Bantuan BPNT Beras Tidak Sesuai Prosedur, Bulog Siap Ganti Standart SOP - Jateng7

Monday, September 14, 2020

Bantuan BPNT Beras Tidak Sesuai Prosedur, Bulog Siap Ganti Standart SOP




JATENG7.JEPARA - Program pemerintah dalam pemerataan ekonomi BPNT harus sesuai standart kelayakan konsumsi. Menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan Muhadjir Efendi, selaku ketua Tim Pemgendali Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial program sembako 2020 menyampaikan, bahwa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) harus tersalurkan sesuai dengan kualitas dan kuantitas kepada masyarakat  (KPM) yang memerima.

Dengan pantauan media jateng7.com ditemukan  adanya   Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)  beras tidak layak konsumsi yang terjadi disalah satu desa Tulakan Kecamatan Donorojo Jepara yang diterima warga dari salah satu agen sekitar.  Selanjutnya awak media melakukan klarifikasi kepada Bulog / BUMN siapa pihak menyuplai beras tersebut kepada agen didesa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara, pada Senin 14 /9/ 2020 kemarin.

Hasil investigasi dengan salah satu pegawai bulog menyampaikan bahwa, kami bekerja sama dengan banyak mitra, ketika dilapangan ada sesuatu yang tidak sesuai SOP seperti beras tidak layak yang diberitakan itu, maka agen tersebut harus melaporkan agar bisa kami ganti secepatnya,”kata pegawai bulog kepada   tim jateng7.com.

Selanjutnya  bulog menambahkan, karena kontrak kami dengan mitra memang seperti itu jadi bulog siap mengganti apabila ada beras yang rusak.  Baik mungkin itu warnanya yang agak kusam, atau baunya yang apek, kami siap mengganti. Bisa jadi beras yang mungkin warnanya agak kehitaman itu kena air pas dikarung jadi warnanya berubah,”tandasnya.
Beras bantuan pemerintah yang tidak sesuai standart konsumsi
Harapan bulog sendiri  apabila masyarakat menemukan hal seperti itu harap langsung minta ganti ke agen.  Dan agen melaporkan kepada Bulog agar bisa kami ganti secepatnya karena itu sudah menjadi tanggung jawab kami,”tuturnya.

Untuk kedepannya pihak Bulog akan lebih seleksi dan melakukan pengawasan kepada mitra-mitra agar hal tersebut tidak terulang lagi.  Walaupun belum tentu kejadian di Donorojo itu kesalahan dari pihak Bulog,” pungkasnya. (tim jateng7/ Jepara).

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments