Thursday, May 21, 2020

9 Desa di Kudus Cairkan Dana BLT Dari Dana Desa



Plt Bupati Kudus, HM Hartopo menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 600 ribu di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (18/5/2020).
JATENG7.KUDUS - Sembilan desa di Kabupaten Kudus mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari alokasi Dana Desa (DD), pada hari Senin (18/5/2020). Satu di antaranya Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang melakukan pencairan bantuan kepada masyarakatnya, di Balai Desa Tanjungkarang.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut dan berharap bantuan yang digelontorkan untuk warga miskin terdampak Covid-19 tersebut bisa bermanfaat. Hari ini sembilan desa sudah mencairkan BLT dari Dana Desa ini," ucap Hartopo.

Pihaknya memastikan penerima bantuan adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Misalnya ada warga penerima yang dalam kondisi sakit sehingga tidak bisa bekerja. "Penerima ini ada yang sakit, tidak bekerja sama sekali. Dia saat ini ditopang anaknya, ini layak," kata Hartopo.

Hartopo meyakini, semua yang menerima bantuan tersebut dari golongan yang tidak mampu. "Mereka sudah sangat selektif dalam menentukan siapa saja yang menerima bantuan agar tepat sasaran," lanjutnya.

Rumah para penerima bantuan tersebut juga dipasangi stiker, namun pihaknya meminta agar masyarakat desa ikut mengevaluasi. Masyarakat harapannya bisa turut menilai," jelas Hartopo.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Adi Sadhono Murwanto menambahkan, pencairan BLT Dana Desa akan dilangsungkan secara bertahap. "Mulai hari ini di sembilan desa, besok ada lagi di desa yang lainnya," ucap dia.

Adi menambahkan, sejauh ini memang sudah ada sebanyak 94 desa yang telah mencairkan dana desanya. Mereka, tambahnya, juga telah memasukkan program kegiatan penanggulangan virus corona di tingkat desa, termasuk di dalamnya adalah anggaran BLT.

Dia menjelaskan, alokasi BLT disesuaikan Dana desa yang diterima jika di bawah Rp 800 juta per tahun maksimal 25 persen. Sementara dana desa Rp 800 juta sampai dengan Rp1,2 miliar maksimal 30 persen. Kemudian jika di atas Rp 1,2 miliar maka alokasi maksimalnya 35 persen.  "Sejumlah desa lainnya masih dalam proses pencairan," terangnya. (tim jateng7/Kustaj@d)


 


Comments


EmoticonEmoticon

Related Post