Tuesday, March 24, 2020

Diduga Mengidap Epilepsi, Agus Tewas Mengambang Saat Mandi di Sumber Kepoh



 Foto/JT7. kakak kandung korban Naryo sedang mengangkat tubuh korban dalam kondisi sudah meninggal.
JATENG7.SUKOLILO - Sempat menggegerkan warga, seorang pria di temukan tewas mengambang dengan badan telungkup ke bawah, di sumber  kepoh Desa  Gadudero  Kecamatan  Sukolilo Kabupaten  Pati,  Minggu, 22/03/2020.

Diketahui pria tersebut bernama  Agus (27) warga Desa Gadudero RT 06 RW 01  Sukolilo Pati. Tidak diketaui motifnya, diduga Agus saat mandi penyakit ayan/epilepsinya kumat.

Menurut keterangan yang di himpun tim jateng7.com dari saksi saat sedang mandi bersama korban Ponirah (55), mengaku mengetahui secara tiba-tiba di kejutkan dengan munculnya korban mengambang di tengah sumber yang lagi rame di kunjungi warga untuk  mandi dan mencuci pakaian.

Masih Poniran menjelaskan, saat kejadian sedang mandi bersama dan mencuci baju. “saat itu    sebelumnya korban sudah lebih dulu mandi di tempat yang sama. Jarak antara korban dengan saksi kurang lebih satu  meter dan  mengira  korban masih bermain dalam mandinya.

Selang  beberapa menit kemudian saksi menoleh ke arah korban sudah dalam keadaan terapung dengan posisi badan telungkup menghadap ke bawah," jelasnya.

Setelah di perhatikan secara seksama, ternyata korban tidak mengangkat kepalanya sehingga saksi menjadi panik dan  memanggil korban berulang-ulang.  Korban tidak kunjung mengangkat kepalanya dari air,” imbuhnya.

Dalam keadaan panik, Ponirah berteriak minta  tolong kepada warga yang kebetulan didengar oleh Sumidi  (40) dan Suroso (50),  yang rumahnya tidak jauh dengan sumber  tersebut bergegas menuju lokasi dan melihat korban masih tertelungkup dengan wajah menghadap kebawah.

Saat itu juga Sumidi di bantu oleh Suroso mengangkat korban dari air.

Tak lama kemudian datang juga kakak kandung korban Naryo (48)  bersamaan dengan warga lainya turut memberikan pertolongan pada korban. 

Namun ternyata korban sudah tidak bernyawa. Korban (Agus) segera diangkat oleh  Naryo   di naikan   sepeda motor dan di bawa pulang ke rumah duka.

Menurut  keterangan warga setempat mengatakan, “semula Agus  hendak mandi di sumber kepoh yang airnya mengalir dari bawah pegunungan kendeng.

Jadi sudah selayaknya air tersebut sangat jernih dan biasa digunakan warga setempat sehari-hari untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian.

Saat jateng7.com menyambangi lokasi kejadian, melihat air sumber  kepoh tampak tenang dan kedalamanya di perkirakan antara 80 – 90 cm. Dengan  kondisi   tersebut untuk orang dewasa tidak mungkin bisa tenggelam, kecuali anak kecil.  Hampir tiap hari warga setempat banyak yang datang di lokasi   untuk keperluan mandi dan mencuci baju.

Bahkan tak luput anak-anak Pramuka, juga memanfaatkan air sumber tersebut untuk keperluan mandi dan lain-lain yang sengaja di gelar tiap tahun yang letaknya tidak jauh dari  bumi perkemahan pegunungan kendeng.

Bagaimana dengan kondisi Agus yang bisa di katakan orang dewasa bisa meninggal saat mandi di sumber tersebut yang tidak begitu dalam. Dugaan sementara saat Agus mandi di sumber tersebut, kondisi penyakit ayan/epilepsinya kumat. Jadi sangat fatal ketika hal itu terjadi dengan posisi tepat di dalam air, sehingga sangat kecil harapanya untuk bisa selamat.

menurut pengakuan keluarga dan warga setempat mengatakan," bahwa Agus (korban)  memang pernah mempunyai catatan penyakit menahun (ayan/epilepsi). Sehingga bisa di mungkinkan saat mandi di sumber tersebut kondisi penyakitnya kambuh. Dan langsung pingsan di tempat pemandian tersebut dan menyebabkan meninggal,"ujarnya.

