Monday, November 11, 2019

Hujan Es dan Angin Kencang Landa Grobogan, Satu Rumah Warga Roboh



Hujan es dan angin kencang melanda sejumlah desa di Grobogan, pohon milik  warga roboh Senin (11/11/2019) sore.  

JATENG7.GROBOGAN    - Hujan es disertai angin kencang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Peristiwa itu berlangsung singkat, sekitar 5 menit. “Ya, hujan es terjadi kisaran lepas waktu Asar,"kata warga Desa Kedungjati, Jumadi saat dikonfirmasi newsmetro.co Senin (11/11/2019), sore.

Dari informasi yang diterimanya, hujan es dilaporkan terjadi di Dukuh Gunungwulan, Dukuh Krakalan, Dukuh Branggah, Desa Kentengsari, Desa Kedungjati dan Desa Ngombak., Sementara itu, untuk desa lain belum ada infonya," ujarnya.

Dia menerangkan, hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sore tadi. Tiba-tiba di tengah hujan juga turun butiran es. Dia memperkirakan hujan es turun sekitar 5 menit.  "Itu hujan esnya kurang lebih 5 menit," ungkapnya. Dari keterangan yang disampaikan Jumadi, tampak hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Kedungjati. Saat hujan itu terdengar suara warga yang menyebutkan telah terjadi hujan es.

foto jt7.  Hujan es dan angin kencang melanda sejumlah desa di Grobogan, satu rumah warga roboh Senin (11/11/2019) sore. 
Menurut saksi, hujan berlangsung sekitar 1 jam. Tidak hanya hujan es, di wilayahnya juga terjadi angin kencang. Angin kencang dilaporkan mengakibatkan sejumlah rumah rusak bahkan sampai ada yang roboh. Informasi yang diperolehnya, ada bangunan pos kamling di Dukuh Krakalan dan bangunan warung milik warga roboh. "Ada angin kencang juga, di Krakalan, Kedungjati. Mengakibatkan bangunan pos kampling di RT 2 RW 6. Termasuk juga bangunan warung di RT 2 RW 6 rusak dan roboh," jelasnya.

Satu bangunan rumah juga ambruk di Dukuh Gunungwulan. "Rumah  Bambang (76) di RT 06 RW 10 Gunungwulan. Tidak ada korban jiwa karena tak berpenghuni," tambahnya.

Terpisah, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengaku,” baru saja mendapatkan laporan adanya hujan es dan angin kencang. "Iya (hujan es), di grup baru saja. Untuk angin kencang juga merobohkan pohon jati dan kedondong menimpa rumah warga RT 03 RW 4 Desa Padas, Kecamatan Kedungjati, milik Pujio (54). Tidak ada korban jiwa," ujar Endang saat dihubungi.

Endang menambahkan, pihaknya juga mendapatkan informasi rumah roboh akibat angin kencang di Dusun Peting, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan. "Pada Senin 11 November 2019, sekira pukul 17.15 WIB telah terjadi bencana rumah roboh akibat angin kencang milik Sarto (40) di Dusun Peting RT 02 RW 10, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan," kata Endang.

"Rumah berbentuk limasan dari kayu jati yang merupakan rumah dagangan tidak berpenghuni. Tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir sekitar Rp 30 juta," sambungnya. (tim Jateng7.Pri).

Peringati Maulud Nabi, Warga Sukolilo Rayakan Upacara Ritual Tradisi Meron



JATENG7.SUKOLILO - Ribuan warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati merayakan tradisi meron, yang digelar pada hari Senin (11/11/2019). Tradisi meron yang  digelar  salah satu ritual untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW tiap tahun sekali. Dan juga merupakan salah satu bentuk  tradisi yang unik. Karena tradisi ini mirip dengan grebeg maulud (sekaten) yang ada di Keraton Yogyakarta maupun Surakarta. Tradisi ini diadakan pada tanggal 12 Robiul awal bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain unik juga memiliki makna filosofis dan Paedagogis bagi kehidupan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan kirab atau pawai dari Yayasan Sultan Agung Sukolilo.  Bupati Pati Haryanto membuka kegiatan Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 di halaman Yayasan Pengembangan Pendidikan Islam (YAPPI) Sultan Agung, Kecamatan Sukolilo, yang diikuti   kurang lebih 1.500 peserta karnaval.

Upacara ritual meron ini ditandai dengan arak-arakan nasi tumpeng yang menurut masyarakat setempat disebut Meron. Nasi tumpeng tersebut dibawa ke masjid Sukolilo sebagai kelengkapan upacara selamatan.  Prosesi meron tersebut diikuti oleh aneka ragam kesenian tradisional setempat.  Setelah upacara selamatan selesai, nasi Meron kemudian dibagikan kepada seluruh pengunjung.

Dalam arak-arakan acara tersebut, diiring beberapa gunungan yang sangat khas, karena terbagi menjadi tiga bagian yaitu: 1.bagian teratas adalah mustaka yang berbentuk lingkaran bunga aneka warna berisi ayam jago atau Masjid/Mushalla. Ayam jago menyimbolkan semangat keprajuritan, Masjid merupakan semangat keislaman, dan bunga simbol persaudaraan.  2. bagian kedua gunungan itu terbuat dari roncean atau rangkaian ampyang atau kerupuk aneka warna berbahan baku tepung dan cucur atau kue tradisional berbahan baku campuran tepung terigu dan tepung. Ampyang melambangkan tameng atau perisai prajurit dan cucur lambang tekad manunggal atau persatuan, 3. bagian ketiga atau bawah gunungan disebut ancak atau penopang.  Ancak itu terdiri ancak atas yang menyimbolkan iman, ancak tengah simbol islam, dan ancak bawah simbol ikhsan atau kebaikan.


Rangkaian kegiatan upacara ritual tradisi meron  tersebut di hadiri Bupati Pati Haryanto yang membuka acara dan di hadiri Muspida Kabupaten Pati,  Camat  dan Muspika Sukolilo,  Kades Sukolilo beserta perangkatnya serta tokoh masyarakat dan lembaga desa.   Turut hadir warga desa lain daerah  untuk mengikuti jalannya prosesi acara meron tersebut.

Ritual Meron sendiri dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB dengan mendoakan gunungan makanan hasil bumi yang dibawa kepala desa dan perangkat desa setempat. Usai didoakan, gunungan menjadi rebutan penduduk setempat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah. Tradisi meron diharapkan menjadi kegiatan untuk menggugah semangat warga untuk selalu meneladani Nabi Muhammad.

Ketua YAPPI Sukolilo Haris Rahmat mengatakan,"pihaknya senantiasa turut memeriahkan tradisi meron karena menganggap di dalam pelaksanaan tradisi ini terdapat nilai-nilai positif yang dapat mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat. Hal ini, menurutnya, sesuai dengan kaidah fiqhiyah yang dimiliki warga NU dalam menyikapi perubahan sosial yang ada. Yakni tetap mempertahankan budaya lama yang baik, namun juga mengapresiasi dan mengambil budaya baru yang lebih baik. "Jadi kita melihat nilai-nilai yang terkandung di dalam kebudayaan," jelas Haris.

 Sementara   Bupati Pati Hariyanto   memberikan sambutanya mengatakan,” tradisi meron merupakan ritual adat masyarakat Sukolilo yang juga digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi. Haryanto menyebut, karnaval dan tradisi Meron ini merupakan agenda tahunan yang senantiasa menarik perhatian masyarakat. Sekalipun setiap tahun diselenggarakan animo masyarakat tidak semakin berkurang, justru semakin meningkat.

Tradisi meron menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di wilayah Pati selatan. Tak hanya diramaikan penduduk setempat, tradisi ini selalu dibanjiri pengunjung dari berbagai daerah setiap tahunnya. Karena itu, pemerintah Kabupaten Pati memasukkan tradisi meron di Sukolilo ke dalam agenda wisata budaya di Pati.

Menurut Hariyanto, kegiatan ini dapat mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam menegakkan agama. Selain itu, peringatan maulid nabi juga merupakan bentuk penghormatan umat Islam kepada Rasulullah. "Di seluruh penjuru dunia, umat Muslim mengagungkan nama Rasulullah. Karena kita tahu, dulu di zaman Jahiliyah, orang beriman kesulitan dalam beribadah dan menjalankan keimanan pada Allah. Setelah kehadiran Rasulullah, sampai saat ini, kita mendapat pencerahan. Keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat," ujar Bupati.

