Thursday, September 12, 2019

Terserang Meningitis Otak, Raffasya Butuh Bantuan



foto/jt7. seorang ibu tengah menggendong Raafasya penderita selaput otak/meningitis
Kemiskinan selalu saja membawa kisah sedih bagi masyarakat Tanah Air. di dukuh Ngeluk desa Panjunan Pati, seorang anak dari keluarga tak mampu menderita lumpuh akibat terjangkit radang selaput otak atau meningitis.


Penderita meningitis itu adalah Raffasya Arka Arasyid putra sulung dari sebuah keluarga miskin ini kini hanya dapat terbaring lemah tanpa dapat merasakan keceriaan layaknya seorang bocah yang sehat. 

Raffasya Arka Arasyid (1,5) tidak lagi ceria dan lincahini anak dari pasangan Karim dan Ana, penduduk dukuh Ngeluk desa Panjunan Kecamatan Pati Kota Kabupaten Pati, menyisakan kepedihan dengan keberadaan anaknya yang dinyatakan terkena sakit meningitis otak, serta gizi buruk.

Menurut Ana ibu dari Raffasya saat di sambangi tim Jateng7.com  menuturkan, bahwa sekitar empat bulan lalu, Raffasya Arka Arasyid masih terlihat lincah dan sering bermain. Namun keadaannya sekarang sangat mengenaskan, dan mirisnya kondisi badanya  hanya tinggal kulit dan tulang,”ujarnya sedih.

Suatu hari, menjelang Hari Raya Idhul Fitri lalu, Raffasya, begitu bocah mungil ini biasa dipanggil, jatuh sakit. Badannya sampai menggigil, bahkan sampai kejang-kejang. Lalu oleh orangtuanya, Raffa dibawa ke rumah sakit. Beberapa hari dirawat, kondisi  Raffa semakin menurun.

Kemudian berdasar hasil pemeriksaan dokter, Raffa dinyatakan mengidap penyakit meningitis otak, dan gizi buruk. Dokter juga menyarankan segera ada tindakan operasi. "Raffa memang sangat memerlukan bantuan" kata ketua PMI Pati, H Sugiyono SIP MM, Rabu (11/9).

Kondisi ekonomi pasutri Karim/Ana yang tidak memungkinkan, mereka memilih  membawa pulang dan merawat Raffa dirumah. Setiap malam, Raffa selalu merengek menangis, lantaran menahan rasa sakit, dan  badannya yang terlihat kaku. Sebagai ayah, ia ingin berbuat banyak demi kesembuhan anaknya. Namun penghasilannya sebagai buruh serabutan, maka tidak heran jika dia dengan istrinya, setiap malam hanya bisa menangis.

Melihat  kondisi anaknya yang semakin memburuk tersebut, membuat  tubuh Ana ikut kurus. Sebagai ibu, dia hanya bisa menyedekahkan kasih sayang dan tangis untuk Raffa. Karena dia, hanyalah sebagai ibu rumah tangga. "Saya  hanya bisa berdo'a. Mudah-mudahan Raffa sembuh" tuturnya Ana sambil menyeka air matanya. (tim Jateng7.).




Comments


EmoticonEmoticon

Related Post