Thursday, February 6, 2020

Secara Simbolis, Bupati Pati Serahkan 105 Unit Bantuan CSR Untuk Penanganan RTLH

foto JT7. Bupati Pati berikan sambutan dalam pelaksanakan penyerahan CSR dari Bank Jateng untuk bantuan RTLH di Pendopo kab.Pati 

 JATENG7.PATI - Secara simbolis Bupati Pati Haryanto  menyerahkan 105 unit bantuan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng. Dalam  penyerahan bantuan tersebut  yang tergabung dalam 14 Pokmas yang berasal dari 6 kecamatan dan 7 desa, di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (6/2/20).

Acara penyerahan RTLH   dihadiri oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) , Sekda Pati Suharyono, Forkompimda, para Kepala OPD, dan Direksi Bank Jateng.

Dalam sambutanya, Bupati Hariyanto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dirut Bank Jateng melalui Direktur Operasional dan Digital Banking Bank Jateng Rahadi Widayanto. “Baru saja kita laksanakan penyerahan CSR dari Bank Jateng untuk bantuan RTLH tahun 2019. Agak mundur, karena banyaknya kegiatan yang  akhirnya tertunda dan baru diserahkan tahun 2020 ini”, jelas Haryanto.

Menurut Bupati, bantuan tahun ini nilainya cukup besar namun setelah dibagi-bagi kepada penerima, jumlahnya hanya Rp 15 juta per KK. “Tentu kalau digunakan untuk membangun atau merenovasi rumah yang layak huni masih kurang.

Untuk itu harus ada kepedulian, terutama  kepada camat yang warganya menerima bantuan harus berupaya memotivasi,  Kades dan masyarakatnya juga turut bergotong-royong membantu”, tutur Bupati.

Pemerintah setiap tahunnya juga memberi bantuan RTLH,  dari tingkatan pusat hingga Pemda. “Untuk bantuan Pemkab, meskipun jumlah penerimanya tidak banyak  tetapi nilai bantuannya ada yang sampai  Rp 50 juta per KK. Satu Kecamatan paling banyak 3 rumah karena memang terbatas”, ujar Bupati.

Sementara itu, yang dari provinsi,  jumlahnya  tidak banyak, hanya sekitar Rp 10 juta per KK. “Adapun dari pusat nilainya sama Rp 10  juta per KK, hanya saja diwujudkan dalam bentuk material”, imbuh Haryanto.
Foto/JT7. Secara simbolis Bupati Pati Haryanto  menyerahkan 105 unit bantuan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Pendopo Kabupaten Pati. Kamis (6/2/20).
Oleh karena,  bantuan tersebut harus cerdas pengelolaannya agar benar-benar bisa bermanfaat. “Bank Jateng ini kita dukung dengan penyertaan  modal dari masing-masing pemerintah, baik provinsi  atau pemerintah daerah. Kita support dengan penyertaan modal karena setiap tahun kita juga mendapatkan deviden untuk pendapatan daerah yang nilainya juga cukup lumayan”, terang Haryanto.

Penyertaan modal itu bukanlah hal yang berlebihan sebab penyertaan modal tidak akan hilang bahkan CSR-nya bisa kembali diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kegiatan semacam ini atau yang lain,”pungkas hariyanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pati Dadik Sudarmadji dalam laporanya menyampaikan,”bahwa berdasarkan data yang ada, sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Pati 2017-2022, jumlah RTLH di Kab Pati mencapai 33.278 unit.  Hingga saat ini (Data akhir 2019), menurut Dadik,  RTLH telah berkurang 5.122, sehingga posisi awal 2020 ini masih menyisakan RTLH sebanyak 28. 156 unit.

“Adapun penanganan yang dilakukan meliputi tiga hal yakni , Pertama penanganan RTLH dilakukan oleh berbagai pihak dan tingkatan pemerintahan, mulai dari Pemerintah Pusat, Daerah (Provinsi/Kab/Kota), hingga Desa, BAZNAS serta sektor swasta dan institusi lainnya, termasuk BUMN/BUMD melalui CSRnya”, jelas Dadik.