Haryanto berharap pelaksanaan karnaval dan tradisi Meron ini bukan sebatas seremoni dan tontonan belaka, melainkan dapat menjadi tuntunan dalam rangka menggugah masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, melestarikan budaya, dan meningkatkan ketakwaan.  Dia berharap, tradisi meron bisa meningkatkan perekonomian warga setempat, sekaligus menjadi agenda wisata yang unik di Pati.

Menurut empunya cerita, asal usul tradisi meron di mulai sejak   Pati dan Mataram mempunyai hubungan kekerabatan yang baik.  Mereka sepakat mengembangkan Islam yang subur dan menentang setiap pengaruh kekuasaan asing.  Banyak pendekar sakti mataram yang didatangkan ke Pati untuk melatih keprajuritan.  Karena itu mereka harus tinggal berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di Pati.  
Konon cerita ada seseorang bernama Ki Sura Kerta yang menjadi demang Sukolilo.  Meskipun ayah dan kakeknya berasal dari Mataram dia belum pernah mengenal bumi leluhurnya.  Tapi dia bersukur tinggal di Pesantenan karena kotanya juga makmur. Sebaliknya saudara Ki Sura Kerta yang bernama Sura Kadam ingin berbakti pada Mataram.  

Sra Kadam pergi ke Mataram, ketika sedang bersiap menghadap Sultan, ada keributan. Ada seekor gajah mengamuk dan telah menewaskan penggembalanya. Sura Kadam pun berusaha mengatasi keadaan.  Dia berhasil menjinakkan gajah dan menunggaginya, dia diangkat menjadi punggawa Mataram yang bertugas mengurus gajah.  Suatu hari Sura Kadam bertugas memimpin pasukan Mataram menaklukkan Kadipaten Pati.

Setelah perang usai Sura Kadam pun menjenguk sudaranya di kademangan Sukalilo. Demang Sura Kerta terkejut dan ketakutan.  Dia takut ditangkap dan diringkus.  Sura Kadam mengetahui hal itu dan menjelaskan bahwa maksud kedatangannya adalah untuk menyambung tali persaudaraan dan dia sudah membaktikan diri pada Mataram.  

Dia minta izin supaya para prajurit diijinkan menginap di kademangan Sukolilo sambil menunggu saat yang tepat untuk kembali ke Mataram.  Sura Kadam pun mengusulkan supaya mengadakan acara semacam sekaten untuk menghormati Maulud Nabi dan memberi hiburan pada rakyat. Kemudian mereka membuat gelanggang keramaian seperti sekaten.  Rakyat menyambutnya dengan gembira. Karena itulah keramaian itu disebut meron yang berasal dari bahasa jawa rame dan tiron-tiron. (tim jateng7/Hadi.S)

Saturday, November 9, 2019

Bupati Dorong OPD Pati Munculkan Inovasi Untuk Atasi Stunting



JATENG7.PATI - Bupati Pati Haryanto mendorong segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati untuk memunculkan inovasi-inovasi yang berkaitan dengan stunting. Sebab, permasalahan stunting saat ini tengah menjadi atensi khusus di seluruh Indonesia. Mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.  Untuk diketahui, stunting ialah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (tubuh dan otak) akibat kurang gizi dalam waktu lama.

"Kalau ada inovasi yang bisa menjadi sarana pencegahan dan penanganan stunting, tentu akan jadi referensi secara nasional. Bukan sekadar yang berkaitan dengan asupan (gizi). Mungkin ada langkah-langkah lain. Ini menjadi PR kita karena hampir seluruh daerah pasti punya problem stunting," ujar Haryanto dalam acara Coaching Clinic Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovic) di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati, Rabu (6/11/2019).

Ia berharap, dengan adanya inovasi dalam hal ini, angka stunting bisa menurun dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di luar pembahasan mengenai stunting, Haryanto menegaskan, Pemkab Pati senantiasa berupaya melakukan inovasi pelayanan publik.  Bentuk upaya tersebut antara lain yaitu dengan diadakannya kompetisi inovasi antar-OPD setiap tahun. Selain itu, ada pula lomba inovasi bagi kalangan pelajar dan umum.

Pada Juli 2019 lalu, sebut Haryanto, Pemkab Pati juga telah menyelenggarakan pameran inovasi yang dihadiri Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara pada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Tri Widodo Wahyu Utomo.

