Sunday, April 12, 2020

Gegara Korona, Produksi Batik di Pati Menurun Hingga 90 Persen

foto JT7. Tampak lesu beberapa pembatik   di Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana Sabtu 11/04
JATENG7.PATI - Pandemi virus korona sangat berdampak pada produksi batik bakaran Juwana. Penurunannya hingga 90 persen. Bahkan sebagian produsen batik skala kecil sementara berhenti karena tidak ada pesanan. Sementara produsen besar mulai mengurangi pekerja untuk efisiensi pengeluaran gaji.

Saat tim jateng7.com menyambangi, tampak salah satu produsen batik bakaran asal Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana Yuliati mengatakan, “semua produsen batik terdampak Covid-19. Ini membuat produksi menurun. Di tempatnya, baru kali ini terdampak sangat signifikan. Penurunan pesanan mulai Maret lalu hingga sekarang. Kini, ia masih mengerjakan pesanan seragam batik yang sudah dipesan sebelum virus korona masuk ke Indonesia,”ujarnya lesu.

Di tempat kami masih produksi sampai saat ini menyelesaikan pesanan-pesanan yang belum selesai. Tapi sudah banyak di tempat teman-teman pembatik lain sudah pada berhenti produksi karena tidak ada pesanan. Paling ada satu dua dikerjakan sendiri,” lanjutnya.

Ia mengaku, penurunan produksi batik mencapai 90 persen. Sebelumnya ia memperoleh pesanan 50 potong per bulan. Kini hanya 30 potong saja. Pembeli sebelumnya banyak yang membeli di rumahnya, kini hanya satu dua pembeli yang datang. Untuk itu mulai pekan depan, Yuliati akan menerapkan rolling jadwal kerja bagi pekerjanya. Yang masuk kerja bergantian. 

“Kerjanya tidak full sepekan. Rolling jadwal kerja ini salah satunya untuk efisiensi gaji. Pesanan baru hanya sedikit, jadi tidak seramai biasanya. Dengan tenaga kerja yang banyak tapi pesanan tidak banyak, maka harus mengatur jadwal kerja karyawan karena yang dikerjakan juga tidak banyak,” jelasnya.

Menjelang lebaran ini, tuturnya, Yuliati biasanya kekurangan pembatik karena melonjaknya pesanan. Namun kini kondisi perekonomian lesu. “Semoga wabah ini segera lenyap. Kalau puasa nanti pesanan mulai melonjak maka jam kerja para pekerja akan kembali normal,” imbuhnya (tim jateng7/S.dim@n)
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post