Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Bikin Para Petani Jepara Menjerit - Jateng7

Friday, November 6, 2020

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Bikin Para Petani Jepara Menjerit

 

JATENG7.JEPARA - Pupuk subsidi yang sulit didapat, membuat para petani terkendala dalam masa pemupukan di musim tanam. Hal ini sangat di rasakan para petani di Jepara yang saat ini sulit sekali mendapatkan pupuk. Mereka yang ingin mendapatkan pupuk subsidi, harus terdata pada Elektronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Kebijakan ini ternyata membuat banyak petani yang ada di tiap-tiap desa mengalami kelangkaan pupuk subsidi. Karna masyarakat umum dan petani khususnya masih belum mematuhi aturan, sehingga terjadi kelangkaan pupuk.

Petani kelas menengah ke atas sebelum musim pemupukan sudah terlebih dulu membeli pupuk subsidi,dan petani yang kelas menengah ke bawah, saat membeli pupuk di KPL ,sudah habis terjual dan tidak mendapatkan pupuk subsidi.

Sosialisasi yang di berikan  kepada kelompok tani oleh pihak Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat  belum mendapatkan perhatian sepenuhnya dari petani. Sosialisasi dan informasi dengan aturan baru dalam mendapatkan pupuk bersubsidi sangat di perlukan untuk petani.  

Para KPL juga agar mematuhi peraturan untuk alokasi wilayah penjualan pupuk, sehingga kelangkaan pupuk tidak sebegitu membebani petani setempat. Bantuan pupuk subsidi dirasa sangat penting bagi para petani. Sebab, harga ketika menggunakan pupuk nonsubsidi di rasa sangat mahal dan memberatkan petani,”  kata salah satu ketua kelompok tani  saat di tanya time jateng7.com Jumat(6/11/2020).

Jika petani menggunakan pupuk nonsubsidi bisa dua kali lipat harganya dibandingkan pupuk subsidi. Petani harus menambah modal lagi. Iya kalo padinya bagus,tetapi kalau padinya rusak, kerugiannya bisa tambah besar,” imbuhnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Jepara Sumardi, saat di temui media memberikan keterangan,”bahwa sebagai dasar alokasi pupuk para petani harus penuhi syarat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Setelah para petani terdata di RDKK, nantinya PPL akan memasukkan data yang tercantum di RDKK ke Kabupaten, propinsi dan pusat sebagai dasar alokasi pupuk bersubsidi. Dan untuk tahun 2020 pupuk bersubsidi terpenuhi 80% untuk urea, jadi yang tidak terpenuhi sekitar 20% ,”tuturnya.

Kelangkaan Pupuk di saat petani membutuhkan Pupuk, diperlukan pemahaman, sosialisasi dan informasi kepada petani  tentang pupuk ,agar ada jalan terbaik untuk para petani ,dan tidak sebegitu parah dalam kelangkaan pupuk di musim pemupukan petani. (tim jateng7/PWO Jepara).

 


Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments