Tuesday, March 24, 2020

Diduga Mengidap Epilepsi, Agus Tewas Mengambang Saat Mandi di Sumber Kepoh



 Foto/JT7. kakak kandung korban Naryo sedang mengangkat tubuh korban dalam kondisi sudah meninggal.
JATENG7.SUKOLILO - Sempat menggegerkan warga, seorang pria di temukan tewas mengambang dengan badan telungkup ke bawah, di sumber  kepoh Desa  Gadudero  Kecamatan  Sukolilo Kabupaten  Pati,  Minggu, 22/03/2020.

Diketahui pria tersebut bernama  Agus (27) warga Desa Gadudero RT 06 RW 01  Sukolilo Pati. Tidak diketaui motifnya, diduga Agus saat mandi penyakit ayan/epilepsinya kumat.

Menurut keterangan yang di himpun tim jateng7.com dari saksi saat sedang mandi bersama korban Ponirah (55), mengaku mengetahui secara tiba-tiba di kejutkan dengan munculnya korban mengambang di tengah sumber yang lagi rame di kunjungi warga untuk  mandi dan mencuci pakaian.

Masih Poniran menjelaskan, saat kejadian sedang mandi bersama dan mencuci baju. “saat itu    sebelumnya korban sudah lebih dulu mandi di tempat yang sama. Jarak antara korban dengan saksi kurang lebih satu  meter dan  mengira  korban masih bermain dalam mandinya.

Selang  beberapa menit kemudian saksi menoleh ke arah korban sudah dalam keadaan terapung dengan posisi badan telungkup menghadap ke bawah," jelasnya.

Setelah di perhatikan secara seksama, ternyata korban tidak mengangkat kepalanya sehingga saksi menjadi panik dan  memanggil korban berulang-ulang.  Korban tidak kunjung mengangkat kepalanya dari air,” imbuhnya.

Dalam keadaan panik, Ponirah berteriak minta  tolong kepada warga yang kebetulan didengar oleh Sumidi  (40) dan Suroso (50),  yang rumahnya tidak jauh dengan sumber  tersebut bergegas menuju lokasi dan melihat korban masih tertelungkup dengan wajah menghadap kebawah.

Saat itu juga Sumidi di bantu oleh Suroso mengangkat korban dari air.

Tak lama kemudian datang juga kakak kandung korban Naryo (48)  bersamaan dengan warga lainya turut memberikan pertolongan pada korban. 

Namun ternyata korban sudah tidak bernyawa. Korban (Agus) segera diangkat oleh  Naryo   di naikan   sepeda motor dan di bawa pulang ke rumah duka.

Menurut  keterangan warga setempat mengatakan, “semula Agus  hendak mandi di sumber kepoh yang airnya mengalir dari bawah pegunungan kendeng.

Jadi sudah selayaknya air tersebut sangat jernih dan biasa digunakan warga setempat sehari-hari untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian.

Saat jateng7.com menyambangi lokasi kejadian, melihat air sumber  kepoh tampak tenang dan kedalamanya di perkirakan antara 80 – 90 cm. Dengan  kondisi   tersebut untuk orang dewasa tidak mungkin bisa tenggelam, kecuali anak kecil.  Hampir tiap hari warga setempat banyak yang datang di lokasi   untuk keperluan mandi dan mencuci baju.

Bahkan tak luput anak-anak Pramuka, juga memanfaatkan air sumber tersebut untuk keperluan mandi dan lain-lain yang sengaja di gelar tiap tahun yang letaknya tidak jauh dari  bumi perkemahan pegunungan kendeng.

Bagaimana dengan kondisi Agus yang bisa di katakan orang dewasa bisa meninggal saat mandi di sumber tersebut yang tidak begitu dalam. Dugaan sementara saat Agus mandi di sumber tersebut, kondisi penyakit ayan/epilepsinya kumat. Jadi sangat fatal ketika hal itu terjadi dengan posisi tepat di dalam air, sehingga sangat kecil harapanya untuk bisa selamat.

menurut pengakuan keluarga dan warga setempat mengatakan," bahwa Agus (korban)  memang pernah mempunyai catatan penyakit menahun (ayan/epilepsi). Sehingga bisa di mungkinkan saat mandi di sumber tersebut kondisi penyakitnya kambuh. Dan langsung pingsan di tempat pemandian tersebut dan menyebabkan meninggal,"ujarnya.

Kasus tersebut sudah dalam penanganan Polsek Sukolilo setelah mendapat laporan warga. Polsek Sukolilo langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP yang di laksanakan di area sumber kepoh pada pukul 19:30 wib.sampai dengan pukul 20:15wib.Hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan  lainya, dan Agus meninggal murni karena tenggelam di air.

Pihak keluarga korban sudah ikhlas dengan kejadian tersebut dan tidak menuntut pada siapapun. Korban dimakamkan   Senin 23/03/2020 di desa setempat. (tim jateng7/Koce)

Comments


EmoticonEmoticon

Related Post