Dia mengatakan, kegiatan inovasi bukan sekadar menghabiskan anggaran, melainkan ada tujuan dan pencapaian yang diharapkan. Tujuan tersebut yakni memberikan kenyamanan, peningkatan mutu pelayanan publik, dan terutama memberi dampak positif pada masyarakat.

Haryanto menyebut, meski inovasi yang dihasilkan di lingkungan Pemkab Pati tidak termasuk top 99 inovasi tahun 2019 dari KemenPANRB, pihaknya telah beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah provinsi. Di antaranya ialah selama dua tahun berturut-turut (2018 dan 2019) termasuk
10 besar nominasi inovasi pelayanan publik tingkat Jawa Tengah. "Bagaimanapun, semangat untuk berinovasi ini harus tetap lanjut," ujarnya.

Meski bukan hal yang paling utama, Haryanto berharap, pada 2020 akan ada inovasi dari Kabupaten Pati yang diakui secara nasional dan masuk ke dalam top 99 inovasi versi KemenPANRB.  (tim jateng7.Koce).

Hadiri Sedekah Akbar, Bupati Berikan Apresiasi Kegiatan Sosial Untuk 1000 Anak Yatim




JATENG7.PATI - Bupati Pati Haryanto menghadiri Sedekah Akbar Pati Santunan 1000 Anak Yatim, di GOR Pesantenan pada Sabtu (9/11). Turut hadir dalam kesempatan ini Dandim 0718/ Pati, Kabag Rencana Administrasi yang mewakili Kapolres Pati, Asisten Ekbangkesra Sekda, Anggota DPRD Pati, Kapolsek Pati, Danramil Pati.

Lebih dari seribu anak yatim yang berasal dari Kabupaten Pati mendapatkan santunan tersebut. Kegiatan ini juga diisi motivasi dari Kak AJS (Angga Johan Saputra) yaitu Trainer PPA for Teens dan Pelayan Anak Yatim.

Bupati Haryanto saat memberikan sambutan mengatakan bahwa kegiatan Sedekah Akbar yang diselenggarakan oleh lintas komunitas sosial Pati, merupakan agenda yang besar. Meskipun selama ini kegiatan sosial yang diselenggarakan tidak hanya kali ini saja melainkan ada setiap tahun, Bupati memberikan apresiasinya.

"Meskipun cuaca panas namun hari ini kita dapat bersuka cita, berkumpul untuk berbagi rasa serta berbagi dalam segala hal kepada para anak - anak yang memang butuh uluran kita", ujar Bupati.
Haryanto sebagai kepala daerah berterima kasih atas kegiatan sosial yang diselenggarakan semacam ini. Yang mana tujuannya ialah untuk sedikit meringankan kesulitan anak - anak yatim. Terlebih acara ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bupati juga meyakini bahwa kegiatan - kegiatan sosial semacam ini berbagi rasa dan berbagi banyak hal merupakan salah satu bentuk perhatian yang sangat mulia sekali.
"Apabila dikumpulkan, berbagai pihak dari Kabupaten Pati yang memberikan santunan maupun sedekah tidaklah sedikit setiap tahunnya. Ini adalah bentuk kepedulian orang - orang yang berjiwa sosial dan memiliki kelebihan rezeki," imbuh Bupati.

Bupati menyebut bahwa apabila sering bersedekah tak hanya bisa untuk menolak bala (musibah) namun juga akan mendapat perlindungan yang lain serta ganjaran - ganjaran yang lain.
"Kita akan selalu mendukung kegiatan sosial yang mulai ini. Semoga dengan kegiatan semacam ini kita dapat meringankan kesulitan masyarakat yang membutuhkan doanya," harap Bupati.

Sementara itu Ketua Panitia Sedekah Akbar Imam Teguh menyampaikan ucapan terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan santunan 1000 anak yatim yang baru pertama kali di Kabupaten Pati ini.
"Kami ucapkan terima kasih kepada bantuan para donatur yang telah peduli demi terlaksananya kegiatan ini," ujarnya.

