Diserang Pemuda Mabuk, Pria Paruh Baya ini Pingsan dan Luka Memar di Warung Pong Bendan Pati - Jateng7

Monday, October 26, 2020

Diserang Pemuda Mabuk, Pria Paruh Baya ini Pingsan dan Luka Memar di Warung Pong Bendan Pati

 

Foto/JT7. tim jateng7. sambangi Suparlan korban penganiayaan dirumahnya Blaru Pati  

JATENG7.PATI -  Sungguh tak disangka,  Suparlan  (58) yang sedianya hendak beli copi, tiba-tiba diserang dan dianiaya oleh  pemuda bernama Doni di warung  Mbak Pong, di desa Bendan   RT 08 RW 02 Kecamatan Pati. Kamis (15/10/2020) kemarin. pukul 13.30 wib.

Akibat penganiayaan tersebut, korban sempat pingsan dan luka di bibir dan  leher belakang memar. Tidak diketahui motifnya, namun diduga pemuda tersebut sedang mabuk dan langsung menyerang korban dan memukul secara bertubi-tubi tanpa ada perlawanan dari pihak korban. 

Kronologi kejadian, semula korban bermaksud membeli kopi di warung mbak Pong ( nama panggilan) di desa Bendan  Kecamatan Pati. Korban  baru masuk dan mencari tempat duduk sambil pesan kopi. Tak lama kemudian datanglah Doni dengan mengumpat kata-kata kasar yang dilontarkan terhadap korban,(”kowe saiki ora tau kumpul),” kamu sekarang tidak pernah kumpul.

Sambil menjambak baju dan melayangkan pukulan ke wajah dan leher korban bagian belakang. Karena tidak ada perlawanan, seketika itu juga korban langsung jatuh pingsan. Ironisnya, kejadian tersebut ada beberapa saksi mengetahui, namun tidak ada yang berani melerai atas tindakan pelaku yang brutal.

Menurut  keterangan  saksi Pak Dug (nama panggilan) warga jln Durian no. 58 perumahan winong RT,06/RT.08,Pati, membenarkan kejadian pemukulan terhadap Suparlan, tapi tidak tau permasalahannya. Pak Dug mengaku, sebenarnya punya maksud ingin melerai tapi tidak berani karena usia sudah tua, sedangkan pelakunya masih muda dan tergolong bringas. Maka demi keselamatan korban di sarankan pulang,”kata Pak DUG kepada  jateng7.com di warung mbak Pong.                

Hal yang sama dirangkum dari keterangan saksi lainya yang tidak mau disebutkan namanya mengaku mengetahui kejadian tersebut. Saksi mengenal pelaku yang disebut sebagai preman diwilayah tersebut dan takut berurusan dengan seorang preman yang garang, “ujar warga saat dimintai keterangan di warkop tersebut.

Selanjutnya tim menyambangi korban dirumahnya mengatakan,”  bahwa dirinya telah  dianiaya  oleh Doni  saat membeli kopi  diwarung   milik mbak Pong di desa Bendan Pati . “Iya saya hendak beli kopi,  tiba-tiba diserang  Doni  dengan mengucapkan kata-kata kasar ( kowe sakiki ora tau kumpul ) kamu sekarang tidak pernah kumpul.  Pelaku juga mengancam akan membakar rumah saya,” ujar Suparlan kepada jateng7.com dirumahnya.

Setelah korban setengah sadar dengan kondisi sempoyongan dan kesakitan langsung pulang ke rumah. Oleh keluarga, kemudian  orban dibawa kerumah sakit KSH  Pati untuk berobat. Korban selanjutnya mengadukan hal tersebut  ke Polsek Pati kota, tentang penganiayaan dan ancaman membakar rumah.

Tim jateng7. kemudian menyambangi Polsek Pati Kota yang ditemui  anggota Polsek, membenarkan adanya aduan dan laporan dugaan penganiayaan atas nama Suparlan warga Desa Blaru sudah diterima dan segera akan ditindaklajuti. Sampai berita ini di turunkan  perkara tersebut masih dalam proses penyidikan olen unit Reskrim dan belum ada perkembangan secara signifikan. (tim jateng7/Mad.Peci)


Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments