Thursday, November 28, 2019

Kolaborasi dengan Pemda, Bea Cukai Kudus Dorong Expor IKM Jepara

       Foto/J7.Dwi Prasetyo Rini Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi ( PLI ) Bea Cukai Kudus

Jateng7.Kudus. Komitmen bersama antara Bea Cukai Kudus dan Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mendorong ekspor diwujudkan dengan diadakannya sosialisasi pada hari Rabu (27/11). Bertempat di Pendopo Kabupaten Jepara, sosialisasi yang bertajuk Sarasehan Dalam Rangka Pengembangan Ekspor Impor Bagi Pelaku Usaha ini, dihadiri oleh para pengusaha di wilayah Jepara.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Jepara yang diwakili oleh Mulyaji, SH, MM selaku Asisten II Setda Jepara mengatakan bahwa 60% dari 1,2 juta penduduk Jepara merupakan pelaku usaha dan tenaga kerja yang didominasi di tiga sektor yaitu perindustrian, perdagangan, dan pertanian. "Dengan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Jepara yang dimotori oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Bea Cukai akan memberikan informasi untuk mendorong ekspor, yang tentunya juga akan menyejahterakan penduduk Jepara.", ungkap Mulyaji.
Hadir sebagai narasumber, Dwi Prasetyo Rini selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi mengenalkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil Menengah (KITE-IKM). Manfaat dari fasilitas KITE-IKM yaitu pembebasan bea masuk serta tidak dipungutnya PPN dan PPnBM saat mengimpor bahan baku, mesin, atau barang contoh. "Hal ini dapat memangkas biaya produksi dan meningkatkan daya saing perusahaan di kancah internasional.", jelas Rini.
Pada kesempatan kali ini, hadir pula narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Wilayah Jepara didominasi oleh industri yang bergerak di bidang furniture, yang merupakan produk kayu. Semua kayu dari hutan wajib menjalani verifikasi legalitas yang terintegrasi dalam Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SLVK). Peran Kementerian LHK disini untuk memastikan produk kayu dan bahan baku diperoleh atau berasal dari sumber yang asal-usul dan pengelolaannya memenuhi aspek legalitas.
Antusias pelaku usaha terhadap fasilitas KITE-IKM begitu tinggi. Tidak sedikit pengusaha yang tertarik untuk memanfaatkan fasilitas ini. “Terima kasih kepada Bea Cukai atas dukungannya untuk meningkatkan ekspor. Selanjutnya saya akan berkonsultasi dengan Bea Cukai Kudus karena saya tertarik dengan fasilitas KITE-IKM ini.”, ungkap Latifah, salah satu pelaku usaha.
Bea Cukai Kudus dengan menggandeng dinas terkait di setiap pemerintah kabupaten di wilayah eks-Karesidenan Pati, akan terus melakukan upaya-upaya untuk menggali potensi dan mendorong ekspor industri. Dengan ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri di pasar mancanegara dan mampu meningkatkan perekonomian nasional serta menyerap banyak tenaga kerja.( Koes )
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post