Saturday, January 4, 2020

Lama Nunggu Bantuan Pemerintah, Akhirnya Rumah Sutambah Ambruk Karena Angin Lesus

  Foto/JT7.. Rumah milik Sutambah warga desa Jatiroto rt 05/06 runtuh, rumah tersebut sudah didata oleh pemerintah , sampai rumah ambruk belum terealisasi. Senin 30/12,
JATENG7.KAYEN   - Sebuah rumah milik seorang janda beranak dua Sutambah (59) warga  Desa Jatiroto, RT 05 RW 06, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ambruk, diduga  diterjang angin lesus.  Sebelumnya, rumah berukuran 4×6 meter tersebut   terbuat dari bilik bambu dan bahan  kayu yang sudah rapoh  dan ditempati tiga orang  kini roboh total rata dengan tanah.  Di balik  robohnya rumah tersebut karena kondisi  miring akibat terjangan banjir bandang awal Pebruari 2019 lalu.  

Menurut keterangan keluarga korban menjelaskan,”sebenarnya sudah didata sebagai penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), namun hingga peristiwa ambruknya rumah pada hari Senin  30 /12/ 2019 siang kemarin, pemerintah belum juga merealisasikan janjinya,”katanya.

Beruntung pada saat terjadi rumah ambruk tidak ditempati dan  sebelumnya mengungsi ke rumah cucu di lain desa karena takut   roboh dan membawa korban,”imbuhnya. 

“Memang dulu pernah didata, katanya mau dikasih bantuan rehab rumah, tapi sampai sekarang belum ada,” ujar Sutambah saat dihubungi via tlp   di tempat kerjanya Selasa 01/01/2020  

Meski kediamannya ambruk, namun saat kejadian dirinya mengaku sedang bekerja sebagai PRT di Semarang cukup jauh dari rumahnya. Sedangkan nenek Sumi (75) ibu Sutambah tinggal bersama cucunya di desa lain.   “Untung anak saya sedang merantau dan neneknya tinggal serumah dengan cucunya,   sehingga tidak ada  korban jiwa,” tuturnya.

Sutambah berharap, dengan adanya peristiwa tersebut pemerintah bisa segera mewujudkan janjinya agar bisa memperbaiki rumahnya . “Jangankan untuk rehab rumah, buat makan saja susah. Saya harap ada bantuan, untuk membangun rumah kembali” harapnya sambil menangis kecil meratapi nasibnya.

Saat ditemui diruang kerjanya kepala Desa Jatiroto Mohamad Eko Wahyudi SHi membenarkan kejadian tersebut dan berusaha akan diusulkan bantuan,”katanya.

Di waktu yang sama mendatangi Kantor Kecamatan Kayen yang di temui Sekcam Sutarmuji dan Kasi Trantib Wahyu mengatakan,”akan berupaya mencarikan bantuan lewat prosedur kerja sama dengan desa dan intansi terkait,”ujarnya kepada JT7.

Dari pantauan  JT7 saat mendatangi di lokasi  mendapati seorang nenek tua renta   ibu dari Sutambah sedang mengumpulkan sisa puing-puing rumahnya rata dengan tanah. “mau memperbaiki tidak punya dana karena keluarga miskin,”ujarnya saat di tanya di lokasi kejadian.

Sebelumnya kondisi rumah tersebut sudah kondisi miring sejak diterjang banjir bandang pada Pebruari 2019.  Beruntung tidak ada korban jiwa lantaran nenek penghuni rumah tersebut    sudah mengungsi terlebih dahulu. Kerugian di taksir puluhan juta rupiah.

Dari warga selaku koordinator relawan masyarakat Sunti dan Suwono ikut menggelar kerja gotong royong untuk membersihkan puing-puing genting dan kayu yang berserakan.  Terlebih saat  kejadian juga di datangi oleh  Bhabinkamtibmas Polsek Kayen Supriyadi   dan satu anggota turut meninjau lokasi untuk melakukan pendataan.

Saat dihubungi lewat telp seluler Sutambah mengatakan,”mengharapkan bantuan pembuatan rumah. Selanjutnya nenek ibu korban (Sumi) dan  Sri wahyuni (anak) saat di mintai keterangan   mengharapkan bantuan dari pemeritah juga para donatur untuk pembuatan rumah supaya bisa ditempati ibu dan neneknya,”katanya sambil menteskan air mata.

Dari warga yang mengatasnamakan “Masyarakat Desa Jatiroto Peduli” juga ikut membantu untuk mencarikan dana peduli bencana rumah roboh dengan membukakan rekening untuk di kirim   atas nama Sutambah baru proses,”ujarnya. (tim jateng7/Pci).



Comments


EmoticonEmoticon

Related Post