Monday, December 30, 2019

Staf Khusus Bupati Nonaktif HM Tamzil Punya Peran Kuat Dalam Penentuan Promosi Jabatan di Pemkab Kudus

Foto JT7. Sidang lanjutan  Bupati Nonaktif HM Tamzil   dugaan jual beli jabatan kembali digelar pada Senin (30/12) siang
JATENG7/SEMARANG   – Sidang lanjutan atas perkara dugaan jual beli jabatan yang dilakukan Bupati Nonaktif HM Tamzil kembali digelar pada Senin (30/12) siang. Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Sulistyono itu mendengarkan keterangan lima orang saksi. Saksi pertama yang diperiksa secara terpisah adalah Akhmad Shofian. Hal itu atas permintaan terdakwa Tamzil.

Selanjutnya empat saksi lainnya diperiksa secara bersamaan, diantaranya adalah Kepala Bagian Organisasi Setda Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kasubid Pengembangan Pegawai BKPP Kudus Hendro Muswinda, Plt Kepala BKPP Kudus Catur Widyatno, dan protokol Bupati Kudus Norman Rifki Dinanto.

Dalam keterangannya, Akhmad Shopian mengaku pernah meminta tolong kepada rekan kerjanya di Disdukcapil untuk membantu Karirnya. Diketahui jika rekan kerjanya itu menjadi ajudan Bupati Kudus.

Sementara menurut, Plt Kepala BKPP dan Kasubid Pengembangan Pegawai, Catur Widyatno dan Hendro Muswinda menyebut,” jika Agus Soeranto ( Staf khusus Bupati) memiliki peran kuat dalam penentuan promosi pejabat. “Agus Soeranto punya peran kuat dalam hal ini,” kata Catur Widyatno.

Diketahui jika Agoes Soeranto merupakan orang kepercayaan Tamzil dalam segala urusan, termasuk pembuatan draft daftar nama pejabat yang akan dimutasi dan promosi.  Selain itu juga terungkap jika pembuatan draft daftar tersebut dilakukan disalah satu hotel di Kudus atas inisiasi Agoes Soeranto serta ditemukan kuitansi atau bill pembayaran atas nama yang bersangkutan.

Sedang Staff TU Norman Rifki menjelaskan jika pihaknya dimintai tolong Agoes Soeranto untuk membawa sebuah tas untuk dibawa ke rumah dinas staf khusus Bupati. “Saya tidak terlalu memperhatikan, hanya Pak Agus tiba-tiba meminta tolang saya membawa tersebut ke rumah dinas. 

Selang setelahnya ada OTT. Belakangan terungkap jika tas tersebut berisi uang suap yang diserahkan kepada Bupati Nonaktif Tamzil,”pungkasnya. ( tim jateng7/Kust)

Comments


EmoticonEmoticon

Related Post