Thursday, May 21, 2020

Pembunuhan Gadis Yatim Piatu di Jepara Terungkap, Korban Dibunuh Usai Shalat Dzuhur

foto/JT7.  Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto saat konferensi pers pembunuhan Sintya Wulandari (21), gadis yatim piatu di Mapolres Jepara, Rabu (20/5/2020).


JATENG7.JEPARA - Misteri tewasnya Sintya Wulandari (21), gadis yatim piatu asal Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah akhirnya terungkap. Faktanya, Sintya ternyata tewas dibunuh oleh pria asal Ciamis, berinisial IP (26). Tim Satreskrim Polres Jepara akhirnya berhasil meringkus pelaku tunggal pembunuh Sintya dalam pelariannya di Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (18/5/2020).  

Dalam Konferensi Pers, Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, “IP (26) sudah ditetapkan sebagai tersangka tunggal yang telah menghabisi nyawa Sintya.  Dari hasil keterangan yang dihimpun kepolisian, pelaku dan korban sudah saling mengenal karena pernah mengontrak rumah di dekat rumah korban.

Motif pelaku menghabisi gadis yatim piatu tersebut adalah karena ingin menguasai motor matik milik korban. Saat itu, korban baru saja pulang bekerja dari tempat usaha laundry di wilayah Kecamatan Kedung,  Beberapa saat kemudian, korban yang telah melaksanakan shalat Dzuhur memergoki pelaku hendak mencuri motor matik miliknya. ”kata Nugroho,  Rabu (20/5/2020). saat dimintai keterangan via tlp.

Seketika itu, pelaku yang panik lantas menghabisi nyawa korban yang masih mengenakan bagian bawah mukena. "Pelaku memukul dan menendang korban.  Setelah korban tersungkur, pelaku mencekiknya hingga meninggal dunia. Saat itu pelaku kabur membawa motor korban dan juga handphone korban. Pelaku selanjutnya kabur mengendarai motor korban hingga akhirnya dibekuk tim Satreskrim Polres Jepara di wilayah Cengkareng, Jakarta barat, Senin (18/5/2020). "Pelaku ditangkap hendak menjual motor hasil curiannya," ujarnya.

Dia menambahkan, polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku karena berupaya melawan hingga melarikan diri ketika hendak ditangkap. "Pelaku dan korban sudah saling mengenal karena pernah mengontrak rumah selama setahun di dekat rumah korban," tuturnya.

Pelaku yang bekerja sebagai kuli panggul di Jepara ini juga mempunyai saudara yang tak jauh dari rumah korban. Semalam sebelum kejadian, pelaku berkunjung ke rumah korban dan ngobrol dengan kakak korban. Dari sini kami mulai kembangkan penyelidikan," ungkap Nugroho.

Di hadapan polisi, pelaku asal Ciamis ini nekat mencuri sepeda motor karena membutuhkan uang untuk pulang menemui istrinya di Lampung. "Pelaku bingung tak punya uang untuk balik ke lampung sehingga muncul niatan mencuri sepeda motor korban," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban ditemukan oleh kakaknya sudah tak bernapas tergeletak di lantai kamarnya pada Rabu (13/5/2020) sore. Kondisi korban saat itu dipenuhi luka dan masih mengenakan mukena bagian bawah. Sepeda motor Honda Vario bernopol K 6797 AQC serta ponsel milik korban raib.

Selama ini korban diketahui tinggal serumah dengan kedua kakaknya, Sri Indayati (32) dan Agus Ahmad (25). Sementara bapak dan ibu korban sudah lama meninggal dunia. Menurut keterangan beberapa saksi, sebelumnya korban pulang dari toko online tempatnya bekerja pada siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Djohan Andika, mengatakan, untuk mengetahui penyebab kematian, jasad korban kemudian diautopsi di RSUD RA Kartini, Jepara dengan menggandeng Biddokkes Polda Jateng.  Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD RA Kartini, ditemukan luka memar di kepala bagian belakang, luka memar di bagian leher serta di dada.  (tim jateng7/S.dim@n)
 
 



  

Comments


EmoticonEmoticon

Related Post