Friday, September 20, 2019

Kinerja Pejabat Eselon II Pemkab Pati Dievaluasi, 14 kepala OPD Mengikuti Uji Kompetensi

14 kepala OPD Pemkab Pati mengikuti uji kompetensi, Jumat (20/9/2019).

Jateng7.Pati - Setiap Lima tahun sekali kinerja pejabat eselon II dilaksanakan penilaian kompetensi dan evaluasi kinerja pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pati tahun 2019 di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati. Sebanyak 14 kepala OPD mengikuti uji kompetensi, Jumat (20/9/2019).
foto bersama kepala OPD Pemkab pati usai ikuti  tes JPT Pratama maupun uji evaluasi.
Hadir dalam acara penilaian tersebut, Bupati Pati, Wakil Bupati Pati, Sekda Pati, Kepala Bappeda Pati serta tim assesment dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Pada kesempatan itu Bupati Pati Haryanto memberikan arahannya, intinya,”bahwa kegiatan semacam ini bagi kepala OPD di Kabupaten Pati bukanlah hal yang asing lagi. Sebab, kegiatan seperti ini telah dilakukan berkali - kali. Baik tes JPT Pratama maupun uji evaluasi.

"Kalau kepala daerah itu  diujinya setiap lima tahun sekali dan yang milih rakyat. Sedangkan kepala OPD, sama maksimal lima tahun namun melalui evaluasi dulu. Serta berdasarkan hasil assesment dan juga uji kompetensi yang telah dilakukan. Sebanyak 14 kepala OPD mengikuti uji kompetensi tersebut,” ujar Bupati.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) tahun ini bekerjasama dengan tim dari Undip Semarang. "Ini juga berguna untuk mengetahui dimana kepala OPD bertugas, serta kinerjanya sudah tepat apa belum. Meskipun selama ini saya sudah menerima laporan - laporannya, namun ini dalam rangka mengetahui pekerjaan serta kemampuan maksimal mereka", tegasnya.

Bupati menyebut, dengan adanya kegiatan ini, pihaknya dapat mengetahui kompetensi para pejabat secara akurat.  Uji kompetensi ini juga sudah mendapat rekomendasi dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Kalau di periode-periode terdahulu belum ada semacam ini, bisa langsung tunjuk. Namun sekarang berbeda, harus dimintakan rekomendasi dulu kepada KASN, serta dilaksanakan assesment. Jadi hasil dari pansel ini bagaimana", imbuhnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa jabatan tinggi pratama merupakan posisi untuk membantu tugas kepala daerah dalam merumuskan kebijakan. Oleh sebab itu harus benar - benar detail memahami. "Kenapa, sebab kalau tidak demikian, program - program maupun visi misi dari kepala daerah tidak akan bisa tercapai", imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pansel, Sekda Pati, Suharyono menambahkan, “uji kompetensi ini dilakukan selama dua hari, yaitu 20-21 September 2019. Hari pertama dengan agenda evaluasi dan assesment, sementara hari kedua dilakukan tes wawancara.

"Untuk itu, Dekan Fisip Undip yang juga selaku ketua tim assesment agar dapat memberikan arahannya kepada para peserta uji kompetensi", pungkasnya. (tim jateng7.Kus).
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post