Diduga Ada Manipulasi Data, Keluarga Tak Terima Jenazah Dimakamkan Secara Covid-19 - Jateng7

Sunday, November 1, 2020

Diduga Ada Manipulasi Data, Keluarga Tak Terima Jenazah Dimakamkan Secara Covid-19

 

 Dok/JT7. Pemakaman secara covid-19 di dukuh jabung jatiroto Kayen Rabu (16/9) siang pkl 13.00 WIB

JATENG7.PATI - Tidak terima jenazah Jasmiati (45) warga desa Jatiroto,Kecamatan Kayen,Kabupaten Pati Jawa Tengah,yang meninggal di rumah sakit dimakamkan secara covid-19. Dasarnya, pihak keluarga almarhum merasa curiga dan menduga pihak rumah sakit telah sengaja melakukan manipulasi data.

Sukardi  yang merupakan suami dari Jasmiati (alm) semula menolak dengan pemakaman secara covid-19 Rabu,(16/9/2020) minggu kemarin dipemakaman dukuh Pucang desa Jatiroto Kayen,lantaran surat keterangan positif covid-19 belum keluar dari laboratorium.

“Sebenarnya tidak menerimakan  pemakaman jenazah istrinya dengan protokol covid 19.  Keluarga pasien menolak dan  sempat argumentasi dengan pihak rumah sakit. Namun setelah diberi pengertian dengan pihak rumah sakit,  keluarga mengaku pasrah.

Kepada jateng7.com, pihak keluarga merasa kecewa dengan rumah sakit umum Pati, lantaran pelayanan yang kurang profesional dan melakukan pemakaman jenazah dengan protokol covid-19, sementara surat keterangan positif covid-19 dari laboratorium belum keluar,”katanya saat di minta keterangan di rumahnya.

Saat dimintai keterangan, Sukardi menjelaskan, semula Jasmiati yang di rawat di rumah sakit umum Pati, meninggal pada hari Rabu,(16/9/2020) minggu kemarin  di RSUD Soewondo Pati. Sukardi yang saat itu menjaga istrinya seorang diri, di beritahu oleh pihak rumah sakit bahwa jenazah istrinya akan di makamkan secara protokol covid-19.

Alangkah kagetnya, Sukardi merasa bingung dan sempat  mempertanyakan hasil Lebnya belum di berikan. Berhubung posisi  sendirian, sedangkan  pihak rumah sakit memutuskan covid-19, akhirnya  Sukardi pasrah!.

Pada akhirnya pihak rumah sakit melakukan pemakaman dengan protokol Covid-19, hingga akhir pemakaman berjalan lancar walaupun keluarga almarhum merasa cemas. Selang dua minggu kemudian, keluarga almarhum merasa curiga dan menduga pihak rumah sakit melakukan manipulasi data.

Sebagai dasar kecurigaan tersebut adalah melalui  bukti-bukti  diantaranya, “keluarga tidak  langsung menerima surat pengiriman jenazah dari pihak rumah sakit. Selain itu keluarga juga tidak langsung menerima surat Kematian yang langsung diberikan seketika.

Menurut pengakuan keluarga, bahwa surat kematian baru di berikan setelah diurus oleh suami pasien pada tanggal (28/9/2020) itupun di persulit. Hingga  menunggu  selang satu hari surat kematian diterbitkan tanggal (29/9/2020)  baru di berikan.

Merujuk dari Surat keterangan yang dibuat dan ditandatangani ketua Covid UPT RSUD Soewondo Pati Selamet Sutaryo, MM. menerangkan,” bahwa  surat kematian yang covid tidak di berikan seketika, baru surat tersebut di berikan setelah di urus pada tanggal (29 /9/2020).  

Ironisnya, dalam surat  yang di tandatangani  Ketua covid tidak tertera tanggal. Kesannya pihak rumah sakit sangat kurang propesional dalam pelayanan dan dugaan sementara  bahwa pihak rumah sakit sengaja ada unsur manipulasi data.                              

Hal yang lebih krusial adalah pihak keluarga merasa sangat terpukul dengan kematian yang dinyatakan positif covid-19, dan beredar kabar  dapat bantuan dana bencana covid. Sampai saat ini hingga berita ditayangkan,  belum pernah menerima bantuan  dari pihak manapun.                            

Hal yang dilakukan usai  pemakaman protokol covid-19, semua keluarga (alm)dilakukan sweb test hasilnya negatif. Namun yang menjadi beban keluarga merasa di rugikan, di jauhi, dan di kucilkan masyarakat karena  takut tertular.

Pihak keluarga tentunya tidak menerimakan atas dasar pelayanan yang kurang profesional tersebut. Terlebih adanya surat keterangan yang dibuat terkesan tidak jelas. hal yang demikian diduga ada unsur kesengajaan manipulasi data. Maka  pihak keluarga akan melaporkan kepada pihak instansi terkait untuk mengungkap kebenarannya.(tim jateng7/Mad.Peci)

 


Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments