Wednesday, May 13, 2020

Rapat Pengalokasian Dana BLT Desa Gadudero Cukup Alot dan Menegangkan

foto JT7/.  Rapat   bahas pengalokasian dana BLT di kantor balai desa Gadudero berlangsung ricuh.  Senin/4/5  

JATENG7/SUKOLILO- Ditengah merebaknya covid 19 yang muncul pada bulan Desember 2019 lalu, cukup merepotkan warga di indonesia bahkan seluruh dunia.  Dampak covid 19 secara ekonomi sangat di rasakan   oleh semua lapisan masyarakat terutama warga yang kurang mampu. Untuk menghadapi pandemi covid 19, pemerintah mengambil kebijakan meringankan beban warga kurang mampu dengan membagikan dana BLT yang di anggarkan dari Dana Desa (DD).  

Adapun kebijakan pemerintah tersebut tertuang dalam PERMENDES PDTT  nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan atas PERMENDES nomor 11 Tahun 2020. “Yang mengatur tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020 bagi yang berhak menerima BLT adalah keluarga non PKH dan atau keluarga non bantuan non tunai.

Besaran anggaran  tiap-tiap desa berbeda. Desa yang mendapatkan Dana Desa (DD) kurang dari  1 milyar hanya menganggarkan maksimal 20% anggaran dana desa. Adapun desa yang mendapat anggaran dana desa lebih dari 1 milyar bisa mengambil maksimal 30% dari Dana Desa (DD) yang di anggarkan. Dengan kebijakan pemerintah itu kepala desa seluruh indonesia melaksanakan kebijakan dari pusat itu.

Termasuk juga pemerintah Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati melaksanakan kebijakan tersebut melalui rapat desa. Dalam rapat membahas pengalokasian dana BLT yang di laksanakan pada hari Senin 4/5/2020 di Balai Desa Gadudero cukup alot dan cenderung memanas. Rapat ini di hadiri kepala desa beserta perangkat desa Gadudero, ketua BPD dan anggota BPD, ketua RT dan   tokoh masyarakat.

Alasanya dari setiap  RT yang mewakili  aspirasi warganya sama sama ngotot dengan usulanya masing masing. Untuk menjaga kondusifitas rapat maka kepala desa Gadudero menengahi dan menutup rapat untuk di lanjutkan hari Kamis.
  Foto/JT7. Rapat lanjutan bahas pengalokasian dana BLT desa Gadudero Sukolilo, Kamis 7/5
Rapat selanjutnya  di tentukan pada hari Kamis (7/4/20200) di balai desa Gadudero yang dihadiri  RT,RW, tokoh masyarakat, Muspika Sukolilo sebagai pendamping desa. Rapat awal lebih tegang dan panas karena  masih mempertahankan usulanya masing masing. Dengan lelah kepala desa Gadudero memimpin rapat akhirnya memenuhi titik temu dan di sepakati bersama. 

Dari anggaran 30% dari dana desa tersebut dengan nominal 300 juta lebih. Karena desa Gadudero mendapat anggaran dana desa tahun 2020 sebesar 1.1 milyar lebih. Dengan anggaran 30% lebih bisa di alokasikan sebanyak 183 kepala keluarga. Setelah dievaluasi bersama dari 183 KK yang berhak menerima BLT. mengerucut menjadi 138 KK yang betul-betul layak mendapatkan dana BLT. Adapun sisa dana dari  pengalokasian 30% akan di belikan sembako dan di berikan kepada yang pantas menerima. Lanjut pak kades yang di setujui hadirin yang hadir dalam musyawarah.

Di singgung pula oleh kepala desa perihal anggaran dana untuk fasilitas penanganan covid19. Juga di ambil dari anggaran dana desa sebesar lebih kurang 50jt. Dengan adanya pemotongan anggaran dana desa tersebut maka berimbas pada pembangunan fisik infrastruktur desa yang harus di pending pengerjaanya,”kata kades menutup rapat dan akan di lanjutkan minggu depan untuk musdes. (tim jateng7/Koce)
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post