Kedua, imbuh Kepala Disperkim, kegiatan penanganan RTLH pada dasarnya meliputi dua jenis, yaitu : PK (Peningkatan Kualitas) dan PB (Pembangunan Batu).  Ketiga, pada Tahun 2020 rencana penanganan RTLH di Kabupaten Pati yang difasilitasi oleh Disperkim Pati, antara lain yang bersumber dari APBD Kabupaten Pati sebanyak 47 Unit (20 PK, 27 PB).

Kemudian yang bersumber dari APBD Prov Jateng (Bankeupemdes) sebanyak 537 unit, dari APBN melalui DAK untuk Lokasi Kumuh sebanyak 180 Unit (155 PK, 15 PB), serta yang bersumber dari APBN melalui kegiatan Satuan Kerja Nonvertikal Tertentu (SNVT) Prov insi Jateng / Ditjen Rumah Swadaya Kementerian PUPR sebanyak 630 Unit (semuanya PK) .

Sementara itu, penanganan RTLH oleh BAZNAS ditargetkan sebanyak 80 unit dan Penanganan RTLH oleh CSR Bank Jateng sebanyak 105 unit (semuanya PK).

“Adapun data Calon Penerima Bantuan ( CPB ) CSR Bank Jateng yang diusulkan meliputi jumlah CPB sebanyak 105 KK, yang tergabung dalam 14 Pokmas, dan menyebar di enam kecamatan dan 7 desa, yaitu Desa Pakem Kecamatan Sukolilo, Desa Tambahagung Kecamatan Tambakromo,  Desa Tambaharjo Kecamatan Tambakromo , Desa Babalan Kecamatan Gabus , Desa Bodeh Kecamatan Pucakwangi, Desa Soneyan Kecamatan Margoyoso , dan Desa Gerit Kecamatan Cluwak “, jelas Dadik.

Sementara itu, untuk jumlah bantuan senilai Rp 15 juta/ unit (Total Bantuan Rp. 1,575 Milyar, saat ini menurut Kepala Disperkim, dana bantuan tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing Pokmas. (tim jateng7/Koest)

Wednesday, February 5, 2020

BPS Pati Gelar Rakor Sensus Penduduk 2020 Gunakan Sistem Online

  Rakor Sensus Penduduk 2020  yang dihadiri Bupati Pati, Sekretaris Daerah, perwakilan Kodim dan Polres serta camat, Kepala sekolah SMA sederajat, para instansi terkait   di Pendopo Kabupaten Pati.  , Selasa (4/2/2020).
JATENG7.PATI - Rapat Koordinasi Sensus Penduduk yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Pati di Pendopo Kabupaten Pati. Hadir dalam rakor tersebut, Bupati Pati, Sekretaris Daerah, perwakilan Kodim dan Polres serta camat, Kepala sekolah SMA sederajat, para instansi terkait, Selasa (4/2/2020).

Bupati Pati Haryanto sekaligus membuka rakor menyampaikan,”bahwa Sensus Penduduk ada di setiap kelipatan tahun yang angka belakangnya nol, misal 2010, 2020. Dan Ini bukan merupakan hal yang baru. Sebab dalam sensus penduduk, yang baru ialah sistemnya, yaitu online dan offline.

"Semua hadir diundang dalam rangka mensosialisasikan kepada warga masyarakat serta lingkungan terkait. Begitu pentingnya sensus penduduk ini mengingat bahwa data yang ada sangat penting", ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa dengan sensus ini, pihaknya dapat mengetahui data tentang kemiskinan, pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan seterusnya. Para peserta yang hadir dalam rapat koordinasi ini diharapkan dapat memfasilitasi apa yang menjadi tugas BPS saat melakukan sensus di lapangan.

"Dengan sistem online bisa dipacu di bulan Februari 2020, karena memang kita yang butuh. Sedangkan apabila masih kurang, dapat dipacu melalui sensus secara wawancara. Semoga apa yang menjadi harapan pemerintah pusat agar benar - benar dapat dilaksanakan secara akurat," harapnya.