Kasus tersebut sudah dalam penanganan Polsek Sukolilo setelah mendapat laporan warga. Polsek Sukolilo langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP yang di laksanakan di area sumber kepoh pada pukul 19:30 wib.sampai dengan pukul 20:15wib.Hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan  lainya, dan Agus meninggal murni karena tenggelam di air.

Pihak keluarga korban sudah ikhlas dengan kejadian tersebut dan tidak menuntut pada siapapun. Korban dimakamkan   Senin 23/03/2020 di desa setempat. (tim jateng7/Koce)

Tuesday, March 17, 2020

Duo Diva Shinta Lida Indosiar dan Nisya Pantura, Tampil Perdana di Pasar Pragola Pati di HUT MCI GROUP

Jateng7. Pati - Satu lagi talenta muda berbakat yang dimiliki kota pantura Pati, yang termasyhur dengan berbagai panggung hiburan dangdut is my country selama beberapa dekade terakhir ini, Selasa tgl (17/03/20).

Shinta Lida Indosiar siap memeriahkan HUT MCI GROUP.

Tidak bisa dipisahkan musik dangdut sudah menjadi tradisi masyarakat desa, hampir setiap tahun dengan nuansa bersih desa selalu menghadirkan sebuah panggung hiburan rakyat terutama musik dangdut sebagai hiburan rakyat.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Shinta atau nama lengkap Shinta pramudya telah menjadi idola di lida dangdut Indosiar, di panggung besar yang melahirkan bibit bibit muda berbakat yang akan meneruskan para musisi dangdut Indonesia.

Shinta sudah menekuni dunia tarik sejak usia 6 tahun, awal mulanya ikutan lomba menyanyi dari event maupun lomba dari tingkat SD atau SMP dan alhamdulillah sampai sekarang juga masih konsisten ikutan festival yang ada sebagai bentuk menyalurkan bakat seni yang ada.

Lulusan SD tahun 2017 dari SD negeri Karangrowo dan
sekarang melanjutkan sekolah di SMP Negeri 01 Pati, selain menyanyi kesibukannya aktivitas biasa sehari hari sekolah dan latihan biasanya kalau misalkan hari libur di minta menyanyi dari panggung ke panggung.

Pernah ikut beberapa lomba yaitu hampir setiap tahun ikut festival lomba seni siswa nasional prestasi yang pernah di raih yaitu pernah juara 1 tingkat propinsi Jawa Tengah tahun 2017 dan maju ke nasional di Surabaya tapi belum berhasil baru bisa mencapai urutan ke - 6 tingkat nasional juga ikut di lomba Lida Indosiar sampai dapat urutan top ke - 44.

Dan untuk tahun ini juga persiapan lomba Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang pelaksanaan mungkin sekitar bulan april," kata cewek cantik anak kedua dari empat bersaudara pasangan suami istri bapak Trisno Utomo dan ibu Jaswati tapi kakaknya yang pertama meninggal dunia di usia 36 hari.

Untuk saudara yang cewek bernama Adiya Rafa Fatina dan saudara yang cowok bernama Jalu Danu Rendra.

Yang sekarang menetap Ikut group OM Kirana klasik pimpinan Mr. Amin Bas dari desa Karang Juwana Pati Jawa Tengah dan merupakan satu satunya orkes dangdut klasik di Pati.

Selalu punya harapan terbaik ingin tetap berkarya dan memberikan yang terbaik untuk penggemar kedepannya, seperti artis idolanya Mak'e Soimah maupun bunda Rita Sugiarto.

Nisya Indah Octavia.

Juga dalam acara HUT MCI GROUP akan dimeriahkan salah satu artis masa depan kab. Pati yang sudah tidak asing lagi di blantika musik dangdut tanah air yaitu Nisya Pantura.
Sosok mungil nan cantik ini dengan suara lembut yang mengalun merdu dari bibir indahnya selalu dinantikan para penggemar maupun fans.

