Sunday, February 23, 2020

Bupati Pati Lantik 118 Kepala Desa Hasil Pilkades Serentak Tahap III 2019

foto JT7. Bupati Pati   melantik 118 kepala desa dari hasil Pilkades serentak tahap III tahun 2019 di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (15/2)
JATENG7.PATI - Bupati Pati Haryanto melantik 118 kepala desa dari hasil Pilkades serentak tahap III tahun 2019,. Dalam pelantikan tersebut, Bupati berikan enam wejangan untuk kades baru di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (15/2/2020).

Dalam pelantikan ini dihadiri oleh Wabup Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Suharyono, Forkopimda Kabupaten Pati, para Kepala OPD dan  para keluarga dari kepala desa. Para kades yang dilantik ini merupakan kades terpilih dalam pilkades serentak yang berlangsung 21 Desember 2019 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Hariyanto menyampaikan,” rasa terimakasih pada aparat dari Polres dan Kodim Pati yang turut mengamankan tahapan pilkades hingga pelantikan ini. "Pengamanan dari Polres dan Kodim menjadikan situasi selama pilkades menjadi kondusif.  Tidak terjadi kericuhan dan aman dari botoh yang biasanya ikut ambil bagian dalam pilkades," ujarnya.

Dalam kesempatan ini Bupati juga memberikan enam wejangan untuk para kades yang dilantik. Ia berharap para kades di 118 desa ini bisa mengemban amanah yang diberikan warga. Pertama, adalah  tidak ada kompetisi di desa, artinya usai pilkades  semua warga tidak lagi dipecah belah oleh saling dukung calon kades.

Kedua, Bupati berharap   para kades segera berkonsolidasi, baik itu dengan penjabat kades, kades terdahulu juga para perangkat dan warga. "Tujuan konsolidasi untuk mengetahui harapan masyarakat desa. Kades butuh waktu belajar, dengan konsolidasi ini kades akan mengetahui apa yang menjadi harapan dan persoalan yang terjadi di desa," terang Bupati.

Ketiga, kades harus membiasakan untuk menginventarisasi persoalan.  Peran kades agar bisa membedakan mana pesoalan yang seketika itu harus dilakukan atau ada juga yang persoalan butuh waktu untuk diselesaikan. "Jangan terjadi balas dendam, sebab itu tidak menunjukkan jiwa pemimpin.  Seperti saat syukuran, sesama kompetitor saat pilkades perlu diundang dan dirangkul. Kades itu orangtua warga desa, jadi harus merangkul bukan malah balas dendam pada yang tidak sejalan saat pilkades.
 foto/JT7.  Usai pelantikan, Bupati hariyanto berikan enam wejangan untuk kades baru di Pendopo kabupaten Pati
Keempat,  layani dengan baik, pada dasarnya   kades adalah pelayan bagi warga. Jangan money oriented, karena sudah digaji sesuai aturan. Kelima, perlu mencermati hal- hal yang menjadi tanggungjawab desa. Seperti dana desa, ADD hingga bantuan keuangan bisa mencapai miliaran rupiah. Bupati berharap agar  dilaksanakan sesuai proses sehingga tidak menjadi batu sandungan di kemudian hari.

"ADD untuk operasional dan pembangunan desa. Sedangkan bantuan keuangan mencapai 156 miliar. Jangan sampai tumpang tindih. Karena bisa- bisa kades malah terjerat kasus hingga menjalani proses hukum," pesannya.

Bupati juga mengingatkan istri kades untuk tidak berlebihan dalam gaya hidup.  "Sekarang ini tren nya menjadi ibu- ibu sosialita, jangan berlebihan dalam pergaulan yang akhirnya merugikan pasangan hingga merugikan desa," tegas Bupati.

Keenam,   Bupati melarang  mengadakan pungutan liar,  pelayanan yang tidak berbayar  jangan dijadikan lahan untuk mengeruk keuntungan. "Jangan membuat pungutan yang tidak memiliki aturan. Di jaman media sosial, ketidakpuasan warga bisa disebarkan ke media sosial justru akan mempermalukan kades," tegas Bupati mengakhiri. (tim jateng7/Hadi.S).
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post