Sekalipun ini setiap sepuluh tahun sekali ini dilakukan, lanjut Bupati, harus tetap dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai justru karena petugasnya sudah hapal lingkungan sekitar, malah jadi menggampangkan. Terlebih apabila mendapat bagian survey di daerah yang jauh.

"Meskipun ini tugas vertikal, bersama - sama kita mendukung serta tetap memberikan perhatian agar program pemerintah dapat berjalan dengan lancar", imbaunya.

Sementara itu, Kepala BPS Pati Anang Sarwoto membenarkan bahwa dalam sensus penduduk 2020 ini terbagi menjadi 2 sistem. Yaitu secara online dari tanggal 15 Februari sampai 31 Maret 2020.

"Sedangkan bagi penduduk yang belum melakukan sensus penduduk secara online, akan dilakukan sensus secara wawancara tanggal 1 sampai 31 Juli 2020. Harapan kami bahwa penduduk yang melakukan sensus secara online, dapat terjangkau banyak", jelasnya.

Ia mengungkap bahwa dalam sensus 2020 ini, akan melibatkan banyak petugas lapangan sebanyak 2.200 orang di bulan Juli. Dari jumlah sekian, terbagi menjadi 2 yaitu sekitar 300 orang ialah koordinator tim dan sekitar 1.800 an merupakan pencacah lapangan. Mereka akan direkrut secara online melalui website dan akan mendapat pelatihan terlebih dahulu sebelum bulan Juli.

"Hal ini dilakukan agar mereka yang menjadi petugas lapangan tersebut, mengerti dan memahami konsep dalam sensus penduduk," ucapnya.  (tim jateng7/S.dim)

Dinsos Pati Implementasi SIKS -NG, Input Kebenaran Data Penerima PKH


foto/JT7. Bupati Pati Haryanto  beri pengarahan dalam kegiatan Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan Implementasi SIKS -NG di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (5/2.
JATENG7.PATI - Bupati Pati Haryanto memberikan pengarahan dalam kegiatan Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan Implementasi SIKS -NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (5/2/2020).

"Dalam input data jangan sampai data dimanipulasi. Apabila dimanipulasi, pasti akan muncul data tentang bantuan yang tidak tepat sasaran," tegas Bupati mengawali arahannya kepada para camat dan pihak desa.

Bupati juga menyontohkan bahwa sebanyak 228 warga di Kabupaten Pati, tepatnya di Kecamatan Trangkil penerima PKH telah mengundurkan diri akibat dilabeli miskin. "Hari ini kita harus berani, sekarang tidak ada orang yang tidak mampu untuk makan. Sebab yang benar-benar tidak mampu kan sudah ada PKH," ungkap Bupati.

Bupati meyakini bahwa dari sekian ratus ribu warga yang mendapat bantuan PKH, pasti ada data yang tidak sesuai. Oleh karena itu, pihaknya bersama Dinsos hari ini mengundang camat dan pihak desa guna menyinkronkan data agar valid. "Waktu yang ada ini jangan sampai sia - sia. Yaitu sampai 30 Maret 2020. Hal ini dilakukan lantaran selama ini sering ada kesalahan terkait input data," imbuhnya.

Bupati mengingatkan, jangan sekali - kali orangnya sudah tidak ada, tapi masih mendapatkan bantuan. Selain itu, juga ada warga yang sudah mampu, yang telah meninggal, dan lain lain. Tak hanya itu, bantuan yang ada, Bupati menegaskan jangan sampai digunakan oleh para petugasnya sendiri.
 Foto/JT7. Camat se kab.Pati mengikuti pengarahan dalam kegiatan Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan Implementasi SIKS -NG
"Kalau hal ini kesalahan data jadi temuan, ya otomatis harus mengembalikan. Tujuan bantuan itu kan untuk meringankan beban, bukan malah digunakan untuk petugasnya. Kalau terjadi hal semacam itu otomatis harus dikembalikan. Petugas seperti itu tidak usah dipertahankan," ujar Haryanto.