Kolaborasi dua artis mungil nan cantik dan manis ini bagaikan pinang dibelah dua, dengan warna suara klasik mampukah dua diva kota Pati mengobati rasa rindu para fans dan penggemar yang ada saat ini, siapakah yang terbaik diantaranya, kita tunggu dan nantikan bersama.

Sosok sang diva lida Indosiar juga Nisya si cantik mungil yang sudah malang melintang di dunia hiburan tanah air, bersama tampil perdana di Plaza Pasar Pragola Pati di acara santunan anak yatim-piatu dan donor darah di HUT MCI GROUP ke 5 yang tergabung saat ini yaitu Jateng7, Kabar Desa, Target Hukum, Suarapatinews dan Target Hukum Indonesia, Bizznetlink, Natapatinews.


Semoga insan PERS yang tergabung saat ini mampu menangkal isu atau berita hoaks, bahkan isu virus Corona sampai saat ini harus kita redam, bukan malah kita besar besarkan," tandas A. Sucipto Direktur Pelaksana MCI GROUP. (EKO)

Friday, March 13, 2020

Terpeleset, 5 Santri dan 1 Kiai Tewas Tenggelam di Lubang Galian C Grobogan

foto/JT7. Sejumlah warga mengevakuasi 5 santri dan 1 kiai yang tenggelam di lubang bekas galian C di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan.

JATENG7.GROBOGAN - Kabar duka datang dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sebanyak lima santri dan satu kiai dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di lubang bekas galian C di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.  Senin (9/3/2020).  sekira pukul 09.30 WIB 
Beberapa keterangan yang di himpun newsmetro.co, kronologi kejadian, awalnya santri-santri itu hendak merendam kayu usuk di lubang bekas galian C itu malah ada yang terpeleset,” kata anggota Pemadam Pebakaran Kabuapten Grobogan, Christian Adi Kusuma,

Menurut Joko bercerita satu santri tak sengaja terpeleset dan jatuh ke dalam lubang. Melihat kejadian itu, kiai dan santriwati yang lain kemudian bermaksud menolong korban. Namun, siapa sangka, semuanya malah tercebur ke dalam lubang,”ujar Joko.


“Setelah itu, temannya ikut nolong tapi malah jadi korban. Sampai Pak Kiainya juga ikut menjadi korban. Untuk sekarang semua korban sudah berhasil dievakuasi,” tambah dia.
Menurutnya, terdapat delapan orang yang tenggelam di lubang galian C tersebut. Dua orang berhasil selamat, namun nahas enam orang lainnya meninggal dunia.

Joko menambahkan, galian C di Desa Kronggen sudah ada sejak 2016, dengan luasan sekitar satu hektare. Di musim hujan, banyak lubang galian yang kemudian terisi air. Lubang tempat para korban tenggelam diperkirakan berkedalaman sekitar 2,5 meter.

"Kedalam sekitar 2,5 meter. Tapi belum tahu, nanti lebih detailnya dari BPBD. Lubang itu sudah ada sejak 2016. Itu masih ada perpanjangan," ujar dia

Camat Brati Joko Supriyanto saat dihubungi  membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kejadian nahas terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Ketika itu, ada tujuh santriwati dan kiainya yang hendak membersihkan diri ke lubang galian C itu, usai melakukan kerja bakti di pondok pesantren.
"Yang tenggelam delapan orang. Enam orang termasuk pengasuhnya meninggal dunia, sedangkan dua orang selamat," jelasnya.

Ia mengatakan, usai kejadian tersebut seluruh korban baik yang selamat maupun meninggal langsung dilarikan ke Puskesmas Brati. Pihaknya kemudian menghubungi, keluarga korban untuk memberitahu kabar duka itu. "Keluarga dihubungi, beberapa tadi saya tanya sudah merelakan dan tidak dilanjutkan untuk visum," katanya.

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Andi Moh Akbar Mekuo mengatakan, “sejumlah santriwati sedang mengikuti kegiatan kerja bakti di sekitar lokasi galian c tak jauh dari Ponpes. Saat itu, sejumlah santriwati meminta izin kepada Pengasuh Ponpes Al Lathifiyah, KH Wahyudi (58) untuk membilas diri di galian C yang telah dipenuhi air.

