Thursday, January 9, 2020

Banjir Bandang Melanda Kayen Kawasan Pegunungan Kendeng



foto/JT7. Banjir bandang menggenngi depan RSUD kayen setinggi lutut orang dewasa. Senin 06/01.

JATENG7.KAYEN - Banjir bandang melanda daerah pegunungan Kendeng di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.  Usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut   ketinggian air mencapai 50 cm atau kira-kira selutut orang dewasa.

Akibat intensitas curah hujan yang tinggi mulai pukul 17.00 hingga  20.00 Wib di wilayah Kecamatan Kayen telah terjadi banjir kiriman dari pegunungan Kendeng, sungai Ngalingan ke arah Sungai Sumbersari, Slungkep, Kayen sampai ke jalan  meluap hingga ke perumahan warga, Senin, 6/1/2020.

Pantauan jateng7.com di lokasi banjir, seorang warga Kayen mengatakan,”hujan deras mengguyur Kayen sejak  sore hampir satu jam lebih, pukul 19.30 WIB. Hingga kemunculan banjir bandang     kiriman dari pegunungan kendeng yang kian gundul.  

"Di sini hujan deras disertai angin kencang sejak jam 4 sore sampai jam 7 malam. Kemudian banjir datang pukul 19.30," katanya kepada jateng7.com Senin malam (6/1/2020).

Saat itu Danramil 04/Kayen beserta Kapolsek Kayen memantau lokasi langsung beserta anggotanya dan melaksanakan pendataan yakni, aliran sungai yang meluap antara Desa Sumbersari-Slungkep dan Kayen menggenang sampai di depan RSUD Kayen.

 Menurut data yang di himpun dari warga setempat, rumah yang terdampak banjir bandang adalah, Desa Slungkep, Sumbersari, Kayen  ketinggian air 10 - 20 cm. Sedangkan Desa Trimulyo,  Malangan terdampak luapan dari sungai Sompok ketinggian air 10 - 20 cm.  

Jalan yang tergenang diantaranya jalan desa Sumbersari, desa Slungkep, dari jembatan penceng menuju RSUD Kayen, alun alun Kayen ketinggian air 20 - 40 cm. Depan kantor Pos Kayen ketinggian air 20 - 30 cm.

Menurut keterangan Kapten Cba M. Zuhri Antoro Danramil Kayen bahwa banjir bandang dari pegunungan kendeng sudah mulai surut dan melintas di wilayah kayen diperkirakan 1 sampai 2 jam, sehingga air yang surut akan menyisakan material pasir, lumpur dan sampah,”ujarnya. 

“Air menggenang setinggi lutut, menurut keterangan warga sekitar air meluap akibat sungai disebelah selatan RSUD yang menampung kiriman dari Desa Sumbersari dan sekitarnya meluap sehingga dengan di tambah hujan debit air meninggi.

Hal tersebut juga berdampak pada pengunjung di rumah sakit dari dan masuk rumah sakit aksesnya menjadi terputus. Bahkan menurut warga yang mau mengantarkan keluarganya dirawat di RSUD Kayen harus rela  mogok mobilnya akibat terkena banjir akibat genangan air hujan tersebut.

Terpantau tim jateng7.com  saat menyambangi sampai pukul 22.00 Wib di lokasi, air belum beranjak surut. Tidak ada korban jiwa maupun materi, hanya akses di seputar RSUD Kayen terputu. Warga masih bersiap siaga apabila banjir bertambah tinggi. "Banjir ini hingga separuh ban motor ketinggiannya, ya ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Sementara itu di konfirmasi terpisah, Plt Kepala BPBD Pati, Hadi Santosa menjelaskan ketinggian air sekitar 50 centimeter. Titik banjir yang paling parah, kata dia, terjadi di pertigaan depan RSUD Kayen.

"Ini banjir bandang, tahunan seperti ini. Kemungkinan akan cepat surut. Pertigaan depan RSUD Kayen sampai 50 sentimeter. Kendaraan besar dan kecil masih bisa melintas," katanya. (tim jateng7/Hadi).



Comments


EmoticonEmoticon

Related Post