Bupati menegaskan data yang valid dapat dipertanggung jawabkan. Maka bukan hal yang mustahil angka kemiskinan di Pati akan semakin menurun. "Nanti pak camat membuat jadwal untuk musyawarah desa terkait verifikasi data. Yang membenarkan kevalidan data bukan dari pihak desa, melainkan dari tokoh masyarakat," jelas Bupati. (tim jateng7/S.dim)

Kumpul Bronis, Bupati Ungkap Bencana Alam Bisa Karena Perilaku Manusia

Foto JT7. Bupati Pati beri sambutan kegiatan bronis menyoroti soal bencana alam di kantor perbankan di Jalan Panglima Sudiman Pati Selasa 4/02/2020
JATENG7.PATI - Hadiri kegiatan Kumpul Bronis yaitu Kumpul Malam Rebo Manis, Bupati Pati Hariyanto menyoroti soal bencana alam, selain faktor alam, juga bisa karena ulah manusia itu sendiri.  Hal itu diungkapkan   saat menghadiri gelar acara Kumpul Bronis di salah satu kantor perbankan di Jalan Panglima Sudiman Pati. Acara Bronis ini, selain Bupati, hadir pula  Sekda Pati dan sejumlah Forkompimda, dan para Kepala OPD,Selasa 4/02/2020.

Menurut Bupati Pati Haryanto dalam sambutanya,“Bencana alam terjadi bukan hanya karena faktor alam saja, tetapi sebagian bisa karena perilaku manusia.  Meski demikian, tak semua manusia berperilaku demikian. Karena diantara warga, masih banyak pula yang memiliki perilaku positif dan layak dicontoh.  "Seperti misalnya 25 relawan yang mendapat apresiasi dalam acara Bronis ini", tutur Haryanto.

Dijelaskan pula, “gelar acara Bronis tersebut sebenarnya tidak hanya sekadar kumpul tapi yang mempunyai beberapa tujuan, salah satunya ialah untuk memberikan apresiasi bagi tokoh maupun seseorang yang telah berjasa di Kabupaten Pati.  "Dan kali ini Bronis memberikan penghargaan kepada para relawan yang telah berjasa dalam penanggulangan bencana", imbuh Bupati.

Menurut Bupati, para relawan ini sudah sepantasnya menerima apresiasi atau penghargaan karena mereka selama ini telah berjasa membantu penanggulangan bencana di Kabupaten Pati. "Sebenarnya tanpa ada penghargaan pun mereka akan tetap dengan suka rela memberikan sumbangan tenaga, pikiran, pengetahuan dan keahliannya bilamana dibutuhkan karena memang sudah menjadi sebuah panggilan jiwa.

Kepada para relawan yang mendapatkan apresiasi, Bupati berpesan agar mereka jangan melihat dari jumlah nilai penghargaannya. "Akan tetapi adanya penghargaan berarti ada suatu pengakuan dari masyarakat atas jerih payah selama ini. Justru adanya penghargaan harus menjadi motivasi untuk lebih bersemangat membantu masyarakat yang membutuhkan.
 Foto/JT7. Bupati Pati, beri penghargaan para relawan yang telah  berjasa membantu penanggulangan bencana di Kabupaten Pati.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua yang telah membantu penanggulangan bencana. "TNI, Polri, instansi terkait, semua bersatu padu mewujudkan kebersamaan. Kita semua turun ke lapangan bukannya pencitraan tetapi memang benar-benar ikut memberi bantuan. Paling tidak bisa memberi contoh kepada masyarakat tentang arti sebuah empati dan kepedulian.

Bupati berharap acara Bronis ini nantinya bukan hanya sekedar acara kumpul-kumpul biasa akan tetapi kumpul-kumpul yang mempunyai makna  besar, sehingga semakin mempererat hubungan berbagai pihak dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”pungkasnya (tim jateng7/Ronggo)

Resahkan Warga, 26 Warung Esek- Esek di Juwana Dirobohkan

Foto JT7. Puluhan warung esek-esek yang berada di belakang Ruko Indah Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana   dirobohkan v petugas gabungan dari Polres Pati, Kodim 0718 dan Satpol PP, Selasa 04/02

JATENG7.JUWANA - Meresahkan warga, puluhan warung esek-esek yang berada di belakang Ruko Indah Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana atau dikenal dengan Congyok dirobohkan oleh petugas gabungan dari Polres Pati, Kodim 0718 dan Satpol PP, Selasa (04/02/2020).