Awalnya KH Wahyudi tak begitu khawatir karena mereka membersihkan diri di pinggiran yang airnya dangkal. "Yang nyemplung di pinggir untuk bersih-bersih jumlahnya banyak tapi belum tau pasti jumlahnya. Keterangan saksi masih dikumpulkan," kata Andi saat dihubungi newsmetro.co Selasa (10/3/2020). 

Setelah asyik membersihkan diri di pinggir kubangan air bekas galian c tersebut, tanpa disadari ada beberapa santriwati yang terus berjalan ke tengah hingga akhirnya tenggelam. Sesuai penyidikan kepolisian, kedalaman air bervariasi mencapai 2,2 meter. Saat itulah para santriwati berteriak minta tolong hingga akhirnya Kiai Wahyudi yang mendengar teriakan itu ikut membantu.

"Pak Kiai yang tidak ikut berbilas akhirnya terjun menyelamatkan santriwatinya. Namun justru ikut tenggelam dan meninggal dunia. Total ada enam orang meninggal dunia," terang Andi.

Adapun identitas enam korban meninggal dunia sebagai berikut: K.H. Wahyudi (61) pengasuh Pesantren Al Latifiyyah,  Susi Susanti (17), Nazila Inayatul KH (12), Lina Lailatul Muarifah (16),   Istiroqin Nuriya (12), Shofa Lu'luul Maknun (17).  Sementara dua santri yang selamat adalah, Nisa Amalia Maulida (16), Laila Alfi Lutfiatul Hasanah (15 ) . (tim jateng7/S.Priadi)

  






Ribuan Warga Kudus, Rela Berebut Banyu Panguripan Demi Raih Keberkahan

foto/JT7.  Ngalap Berkah,  ratusan warga berebut air panguripan yang diambil dari berbagai sumber mata air yang telah dikatami Alquran dan dicampuri dengan air dari Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kalijaga di halaman Menara Kudus kemarin Rabu,11/3. siang

JATENG7.KUDUS - Parade kirab Banyu Panguripan yang merupakan rangkaian acara Ta’sis Masjid Menara Al-Aqsha Kudus kembali digelar. Ratusan warga masyarakat mengikuti kirab Banyu Penguripan yang digelar dari alun-alun simpang  tujuh menuju Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu (11/3/2020) siang.

Para peseta kirab berkumpul dan bersiap mengarak air dari masing-masing mbelik (sumber air dari masyarakat) menuju Menara Kudus.  Air yang diletakkan di dalam gentong itu akan disatukan dengan sumber mata air dari Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kalijaga. Dimana ketiga sumber mata air itu sudah didoakan dan telah dikhatamkan Alquran sebanyak 19 kali.

Antusiasme warga juga ditunjukan melalui perebutan air yang telah disatukan dan diyakini memiliki keberkahan. Mereka rela berdesak-desakan demi mendapatkan air yang dipercaya mengandung berkah. Sesekali para peserta menyipratkan air mbelik ke wajah dan tubuh masyarakat yang menonton di sepanjang jalan Sunan Kudus. 

Sebelum dibagikan kepada warga masyarakat, pemangku mbelik mengambil air yang sudah dicampurkan dengan ketiga sumber mata air tersebut. Air yang disatukan dalam gentong besar di atas panggung Ta’sis, diambil kembali. Guna dituangkan kembali ke gentong di setiap air dari mbelik peserta kirab. Baru setelahnya dibagikan kepada masyarakat. Panitia juga memimpin doa bersama dan tata cara sebelum meminum air yang telah disatukan tersebut.

Di samping itu, peserta yang andil dalam kegiatan kirab banyu panguripan ini bertambah. Tahun lalu hanya diikuti oleh 33 peserta mbelik. Namun pada tahun ini pesertanya bertambah menjadi 51 mbelik. Kegiatan ini juga diikuti oleh Forkopimda. Mereka juga turut diarak menggunakan delman menuju Menara Kudus.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Em Nadjib Hasan, menjelaskan,”kegiatan tersebut ditandai dengan pelepasan 485 merpati di panggung utama, yang dilepas secara bersama-sama. Pelepasan ratusan burung merpati itu merupakan simbol perdamaian. Menurut  Nadjib, burung merpati mempunyai makna kearifan dan kedamaian," jelas dia.