Ia juga berharap bahwa kegiatan santunan ini dapat memberikan manfaat bagi para anak yatim yang ada. Imam juga berharap acara semacam ini dapat terus dilaksanakan. (tim jateng7/Hadi.S)

Saturday, November 2, 2019

Kwarran Kayen Gelar Lomba Tingkat II, Diduga Ada Indikasi Pungli Para Pedagang

foto.Camat Kayen, Drs.Didik Rusdiantorocara Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) buka acara lomba tingkat II di lapangan utama desa Kayen Kecamatan Kayen Kamis 24/10.
JATENG7.KAYEN - Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kayen mengadakan Lomba Tingkat (LT) II untuk Penggalang. Perkemahan LT II ini digelar selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (24-26/10), bertempat di Lapangan Desa Kayen Kecamatan Kayen kabupaten Pati Jawa Tengah. Yang di ikuti pelajar dari SD/MI dan SMP /MTS se Kecamatan Kayen.

Acara dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Camat Kayen, Drs.Didik Rusdiantoro dan di hadiri andalan cabang Pati dan sebagian dari mabigus, kakak pembina,  dan seluruh peserta lomba 20 pangkalan.

Dalam sambutanya Camat Kayen mengatakan, “lomba tingkat II merupakan bukti nyata keberadaan eksistensi kegiatan kepramukaan di Kecamatan Kayen. “Melalui kegiatan ini diharapakan generasi muda akan menjadi pribadi yang tangguh serta mandiri. Terlebih dengan digelarnya LT II ini, penggalang di Kwarran Kayen dapat mengukur kecakapannya, serta dapat mengikuti event lomba di tingkat yang lebih tinggi  bagi yang terbaik,” katanya.

Lomba tingkat II (LT II) ini  merupakan satu di antara sarana pendidikan bagi Pramuka. Segala aktivitas lomba dikemas dalam bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan penuh tantangan di alam terbuka, yang mencerminkan prinsip-prinsip dasar kepramukaan yang diselaraskan dengan alam lingkungan.

“Kegiatan yang bersifat lomba merupakan salah satu alat pendidikan yang efektif dalam merangsang dan memotivasi peserta untuk berprestasi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran Gerakan Pramuka.  Berlomba dalam Gerakan Pramuka bukan untuk menang-menangan, tetapi yang lebih penting adalah untuk meningkatkan ketahanan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik peserta,” katanya.

Karena lomba tingkat II merupakan ajang kompetisi dan evaluasi, kualitas hasil pembinaan anggota Gerakan Pramuka golongan penggalang yang dilakukan selama ini, maka seluruh pangkalan SD/MI dan SMP/ se-Kecamatan Kayen berperan serta dalam kegiatan ini,”pungkasnya.

Disela-sela kegiatan gerakan Pramuka tersebut terdapat keluhan bagi para pedagang kepada tim News Metro.co saat berada dilokasi kegiatan. Dalam aduanya, pedagang merasa terbebani dengan penarikan dana yang dilakukan oleh panitia kemah tanpa ada konfirmasi sebelumnya.

Dengan nada kesal dan kecewa atas tindakan panitia yang melakukan penarikan terhadap para pedagang yang dinilai memberatkan. Pasalnya, pedagang mengaku sepi tidak mendapatkan keuntungan karena kurangnya peserta yang mengikuti acara kemah yang digelar oleh Kwarran tersebut.

Saat ditanya, para pedagang mengaku,  tidak mengetahui kalau pesertanya sedikit. Awalnya mau di kenakan biaya sesuai yang ditentukan panitia karena acuan tahun lalu pesertanya lebih banyak dan hasilnya bisa dibilang lumayan. “Awalnya saya tidak tau kalau pesertanya sedikit. Jadi dikenakan biaya segitu juga mau saja,”kata pedagang.

Dari pantauan NM,  daya jual para pedagang sangat minim bahkan ada yang mengatakan,” satu hari satu malam mendapat Rp.20 rb. Semua pedagang pada kecewa dan para pedagang  minta kembali separo dari dana yang masuk ke panitia penyelenggara.

Menurut keterangan saksi yang dihimpun dari beberapa pedagang yang di temui NM yakni, Daryono berasal dari desa Kayen, Saini dari Desa Rogomuyo, Mad dari desa Trimulyo, Sarman dari  Kudus, Purwanto Jenggot dari Kayen, Karmi dari Kayen, mengaku  ,”dikenai dana dari kisaran tertinggi Rp.125 rb,  Rp.100 rb,  terendah Rp. 50 rb per-kapling, sesuai tempatnya,”akunya kepada NM.

Saat disambangi, sekretaris panitia kemah Purwanto menjelaskan,” jumlah peserta yang mengikuti kemah  rencana ada 54 pangkalan, yang hadir hanya 20 pangkalan. dan jumlah panitia kemah ada 15 personil. Untuk kebutuhan dana mencari dana talangan dulu, sementara dana yang dibutuhkan Rp 21 juta,”ujarnya kepada NM dilokasi kegiatan.

Sementara  tim NM menyambangi Camat Kayen yang di temui Wahyu selaku kasi trantib diruang kerjanya, setelah mendengar informasi penarikan dana tambahan dari para pedagang itu langsung menuju ke lokasi kemah mewakili camat selaku mabiran untuk ngecek kebenarannya .

Hal ini juga diakui oleh Sodig dan Jamian yang bertanggung jawab sebagai seksi kemah saat dimintai keterangan membenarkan adanya penarikan dana dari para pedagang. Hal ini sudah ada kesepakatan dari para pedagang  yang diwakili beberapa orang. Hasil penarikan dana tersebut masuk Rp,3.550.000  bahkan ada pedagang yang baru bayar separo ,”akunya kepada NM.

“Dana tersebut di gunakan untuk membantu pelaksanaan kemah. Karena dana yang di butuhkan 21 juta. Sumber dana berasal dari peserta kemah, sementara pesertanya kurang dari yang diharapkan. Sehingga kebutuhan dana berkurang dan harus mencari dana lain termasuk para pedagang melalui kaplingan yang di buat panitia,”imbuhnya.

Sementara tim NM mendapatkan draf anggaran lomba tingkat II ke I Kwartir Ranting 17 Kecamatan Kayen Tahun 2019. Dana bersumber dari 54  pangkalan dari SD/MI se kecamatan Kayen berjumlah 40,  5 SMP  dan 9 MTs. Tiap masing-masing sekolah dikenai biaya 450.000 dan jumlah total 24.300.000. Sesuai perencanaan dari jumlah dana masuk tersebut dikeluarkan hingga sisa 0 rupiah yang ditandatangani oleh ketua Panitia Amran Himawan,S.Pd mengetahui ketua Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kayen H.Sudarman, S.Ag.,MM.

Saat di temui diruang kerjanya, Camat Kayen selaku mabiran mengatakan,” pelaksanaan kemah tidak pernah di undang rapat oleh Kwarran. Menjadi pembina upacara itupun diundang melalui tlp secara mendadak oleh sekertaris Purwanto. Terkait penarikan dana para pedagang itupun tidak mengetahuinya,”akunya.

Camat berharap panitia cepat mengadakan rapat pertanggungjawaban kemah untuk mensikapi dan evaluasi kekurangan kegiatan tersebut. Harapanya kedepan tidak terulang dan supaya lebih semarak dan lebih baik.  Panitia kemah untuk tahun yang akan datang semua para mabigus ada dukungan sehingga program kegiatan kwaran lebih baik,”khususnya  para pramuka,”pungkas Camat. (tim jateng7/ Peci)


8 Rumah Desa Wegil Sukolilo Pati Rusak, Diterjang Puting Beliung

foto. Rumah milik Sukardi yang roboh diterjang puting beliung dk jepatan desa wegil Kamis 31/10 sore 16.00 WIB.

JATENG7.SUKOLILO - Sedikitnya delapan rumah milik warga Dukuh Jepatan RT 4 RW 5, Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, porak-poranda dihantam angin puting beliung Kamis (31/10/2019) sore pukul 16.00 WIB. Akibat dari terjangan angin tersebut,  satu rumah roboh, lima lainnya rusak parah, dan dua rusak ringan.
Warga memotong batang pohon patah yang diterjang angin kencang di Dukuh Jepatan RT 4 RW 5, Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Kamis (31/10/2019) sore sekira pukul 16.00 WIB.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Angin puting beliung juga menyapu, kandang ternak ayam warga, dan puluhan pohon tumbang. 

Menurut Babinsa Serma Rusikin Polsek Sukolilo saat dimintai keterangan menyebutkan, kejadian tersebut sangat tiba-tiba sekitar pukul 16.00 Wib. "Warga tidak menyadari akan terjadinya puting beliung ini dikarenakan sekarang musim kemarau dan tidak terduga sama sekali," paparnya.