Pembongkaran itu lantaran warung tersebut sering dijadikan tempat prostitusi dan karaoke ilegal. Akibatnya masyarakat sekitar resah dan terganggu.
foto JT7. Tampak puing-puing bangunan warung esek-esek yang di bongkar paksa oleh petugas gabungan di Juwana
Kapolres Pati melalui Kabag Ops Kompol Sukadi mengatakan,” TNI POLRI hanya melakukan pengamanan sedangkan yang melakukan penertiban dan pembongkaran Sat Pol PP, agar menghindari tindakan arogansi maupun kekerasan baik terhadap orang maupun barang.

Sementara Kepala Satpol PP Pati Hadi Santosa mengatakan, “proses perobohan bangunan ini merupakan langkah terakhir petugas. Apalagi pihaknya sudah melakukan langkah-langkah persuasif dengan memberikan peringatan teguran untuk membongkar bangunan sendiri.

“Namun, surat peringatan yang kami kirimkan agar para pemilik membongkar sendiri, ternyata tidak dilakukan. Sehingga kami bongkar paksa dengan alat berat,” katanya.

Hanya, sebelum dibongkar, petugas mempersilahkan para pemilik warung untuk mengambil barang-barangnya. Baru setelah itu, bagunan dirobohkan.

Para pemilik yang mendirikan bangunan di atas lahan tersebut tidak memiliki hak karena tanah tersebut milik PT. KAI,” ungkapnya. (tim jateng7/Kce).


Tiga Tersangka Pungli PTSL Desa Alasdowo Dukuhseti, Jalani Sidang Perdana


JATENG7.PATI - Sidang pertama  digelar Pengadilan Negeri Pati Gelar pelaku pungutan liar (pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 yang melibatkan 3 orang di desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Rabu 05/02/2020 siang.

Dalam  persidangan berikut barang bukti  yang sebelumnya dibekuk oleh jajaran Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.  Dua tersangka yang merupakan panitia PTSL tersebut dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Ada tiga tersangka Ketiganya ialah, MLN, SBT dan MG.

Para pelaku ini melakukan pungutan sebesar Rp 600 ribu kepada 1300 warga pemohon yang mengikuti program PTSL, padahal sesuai aturan untuk biaya yang dibayar oleh pemohon hanya sebesar Rp 150 ribu. Agenda Sidang Hari ini adalah Pembacaan Epsepsi tuntutan Jaksa penuntut umum. (tim jateng7/Hadi)

Monday, February 3, 2020

Kebo Landoh Kembali Beraksi Sikat Miras 280 Botol Berbagai Merk Di Wilayah Tayu Dan Juana

fotoJT7. Satgas Sus Polres Pati Kebo landoh merazia miras di Kec.Tayu dan Kec.Juwana, Selasa 28/1

JATENG7.PATI - Lagi, Satgas Sus Polres Pati dengan sebutan Kebo Landoh Polres Pati kembali melakukan razia secara terus menerus terkait minuman keras (miras) di Kecamatan Tayu dan Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Jateng. Selasa, 28/01/ 2020.

Dalam catatanya, di Juwana, Satgas sus Kebo Landoh Polres Pati berhasil mengamankan miras sebanyal 204 botol.  Sedangkan di Kecamatan Tayu berhasil menyita miras 76 botol.

Para penjual miras ilegal ini bakal dikenai Tipiring (Tindak Pidana Ringan), berdasarkan Perda nomor 22 tahun 2002, sanksi minimal 3 hari kurungan penjara denda 300 ribu dan  maksimal 3 bulan denda Rp 5 juta. (tim jateng7/dim).

Related Post

.