Dia menjelaskan, jumlah 485 ekor itu juga dipilih sesuai tahun pendirian Masjid Menara sesuai kalender hijriah, 19 Rajab 956 H - 19 Rajab 1441 H. "Jadi sampai sekarang masjid ini sudah berdiri sekitar 485 tahun. Setelah acara pelepasan itu selesai, dilanjutkan dengan khataman Alquran sebanyak 19 kali dan pembacaan qasidah al-barzanji di panggung utama Masjid Menara,”jelas dia.

Nadjib juga menambahkan, kirab banyu panguripan merupakan bentuk kembalinya lagi sumber mata air kepada leluhur asli Kudus, yakni Sunan Kudus. Adanya sumber air merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Maka dari itu pihaknya juga turut merawat sumber kehidupan tersebut.  
Ia menambahkan, air tersebut mempunyai keistimewan yang berlebih. Pasalnya sumur tersebut dibuat oleh Sunan Kudus awalnya. Untuk mengakomodasi keinginan masyarakat dalam mendapatkan air tersebut. Pihak panitia membuat kendi dan miniatur menara untuk menaruh air yang telah disatukan itu.
Langkah ini dilakukan dengan melakukan penanaman pohon di sekitar mbelik. ”Tanaman-tanaman ini diharapkan bisa tumbuh di sekitar mbelik tersebut. Karena sumber mata air tak bisa terlepas dari kesuburan yang berada di alam sekitarnya. Sebetulnya masih ada mbelik yang ingin ikut, melihat belum punya gentong, diharapkan tahun depan bisa ikut andil kembali,” harapnya.

Panitia Steering Committee (SC) Ta'sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Abdul Jalil mengatakan, kegiatan Ta'sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus akan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa (10/3/2020) hingga Jumat (13/3/2020).

Selama kegiatan tersebut semua pengunjung juga dapat menikmati beragam kuliner zaman dulu. Pasar kuiner itu dibuka dari pukul 09.00 hingga 22.00 setiap harinya hingga selesai pada hari Jumat (13/3/2020).

Sementara itu Sekda Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan air tersebut merupakan simbol persatuan yang bisa memperkokoh umat. Selain itu, air digunakan media dakwah dan obat bagi Sunan Kudus.

Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan cara menggunakan air secara bijak. Sekaligus melakukan penghijauan di sekitar lingkungan. ”Kami mengajak aksi nyata menjaga sumber mata air, dengan menggunakan air secara bijak. Sekaligus mengajak menghijaukan lingkungan,” ungkapnya.


Warga antre dengan tertib untuk mendapatkan banyu panguripan yang disimpan di beberapa gentong raksasa dan  didoakan sebelum air penguripan dibagi kepada warga.
Malam sebelum dibagikan, Banyu Panguripan yang disimpan di beberapa gentong raksasa itu didoakan. Panitia menggelar 19 khataman Alquran. Keesokan hari, banyu panguripan dikirab dari Alun-alun Simpang Tujuh menuju Masjid Al Aqsa Menara. (tim jateng7 /Koest)

Tuesday, March 10, 2020

Hadiri Musrenbangwil di Jepara, Bupati Pati Singgung Normalisasi Sungai Juwana

Bupati Pati Haryanto  hadiri  (Musrenbangwil) menyampaikan sejumlah permasalahan   di Kabupaten Pati  di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (10/3/2020).
JATENG7.PATI - Bupati Pati Haryanto menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) yang bertempat di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (10/3/2020). Dalam acara tersebut, Bupati menyampaikan sejumlah permasalahan yang ada di Kabupaten Pati, yaitu diantaranya tentang banjir. Yang mana Pati ini dilintasi oleh sungai Juwana sepanjang kurang lebih 61 Km.

