Sunday, April 12, 2020

Satu Pasien Positif Covid-19, Grobogan Berstatus Tanggap Darurat

foto/JT7. Bupati Grobogan sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sri Sumarni (tengah) didamping Kepala DKK Selamet Widodo (kiri) dan Kepala BPBD Endang Sulistiyoningsih mengumumkan status tanggap darurat di ruang aula wakil bupati, Jumat (10/4) 

JATENG7.GROBOGAN - Kabar tak sedap datang dari Kabupaten Grobogan, yang mana sejak Jumat (10/4) kemarin berubah status menjadi tanggap darurat, menyusul adanya satu pasien positif Covid-19. Hal ini di sampaikan Bupati Grobogan sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sri Sumarni ,”bahwa status positif itu setelah tes swab dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta keluar.

Sebelumnya, pihaknya mengirim tujuh sampel swab PDP. Hasil tes keluar pada Kamis malam (9/4). Satu pasien positif dan enam PDP negatif, termasuk tiga PDP yang meninggal. Pasien positif itu berinisial S, berusia 47, dan warga Desa Bangsri, Geyer. Dia dirawat di RSUD R Soedjati Purwodadi sejak 24 Maret dan keluar dari rumah sakit pada 2 April lalu. Perempuan itu, sebelumnya menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong dan pulang pada Desember 2019 lalu.

Usai pulang kemudian ke rumah temanya di Jogjakarta. Selanjutnya, dia mengalami gejala sakit panas, batuk, pilek, dan radang tenggorokan. Penyakit itu diperiksakan ke dokter di Kabupaten Sragen. Hasil pemeriksaan diminta untuk rujuk ke RSUD R Soedjati Purwodadi.

”Di rumah sakit umum (RSUD R Soedjati Purwodadi) jadi pasien biasa. Dia tak mengaku dari luar negeri. Akhirya dirawat di bangsal Aster dan bangsal Flamboyan. Kemudian dinyatakan sembuh setelah menjalani rapid test. Pada 2 April diperbolehkan pulang,” ungkapnya.

Meski demikian, pasien itu tetap diuji swab. Setelah hasilnya keluar, ternyata positif terpapar Covid-19. Maka, semua perawat, dokter, tenaga rumah sakit, cleaning service, hingga pasien yang sebelumnya satu bangsal akan di-rapid test. ”Kami langsung mengisolasi lagi pasien itu, dengan dibawa ke rumah sakit  akan kami rapid test, termasuk perawat dan tenaga medis lain,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah tim melakukan tracking, ada 78 orang yang kontak dengan pasien. Terdiri dari, 76 tim medis, para medis, dan cleaning service, serta dua pasien satu bangsal. ”Dua pasien yang satu bangsal itu sudah pulang. Kami akan tes juga,” katanya.

Sementara itu, di website Covid-19 Pemprov Jateng ada empat warga di Grobogan yang dinyatakan positif. Namun, sebenarnya hanya satu. Sebab, tiga warga positif lain sudah tak bertempat tinggal lagi di Grobogan. Yaitu, satu pasien positif dari Desa Pelem, Gabus, sudah pindah di Semarang. Sedangkan dua warga Kecamatan Tegowanu sudah pindah di Kabupaten Kendal dan Demak. Mereka semua sudah tidak pulang ke Grobogan selama dua tahun.

Sementara untuk penanggulangan penyebaran meluas di Desa Bangsri, Kecamatan Geyer. Pemkab Grobogan akan kerja sama dengan kepala Desa Bangsri. Orang yang pernah kontak dengan pasien positif akan diperiksa lebih lanjut. ”Sudah ada 200 alat rapid test yang kami beli sendiri. Juga ada 80 alat bantuan dari Pemprov Jateng,” tandasnya. (tim jateng7/S.Priy@di).


Comments


EmoticonEmoticon

Related Post