Sunday, February 23, 2020

Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman Yogyakarta Berujung Duka

foto. tempat  ratusan siswa SMP N 1 Turi Sleman  hanyut terbawa arus dan 10 orang tewas saat susur Sungai Sempor Sleman Jumat 21/2 sore
JATENG7.SLEMAN - Gegerkan warga, kegiatan susur sungai yang dilakukan oleh pelajar SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta berujung dengan petaka. Pasalnya, akibat kegiatan susur sungai itu menyebabkan sejumlah siswa tewas. Kegiatan tersebut mayoritas dilakukan oleh siswa-siswi Pramuka dengan enam pembina pramuka yang mengawasi siswa didiknya. Peristiwa naas itu terjadi pada Jumat (21/2/2020).

Tewasnya sejumlah siswa SMPN 1 Turi akibat terseret arus banjir saat mengikuti kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, pada Jumat (21/2/2020) menjadi perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum.

Tercatat 10 pelajar siswa SMPN Turi 1 Sleman   yang menjadi korban tewas mengikuti kegiatan Pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor, telah ditemukan. Pada Minggu (23/2/2020) pagi, tim SAR menemukan 2 korban tewas terakhir, sehingga total korban meninggal mencapai 10 orang.

Dua korban yang ditemukan pagi ini yakni Yasinta Bunga (13) dan Zahra Imelda (12). Kedua korban ditemukan pada pukul 05.30 WIB dan 07.05 WIB. Adapun delapan pelajar lain korban tewas dalam kejadian ini yang sebelumnya sudah ditemukan yakni: 1. Sovie Aulia (15) 2. Arisma Rahmawati (13) 3. Nur Azizah (15) 4. Lathifa Zulfaa (15) .

Untuk mengusut kasus tersebut, hingga saat ini polisi telah melakukan pemeriksaan kepada 13 orang saksi. Dari belasan saksi tersebut, satu di antaranya yang merupakan seorang pembina Pramuka dan sekaligus guru di sekolah tersebut telah dinaikan statusnya sebagai tersangka.
 Foto. Sebagian siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang selamat dari terjangan aliran sungai yang deras saat melakukan kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor, Jumat (21/2/2020).
Kita telah menaikan salah satu dari saksi itu dengan inisial IYA menjadi tersangka. Sampai dengan saat ini yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan, BAP sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat dimintai keterangan oleh media, Sabtu (22/2/2020).
Menurut keterangan Polisi, akan mengenakan Pasal 359 KUHP, tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Lebih lanjut dikatakan, belasan saksi yang dilakukan pemeriksaan terkait tragedi susur sungai tersebut terdiri dari tiga kelompok.

Kelompok pertama merupakan pembina Pramuka berjumlah tujuh orang, kelompok kedua  Kwarcab Pramuka Kabupaten Sleman berjumlah tiga orang dan kelompok ketiga adalah warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Yuliyanto menjelaskan, alasan melakukan pemeriksaan terhadap Kwarcab Pramuka Kabupaten Sleman, bertujuan untuk mengetahui prosedur yang digunakan dalam kegiatan Pramuka. "Kenapa diperiksa, karena kita ingin tahu bagaimana aturan-aturan yang ada di kepramukaan berkaitan dengan manajemen risiko kegiatan Pramuka," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan Pramuka dengan agenda susur sungai yang diikuti ratusan siswa SMPN 1 Turi, Sleman pada Jumat itu berujung petaka. Sebab, akibat kegiatan yang tidak memperhatikan faktor cuaca dan keamanan tersebut mengakibatkan sejumlah siswa terseret banjir.   

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) DIY menilai, ada salah persepsi terhadap kegiatan susur sungai.  Kepala Pelaksana Badan Biwara Yuswantana mengungkapkan, “kegiatan yang dilakukan pelajar SMPN 1 Turi tersebut merupakan pengenalan alam, bukan susur sungai.

"Kegiatan siswa-siswa SMPN 1 Turi adalah kegiatan Pramuka yaitu menyusuri sungai dalam rangka pengenalan alam, bukan kegiatan susur sungai dalam pengertian atau tujuan mitigasi bencana," ujar nya. Minggu (23/2/2020).  

Ia menjelaskan, kegiatan susur sungai dalam makna sebenarnya memiliki dua pengertian atau wujud aktivitas yang berbeda. Pertama, susur sungai yang dilakukan untuk konteks mitigasi bencana. Tindakan ini dilakukan untuk memetakan spot-spot sungai yang rawan bencana. Kedua, susur sungai dengan melakukan pembersihan sungai untuk mengurangi potensi yang bisa memicu terjadinya bencana. (tim jateng7/Hadi.S).
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post