap yang dilakukan membuat penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran dalam e RDKK, Dirjen PSP Kementan mengacu pada mekanisme by name by address sehingga data valid penerima bantuan pupuk subsidi mencapai 94%.

Tapi kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang susah untuk mendapatkan pupuk subsidi. Siapakah yang bermain di pupuk tersebut sehingga pupuk menjadi langka...?  Karna sesuai keadaan di lapangan pupuk semakin langka. Dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kelangkaan pupuk ini...? . (tim jateng7/Dim@n).

 

 


Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments