Tuesday, March 10, 2020

Untuk Menciptakan Profesionalisme Prajurit, Kodim 0717 Purwodadi, Gelar Latihan Tembak

Kodim 0717/Purwodadi  gelar latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) TW. I TA. 2020   di lapangan tembak Gunungrejo,  Grobogan, Kamis (5/3)
JATENG7.GROBOGAN - Guna menciptakan prajurit yang  profesional secara perorangan, Kodim 0717/Purwodadi menggelar latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) TW. I TA. 2020 yang diikuti oleh ratusan orang, di lapangan tembak Gunungrejo, Ds. Depok, Kec.Toroh, Kab. Grobogan, Kamis (5/3)kemarin pagi.

Latihan menembak senjata ringan merupakan suatu program latihan yang harus dilaksanakan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak guna menghadapi tuntutan tugas yang harus dihadapi.  Kemampuan menembak merupakan kemampuan dasar prajurit yang harus dikuasai dan dipelihara agar dapat menjadi prajurit yang profesional sesuai yang diharapkan komando atas.

Kegiatan latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) dilaksanakan selama dua hari terhitung (5-6/2/2020). Untuk hari pertama dilaksanakan menembak senapan M16 A-1 yang diikuti oleh seluruh personel yang tidak memiliki kegiatan khusus. Sedangkan yang terlibat DD, Dinas Khusus, dll melasanakan pada hari ke dua bersamaan dengan menembak pistol.

Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta selaku pimpinan umum latihan mengatakan, “maksud dan tujuan diselenggarakan latihan menembak adalah, untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan prajurit secara perorangan tentang menembak, yang mana latihan dilaksanakan secara berjenjang, bertingkat dan berkelanjutan. Sehingga latihan ini kita laksanakan rutin setiap 3 bulan sekali dalam satu tahun,”ujarnya.

“Diharapkan dengan latihan yang berjenjang dan rutin dilaksanakan maka kemampuan para prajurit juga akan meningkat dan terpelihara dengan baik sehingga menjadi prajurit profesional,” harapnya.

Sementara itu, Kapten Inf Milton Somamora selaku Komandan latihan (Danlat) menyampaikan, “agar dalam penyelenggaraan kegiatan menembak selalu berpedoman pada buku Garlat (Penyelenggaraan Latihan). Karena menurutnya, latihan menembak memiliki resiko yang sangat tinggi,”terangnya.

“Saya berpesan, agar dalam melaksanakan kegiatan menembak ini selalu berpedoman pada buku Garlat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena semua akan benilai nol apabila ada insiden yang merugikan pada saat latihan,” tandasnya.(tim jateng7/S.Priy@di).
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post