Menurut Bupati Hariyanto dalam sambutanya menyampaikan,"Ini bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, melainkan pemerintah pusat. Dan untuk menangani permasalahan tersebut, tahun ini kita mendapat bantuan 100 miliar untuk normalisasi sungai. Itu pun belum termasuk anak - anak sungai dari Juwana yang menjadi kewenangan balai besar", ujar Bupati.

Hariyanto menyebut bahwa hal ini merupakan momok tersendiri setiap tahun. Sebab setiap kali memberikan laporan kepada Gubernur Jawa Tengah, Kabupaten Pati pasti selalu terdampak banjir. Meskipun faktanya, banjir yang terjadi tersebut hanya sesaat saja.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan beberapa inovasi yang saat ini telah berjalan dan dikembangkan sejak lama yaitu layanan pajak daerah online. "Jenis pajak online yaitu restoran, hotel, reklame, hiburan, pajak parkir, PPJ, pajak sarang burung walet yang mana itu diluar pajak BPHTB dan PBB. Dengan sistem online ini, pendapatan daerah bisa meningkat", jelasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa layanan pajak daerah online akan terus dikembangkan agar dapat terkoneksi dengan perbankan, OPD, masyarakat serta RSUD. "Tak hanya itu, di tahun 2020 ini akan kita kenalkan di toko - toko modern serta kantor pos. Sebab inovasi ini sangat membantu dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah," ungkap Bupati dihadapan para kepala daerah lain.

Selain berharap normalisasi sungai Juwana dapat segera dituntaskan, di musrenbangwil ini Bupati juga berharap revitalisasi jalur kereta segera direalisasikan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membahas beberapa permasalahan yang diadukan masyarakat. Menurutnya, banyaknya aduan dari masyarakat mesti direspons oleh pemerintah. Jika demikian, artinya komunikasi berjalan baik. “Disitulah meeting point (titik temu) antara rakyat dan pemerintah, arti penting hadirnya negara,” ucap Ganjar.

Adapun di antara persoalan yang menjadi aduan masyarakat, sebut Ganjar, yakni mengenai validitas data Program Keluarga Harapan (PKH), infrastruktur jalan, dan permasalahan pendidikan. Mengenai masalah pendidikan, lanjut Ganjar, satu di antara hal terpenting ialah mengenai kesejahteraan guru.

“Protes guru sudah banyak. Saya ingin bilang, GTT dan PTT (Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap) bisa tidak di tempat panjenengan dibayar dengan UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten)? Kalau belum bisa, yang penting dinaikkan, supaya progresnya tiap tahun kelihatan. DPRD di kabupaten juga perhatikan soal ini,” tandas Ganjar (tim jateng7/S.dim@n)

430 TK Se-Kabupaten Pati Ikuti Lomba Mewarnai, Promosikan Pusat Kuliner Pati

Bupati Pati Haryanto   serahkan trofi dan hadiah bagi para pemenang lomba mewarnai gambar tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) Se-Kabupaten Pati di Pusat Kuliner Pati
JATENG7.PATI - Selasa (10/3), Bupati Pati Haryanto   menyerahkan trofi dan hadiah bagi para pemenang lomba mewarnai gambar tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) Se-Kabupaten Pati. Tak kurang dari 430 siswa-siswi TK mengikuti lomba yang dilaksanakan di Pusat Kuliner Pati ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Saryono mengatakan, lomba ini tidak hanya bertujuan menjadikan anak-anak pintar, melainkan juga kreatif dan inovatif. "Biarkan anak-anak mewarnai dengan kemauan sendiri. Jangan didikte harus warna ini atau warna itu. Ini agar mereka menjadi anak kreatif dan menunjukkan kecerdasan mereka", jelasnya.

Sementara, kepada para peserta dan guru pembimbingnya yang belum berkesempatan juara, Bupati Haryanto berpesan agar mereka tidak kecewa dan mutung.

"Sebab lomba ini tidak semata mencari juara, melainkan juga memberi motivasi pada anak untuk berani tampil, percaya diri. Supaya mereka berani mengekspresikan imajinasinya dalam warna yang dituangkan pada gambar. Dengan demikian nantinya dia akan mencintai hobinya", jelas Bupati.

