Monday, September 9, 2019

Kerasnya Musim Kemarau di Blora Warga Rela Pikul Air Hingga 3KM

Jateng7. Blora -  Kesulitan mendapatkan air bersih benar-benar dirasakan warga Dusun Kedunglo Desa kedungrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Warga di kawasan ini harus rela memikul wadah air hingga sejauh 3 kilometer dari rumahnya.
Warga ngangsu ke desa lain sejauh 3 KM demi mendapatkan air bersih.

“Ya harus dipikul mas, soalnya ngambil airnya di sumur tengah sawah. Ga mungkin pakai motor,” ucap Suparlan (40) warga setempat, Senin (09/09).
Foto/Jt7.W desa Kedungrejo pikul air sejauh 3 km 
Hal yang sama dikatakan Tamini (55) seorang ibu rumah tangga di Dusun Kedunglo yang setiap hari rela mengambil air hingga dua kali, pagi dan sore. Wanita ini mengaku, musim kemarau tahun ini cukup berat dirasa.

“Sudah sejak Agustus lalu. Ya sama juga, mikul. Kalau ga ngangsu (mengambil air), dapat air dari mana?,” katanya dengan nada getir.

Diketahui bersama, sejak pertengahan Juni lalu, kekeringan di Blora telah terasa. Pemerintah Kabupaten Blora, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menggelontorkan 573 tanki air bersih ke desa-desa.

Dengan hanya 4 kendaraan pengangkut air, BPBD mendistribusikan air secara bergilir ke 145 desa yang mengalami kekeringan. 

Kondisi ini mendorong pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air.

Tak hanya pemerintah, badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkab Blora PT BPE ikut turun tangan membantu penyaluran air bersih di sejumlah titik. Satunya di Dusun Kedunglo yang juga mengalami krisis air. 

“Kita mulai dari Dusun Kedunglo, nantinya akan bergerak ke lokasi lain sesuai dengan data yang masuk. Jumlahnya kita sesuaikan, tiap tanki yang kita distribusikan berkapasitas 5 ribu liter air bersih,” jelas relawan distribusi air bersih, Munip Fawaidi di sela kegiatan sosial tersebut. (Tim /Jt7)

Comments


EmoticonEmoticon

Related Post