Saturday, November 2, 2019

Kwarran Kayen Gelar Lomba Tingkat II, Diduga Ada Indikasi Pungli Para Pedagang

foto.Camat Kayen, Drs.Didik Rusdiantorocara Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) buka acara lomba tingkat II di lapangan utama desa Kayen Kecamatan Kayen Kamis 24/10.
JATENG7.KAYEN - Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kayen mengadakan Lomba Tingkat (LT) II untuk Penggalang. Perkemahan LT II ini digelar selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (24-26/10), bertempat di Lapangan Desa Kayen Kecamatan Kayen kabupaten Pati Jawa Tengah. Yang di ikuti pelajar dari SD/MI dan SMP /MTS se Kecamatan Kayen.

Acara dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Camat Kayen, Drs.Didik Rusdiantoro dan di hadiri andalan cabang Pati dan sebagian dari mabigus, kakak pembina,  dan seluruh peserta lomba 20 pangkalan.

Dalam sambutanya Camat Kayen mengatakan, “lomba tingkat II merupakan bukti nyata keberadaan eksistensi kegiatan kepramukaan di Kecamatan Kayen. “Melalui kegiatan ini diharapakan generasi muda akan menjadi pribadi yang tangguh serta mandiri. Terlebih dengan digelarnya LT II ini, penggalang di Kwarran Kayen dapat mengukur kecakapannya, serta dapat mengikuti event lomba di tingkat yang lebih tinggi  bagi yang terbaik,” katanya.

Lomba tingkat II (LT II) ini  merupakan satu di antara sarana pendidikan bagi Pramuka. Segala aktivitas lomba dikemas dalam bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan penuh tantangan di alam terbuka, yang mencerminkan prinsip-prinsip dasar kepramukaan yang diselaraskan dengan alam lingkungan.

“Kegiatan yang bersifat lomba merupakan salah satu alat pendidikan yang efektif dalam merangsang dan memotivasi peserta untuk berprestasi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran Gerakan Pramuka.  Berlomba dalam Gerakan Pramuka bukan untuk menang-menangan, tetapi yang lebih penting adalah untuk meningkatkan ketahanan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik peserta,” katanya.

Karena lomba tingkat II merupakan ajang kompetisi dan evaluasi, kualitas hasil pembinaan anggota Gerakan Pramuka golongan penggalang yang dilakukan selama ini, maka seluruh pangkalan SD/MI dan SMP/ se-Kecamatan Kayen berperan serta dalam kegiatan ini,”pungkasnya.

Disela-sela kegiatan gerakan Pramuka tersebut terdapat keluhan bagi para pedagang kepada tim News Metro.co saat berada dilokasi kegiatan. Dalam aduanya, pedagang merasa terbebani dengan penarikan dana yang dilakukan oleh panitia kemah tanpa ada konfirmasi sebelumnya.

Dengan nada kesal dan kecewa atas tindakan panitia yang melakukan penarikan terhadap para pedagang yang dinilai memberatkan. Pasalnya, pedagang mengaku sepi tidak mendapatkan keuntungan karena kurangnya peserta yang mengikuti acara kemah yang digelar oleh Kwarran tersebut.

Saat ditanya, para pedagang mengaku,  tidak mengetahui kalau pesertanya sedikit. Awalnya mau di kenakan biaya sesuai yang ditentukan panitia karena acuan tahun lalu pesertanya lebih banyak dan hasilnya bisa dibilang lumayan. “Awalnya saya tidak tau kalau pesertanya sedikit. Jadi dikenakan biaya segitu juga mau saja,”kata pedagang.

Dari pantauan NM,  daya jual para pedagang sangat minim bahkan ada yang mengatakan,” satu hari satu malam mendapat Rp.20 rb. Semua pedagang pada kecewa dan para pedagang  minta kembali separo dari dana yang masuk ke panitia penyelenggara.

Menurut keterangan saksi yang dihimpun dari beberapa pedagang yang di temui NM yakni, Daryono berasal dari desa Kayen, Saini dari Desa Rogomuyo, Mad dari desa Trimulyo, Sarman dari  Kudus, Purwanto Jenggot dari Kayen, Karmi dari Kayen, mengaku  ,”dikenai dana dari kisaran tertinggi Rp.125 rb,  Rp.100 rb,  terendah Rp. 50 rb per-kapling, sesuai tempatnya,”akunya kepada NM.

Saat disambangi, sekretaris panitia kemah Purwanto menjelaskan,” jumlah peserta yang mengikuti kemah  rencana ada 54 pangkalan, yang hadir hanya 20 pangkalan. dan jumlah panitia kemah ada 15 personil. Untuk kebutuhan dana mencari dana talangan dulu, sementara dana yang dibutuhkan Rp 21 juta,”ujarnya kepada NM dilokasi kegiatan.

Sementara  tim NM menyambangi Camat Kayen yang di temui Wahyu selaku kasi trantib diruang kerjanya, setelah mendengar informasi penarikan dana tambahan dari para pedagang itu langsung menuju ke lokasi kemah mewakili camat selaku mabiran untuk ngecek kebenarannya .

Hal ini juga diakui oleh Sodig dan Jamian yang bertanggung jawab sebagai seksi kemah saat dimintai keterangan membenarkan adanya penarikan dana dari para pedagang. Hal ini sudah ada kesepakatan dari para pedagang  yang diwakili beberapa orang. Hasil penarikan dana tersebut masuk Rp,3.550.000  bahkan ada pedagang yang baru bayar separo ,”akunya kepada NM.

“Dana tersebut di gunakan untuk membantu pelaksanaan kemah. Karena dana yang di butuhkan 21 juta. Sumber dana berasal dari peserta kemah, sementara pesertanya kurang dari yang diharapkan. Sehingga kebutuhan dana berkurang dan harus mencari dana lain termasuk para pedagang melalui kaplingan yang di buat panitia,”imbuhnya.

Sementara tim NM mendapatkan draf anggaran lomba tingkat II ke I Kwartir Ranting 17 Kecamatan Kayen Tahun 2019. Dana bersumber dari 54  pangkalan dari SD/MI se kecamatan Kayen berjumlah 40,  5 SMP  dan 9 MTs. Tiap masing-masing sekolah dikenai biaya 450.000 dan jumlah total 24.300.000. Sesuai perencanaan dari jumlah dana masuk tersebut dikeluarkan hingga sisa 0 rupiah yang ditandatangani oleh ketua Panitia Amran Himawan,S.Pd mengetahui ketua Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kayen H.Sudarman, S.Ag.,MM.

Saat di temui diruang kerjanya, Camat Kayen selaku mabiran mengatakan,” pelaksanaan kemah tidak pernah di undang rapat oleh Kwarran. Menjadi pembina upacara itupun diundang melalui tlp secara mendadak oleh sekertaris Purwanto. Terkait penarikan dana para pedagang itupun tidak mengetahuinya,”akunya.

Camat berharap panitia cepat mengadakan rapat pertanggungjawaban kemah untuk mensikapi dan evaluasi kekurangan kegiatan tersebut. Harapanya kedepan tidak terulang dan supaya lebih semarak dan lebih baik.  Panitia kemah untuk tahun yang akan datang semua para mabigus ada dukungan sehingga program kegiatan kwaran lebih baik,”khususnya  para pramuka,”pungkas Camat. (tim jateng7/ Peci)


Comments


EmoticonEmoticon

Related Post