Terkait pemilihan tempat lomba di Pusat Kuliner Pati, Haryanto menyebut, ini merupakan bentuk kepeduliannya kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah bersedia direlokasi ke tempat ini. "Sebagai konsekuensi karena memindahkan PKL, kita harus melaksanakan kegiatan-kegiatan semacam ini, untuk mempromosikan pusat kuliner ini", imbuhnya.

Bupati pun menegaskan, pihaknya akan sering dan terus mempromosikan pusat kuliner dengan menempatkan kegiatan besar di tempat tersebut.Belum lama ini, jelas Haryanto, pihaknya mendapatkan permohonan izin penyelenggaraan Gebyar PAUD di Stadion Joyokusumo.

"Namun saya meminta penyelenggara untuk terlebih dulu mengkaji apakah bisa jika tempatnya dialihkan ke Pusat Kuliner Pati. Gebyar PAUD April mendatang, kalau bisa diatur, ditempatkan di sini juga", pungkasnya. (tim jateng7/S.dim@n).

Wabup Pati, Tandatangani Komitmen Pembuatan Mall Pelayanan Publik 2020

Foto JT7. Wabub Pati   melakukan penandatanganan, terkait naskah komitmen pembuatan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Pati 
JATENG7.PATI - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), bersama dengan Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo melakukan penandatanganan, terkait naskah komitmen pembuatan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Pati.  Kegiatan penandatanganan komitmen Mall Pelayanan Publik tersebut, dilakukan di kantor Kementerian PAN-RB jalan Jendral Sudirman Kav 69 Jakarta Selatan, Selasa 10/3/2020

Menurut Wabub Pati (Safin) menjelaskan, ada 47 kepala daerah lainnya yang ikut serta melakukan hal yang sama yaitu penandatanganan komitmen penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik (MPP) di daerah masing-masing, dimulai pukul 09. 00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Safin menambahkan, MPP ini merupakan pembaharuan sistem pelayanan publik bagi daerah di Indonesia, yang lebih progresif karena memadukan pelayanan dari OPD di Pemkab Pati, instansi vertikal, BUMN dan BUMD.  Pelayanan dalam MPP ini juga akan dikombinasikan dengan teknologi informasi yang sekaligus sebagai jawaban atas tantangan revolusi 4.0 yang saat ini menjadi tantangan global MPP.

Diharapkan dengan penandatanganan komitmen penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik (MPP) ini maka Kabupaten Kabupaten Pati dapat segera membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Pati.  

"Tentunya dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, kami mengharapkan warga dapat segera menikmati pelayanan modern berbasis teknologi informasi itu,” terang Wabup.

  .  
Mall ini, lanjut Safin, akan menggabungkan berbagai jenis pelayanan di satu tempat, sehingga memudahkan masyarakat dalam mendapat pelayanan publik, mulai dari kependudukan, perizinan, dokumen, hingga perpajakan.

"Kemudahan ini akan kita hadirkan di Kabupaten Pati, sehingga masyarakat lebih mudah untuk mengurus dokumen kependudukan, perizinan hingga pajak di satu tempat," ujarnya.

Pada acara yang juga diikuti oleh Kepala DPMPTSP Kabupaten Pati Sugiyono tersebut, Safin berharap agar usai Penandatangan Komitmen Pendirian Mall Pelayanan Publik ini, OPD dan stakeholder terkait akan semakin serius dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkan Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Pati.

"Tentunya akan kita sesuaikan dengan kebutuhan di Kabupaten Pati. Semoga Mall Pelayanan Publik ini nantinya bisa memenuhi tuntutan masyarakat atas pelayanan yang mudah, cepat dan tidak berbelit. Karena pelayanan publiknya tersentral sehingga lebih efektif dan efisien, serta memangkas birokrasi," ujar Safin.

Ia pun menegaskan bahwa inti dari pelayanan di Mall Pelayanan Publik adalah untuk kepentingan masyarakat.  "Intinya bukan bangunannnya tapi masalah pelayanannya yang lebih efektif dan efisien", pungkasnya (tim jateng7/S.dim@n).

Related Post

.