Sunday, September 15, 2019

Pengajian Dalam Rangka Prosesi Salin Luwur dan Haul Ke-395 Kanjeng Sunan Muria di Kudus


Foto.jt7. Pengajian dalam rangka  salin luwur haul kanjeng sunan Muria ke 395 di Colo Kudus, Sabtu (14/9)
Jateng7.Kudus  - Suasana khusyuk terasa para peziarah di Makam Sunan Muria yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Saat ini bertepatan dengan prosesi Salin Luwur dan Haul ke-395 Kanjeng Sunan Muria atau Syekh Raden Umar Sa'id. Banyak warga berdatangan ke lokasi, guna ikut serta memperingati hari tersebut.

Saat tim jateng7.com menyambangi, terpantau di lokasi, selama dua hari Sabtu - Minggu 14-15 ini banyak warga berdatangan dari berbagai tempat untuk berziarah sekaligus mendoakanya. Mereka  berjubel memenuhi tiap sudut jalan menuju makam. Kegiatan   tiap tahun ini diadakan oleh Yayasan Masjid Makam Sunan Muria (YM2SM).

Kegiatan pengajian ini dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai daerah di Kudus dan sekitarnya. Serta dihadiri pula oleh Habib Muhammad bin Husein bin Anis Alhabsyi dari Solo, Habib Umar bin Ahmad Muthohar dari Semarang.

Rangkaian acara yang telah di susun oleh panitia diantaranya dengan bacaan Alquran, tahlil, sambutan, sholawat dan mauidoh khasanah, dan lainnya.

dalam sambutan ketua panitia Sukadi mengatakan, "kegiatan ini merupakan prosesi Salin Luwur dan Haul Sunan Muria yang ke-395. Kami mengucapkan"terima kasih kepada seluruh alim ulama, para kiai dan jamaah yang hadir di majlis pengajian dalam rangka Salin Luwur dan Haul Sunan Muria yang ke-395," kata Sukadi dalam sambutannya.

Acara ini, kata dia, diadakan sejak bulan kemarin hingga sekarang. "Atas nama panitia, kami minta maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam menyelenggarakan acara ini," tambah dia.

"Semoga tawasul kita di makam Sunan Muria ini mudah-mudahan dikabulkan Allah SWT dan diberikan keselamatan, juga berkah rizkinya," ucapnya.

Habib Umar bin Ahmad Muthohar dalam ceramahnya mengingatkan agar masyarakat terus memuliakan para waliullah. "Memuliakan para wali itu akan mendapat keberkahan," imbuh dia.




Habib juga mengajak warga untuk tidak sekalipun merendahkan orang lain. "Wali itu masih ada,"kata Habib. "Akan tetapi di zaman sekarang ini wali itu tidak terlihat dan tidak ada yang membatasi siapa yang menjadi wali. Makanya kita jangan sekali-kali merendahkan orang lain," ungkapnya.

Suasana para peziarah dengan khusuknya berdoa di makam kanjeng Sunan Muria.
 Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat, seperti Ketua YM2SM Abdul Manaf, KH Salman dari Colo, Perhimpunan Pemangku Makam Auliya (PPMA se-Jawa), hingga masyarakat Desa Colo dan sekitarnya.

Sementara itu, akses menuju lokasi terjadi kepadatan dibanding hari biasa. Sebab jalan raya menuju Terminal Colo, terlihat tersendat. Beberapa bus pengangkut peziarah terpaksa berhenti di tengah jalan. Sementara para penumpangnya tidak sedikit yang memilih berjalan kaki sembari mencari ojek sepeda motor.

Prosesi salin luwur yang di lakukan oleh Yayasan Makam Sunan Muria Minggu 15/9. 
Ketersendatan terjadi dari dua arah. Pantauan di lokasi, antrean kendaraan yang mengular mencapai sekitar 1 km. Bus-bus peziarah tidak hanya berhenti di Terminal Colo, tapi banyak juga yang berhenti di tepi jalan. Termasuk di depan rumah warga setempat.

Musrini, staf UPTD Pengelola Objek Wisata Colo saat di mintai keterangan, "menjelaskan hari ini terjadi kepadatan peziarah Makam Sunan Muria,"Ya betul. Karena kebetulan Haul Kanjeng Sunan Muria jatuh pada hari Minggu," kata Musrini dikonfirmasi jateng7.com.

Dia menerangkan pula, pada haul ini bertepatan pula dengan akhir pekan. Sehingga terjadi peningkatan pengunjung hampir 75 persen dari hari biasa. Yang tahun ini kebetulan jatuh pada Sabtu malam hingga Minggu. Ada peningkatan hampir 75 persen dari hari biasa.
Kalau tahun kemarin, haulnya jatuh pada hari biasa sehingga peningkatannya cuma sekitar 40 persen," imbuh dia.

"Untuk hari Minggu ini kemungkinan peningkatan bisa sampai 100 persen," bebernya .
( Tim jateng7/Kus)
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post