Monday, October 21, 2019

Meski Dafa Sudah Tiada, Bantuan Dana Untuk Penderita Kanker Darah Warga Jatiroto Kayen Masih Mengalir

 Foto JT7. Suasana duka saat pemberangkatan jenazah  Dafa setelah berjuang melawan kanker darah
JATENG7.PATI – Simpatisan  warga desa Jatiroto dan sekitarnya  pasca meninggalnya  Dafa, meski sudah 7 harinya masih rame mengunjungi  rumah duka.  Suasana duka yang mendalam di selimuti rasa sedih yang masih dirasakan oleh Yuniati (34) warga dukuh Pucang turut Desa Jatiroto RT 04/05 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Atas  kehilangan putra satu satunya yang ia miliki yakni “Dafa Riski Budiono” (7) meninggal dunia saat berjuang melawan kanker darah/Leukimia.

Meski sudah dilakukan pengobatan, anak  yang akrab dipanggil  Dafa baru duduk di bangku  Kelas 1 SD Jatiroto 02, Putra tunggal pasangan Yuniati-Supriyanto menghembuskan nafas terakhir  di RS Karyadi Semarang , Sabtu 12/10/2019. kemarin. Akibat dari kematian Dafa, menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, orang tua bahkan teman sebaya.  Lebih-lagi, sebelum meninggalnya Dafa, lebih dulu ditinggal pergi  oleh seorang ayah (Supriyanto) saat merantau yang baru satu tahun meninggal.

Singkat cerita, selama pengobatan di RS Karyadi, semula Dafa di daftarkan dengan memakai  BPJS dirawat di Ruang IGD. Namun karena waktu yang menentukan, pasien tidak bisa memakai BPJS lantaran tidak bisa memenuhi saratnya sebagai pasien BPJS. Pasien terpaksa harus berobat dengan masuk sebagai pasien umum,”ujar keluarga kepada tim News Metro.

Saat di temui  keluarga pasien menjelaskan, ”semula pasien mendaftar memakai BPJS.  Satu hari kemudian setelah pasien masuk rawat inap, pihak  RS Karyadi menanyakan BPJS sebagai sarat yang di ajukan. Lantaran BPJS baru diurus dan masuk daftar  1 Oktober 2019, dan BPJS tersebut baru bisa aktif 15 Oktober. Sehingga kartu BPJS tersebut tidak bisa di gunakan untuk mengurus sebagai Pasien BPJS. Sedangkan dari RS Karyadi hanya bisa membatasi setor BPJS tiga hari. Selebihnya harus masuk pasien umum,”kata keluarga pasien kepada tim NM saat di mintai keterangan.
 
Foto/JT7. Kondisi Dafa kritis saat di rawat di ICU RS Karyadi Semarang
Menurut keterangan keluarga, “penyakit yang diderita Dafa adalah Kanker darah/leukimia dan  menjalani pengobatan di RS Umum Pusat Dr. Kariadi, Semarang di ICU. Dan harus menjalani operasi sumsum tulang belakang. Biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp 100.000.000,”ucapnya kepada NM.

Karena pasien ini tergolong keluarga kurang mampu,  atas petunjuk dari tim News Metro  harus dilakukan  penggalangan dana melalui FB/Watsap kepada semua element masyarakat dimanapun berada. Walhasil, dana bantuan ternyata mengalir baik diserahkan secara langsung tunai maupun lewat rekening.

Tercatat sumbangan dana masuk berasal dari para pejabat, tokoh masyarakat dan  masyarakat yang mengatasnamakan “masyarakat desa Jatiroto peduli”,  bahkan warga lain desa turut membantu sebelum Dafa meninggal dan kondisi masih dalam perawatan di RS Karyadi Semarang.

Dari pantauan tim News Metro, penggalangan dana tercatat banyak dari kalangan pejabat diantaranya,”Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sudewo DPR RI,  Wabup Pati (Safin), Dispira Pati, H.Hardi anggota DPRD Pati, Polda Sulawesi Selatan, Ibu Persid kodim Pati, Koramil Kayen, Puskesmas Kayen, Paguyuban Bidan, warga Dukuh Pucang Jatiroto Peduli, Kacang Garuda Pati, Camat Kayen, Kepala Desa Jatiroto, Pemdes  Jatiroto, Basnas Pati, Pemuda Ansor, dan donatur dari  desa lain.

Sebelum meninggalnya Dafa,  dana terkumpul Rp,27.000.000 tunai diserahkan langsung kepada keluarga pasien dan masuk melalui rekening terkumpul 13.700.000. jumlah total 40.700.000. Dana tersebut untuk biaya pengobatan dan operasional saat di RS Karyadi Semarang.

Meski sudah di upayakan penggalangan dana untuk pengobatan dan operasi bedah pada otak belakang yang diderita oleh Dafa, yang Maha Kuasa berkehendak lain. Dafa Riski Budiono menghembuskan nafas terakhir menghadap pada sang Ilahi Robbi pada hari Sabtu 12/10/2019 di RS Karyadi Semarang sore jam 17.20.WIB.  

Terhitung 7 hari sejak meninggalnya Dafa, kondisi orang tua masih lemas tak berdaya lantaran bersedih yang berlebihan.  Sehingga turut berduka dari warga setempat dan  pejabat datang mendoakan dan menasehati agar suasana duka berkurang dan tabah dalam menghadapi kesedihanya itu. Turut hadir untuk memberikan doa di waktu 7 harinya adalah Camat Kayen Drs.Didik Rusdiarto bersama istri dan Kepala Desa Jatiroto Eka Wahyudi, Ketua Banser Desa Jatiroto , Pemuda Anshor dan Baznas.

Di laporkan keluarga saat tim News Metro menyambangi di rumah duka, “bahwa sampai saat ini waktu 7 hari meninggalnya Dafa,  sumbangan dana masih bertambah lagi. “ Kini bertambah   sumbangan lewat rekening sejumlah Rp,30.381.000.  Jadi hasil dana yang diterima dengan tunai untuk keluarga Dafa berjumlah Rp,73.000.000.

Sampai  berita ini di tulis menyebutkan,”bahwa pendapatan dana sumbangan sebelum dan sesudah Dafa meninggal  total 106.081.000. Dana tersebut selain di gunakan untuk biaya pengobatan dan pemakaman, selebihnya untuk kebutuhan sehari - hari orang tua Dafa  karena tidak punya mata pencaharian.

Sementara keluarga korban yang di wakili oleh Suparjo (56) kakek Dafa melalui media News Mentro.co menyampaikan,”ucapan banyak terima kasih kepada semua donatur  serta  para pejabat  penyandang dana, serta organisasi masyarakat lainya yang peduli membatu meringankan beban keluarga kami,”ujarnya kepada para donatur dimanapun berada.

Harapanya sumbangan dana tersebut digunakan sebaik baiknya dan berguna untuk memenuhi kebutuhan keluarga Dafa yang ditinggalkan. Dengan iringan doa, semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT, mendapatkan tempat yang layak dan di ampuni segala dosanya dan meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Aamiin. (tim jateng7/Peci).


 














Comments


EmoticonEmoticon

Related Post