Keterangan yang sama Ketua PMI Sukolilo Imam Sopyan saat di hubungi via tlp mengatakan,"dari kedelapan rumah tersebut, satu roboh, lima  rusak parah, dan dua rusak ringan.

Menurut data yang dimiliki oleh PMI Sukolilo menjelaskan bahwa," pemilik rumah dan tingkat kerusakanya dilaporkan yakni : 1.Sukardi ( roboh ), 2. Sutomo ( rusak parah), 3.Tomsin ( rusak parah ), 4. Ngatmin ( rusak parah ), 5.Dullatif ( rusak parah ), 6.Achsani ( rusak Parah ), 7.Kanidun (rusak ringan), 8.Nurzahid ( rusak ringan ).

 Disamping kerusakan rumah warga, juga menerjang kandang ayam milik Rois. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, taksiran kerugian kurang lebih mencapai 115 juta rupiah.

"Guna meringankan beban yang kena musibah, pemerintah desa Wegil  Muspika Sukolilo, relawan, dan warga setempat secara bergotong-royong membantu membereskan pohon yang tumbang dan membersihkan puing-puing bangunan bekas kerusakan akibat diterjang angin," pungkasnya. (tim jateng7/S.dim ).
 

Monday, October 21, 2019

Meski Dafa Sudah Tiada, Bantuan Dana Untuk Penderita Kanker Darah Warga Jatiroto Kayen Masih Mengalir

 Foto JT7. Suasana duka saat pemberangkatan jenazah  Dafa setelah berjuang melawan kanker darah
JATENG7.PATI – Simpatisan  warga desa Jatiroto dan sekitarnya  pasca meninggalnya  Dafa, meski sudah 7 harinya masih rame mengunjungi  rumah duka.  Suasana duka yang mendalam di selimuti rasa sedih yang masih dirasakan oleh Yuniati (34) warga dukuh Pucang turut Desa Jatiroto RT 04/05 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Atas  kehilangan putra satu satunya yang ia miliki yakni “Dafa Riski Budiono” (7) meninggal dunia saat berjuang melawan kanker darah/Leukimia.

Meski sudah dilakukan pengobatan, anak  yang akrab dipanggil  Dafa baru duduk di bangku  Kelas 1 SD Jatiroto 02, Putra tunggal pasangan Yuniati-Supriyanto menghembuskan nafas terakhir  di RS Karyadi Semarang , Sabtu 12/10/2019. kemarin. Akibat dari kematian Dafa, menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, orang tua bahkan teman sebaya.  Lebih-lagi, sebelum meninggalnya Dafa, lebih dulu ditinggal pergi  oleh seorang ayah (Supriyanto) saat merantau yang baru satu tahun meninggal.

Singkat cerita, selama pengobatan di RS Karyadi, semula Dafa di daftarkan dengan memakai  BPJS dirawat di Ruang IGD. Namun karena waktu yang menentukan, pasien tidak bisa memakai BPJS lantaran tidak bisa memenuhi saratnya sebagai pasien BPJS. Pasien terpaksa harus berobat dengan masuk sebagai pasien umum,”ujar keluarga kepada tim News Metro.

Saat di temui  keluarga pasien menjelaskan, ”semula pasien mendaftar memakai BPJS.  Satu hari kemudian setelah pasien masuk rawat inap, pihak  RS Karyadi menanyakan BPJS sebagai sarat yang di ajukan. Lantaran BPJS baru diurus dan masuk daftar  1 Oktober 2019, dan BPJS tersebut baru bisa aktif 15 Oktober. Sehingga kartu BPJS tersebut tidak bisa di gunakan untuk mengurus sebagai Pasien BPJS. Sedangkan dari RS Karyadi hanya bisa membatasi setor BPJS tiga hari. Selebihnya harus masuk pasien umum,”kata keluarga pasien kepada tim NM saat di mintai keterangan.
 
Foto/JT7. Kondisi Dafa kritis saat di rawat di ICU RS Karyadi Semarang
Menurut keterangan keluarga, “penyakit yang diderita Dafa adalah Kanker darah/leukimia dan  menjalani pengobatan di RS Umum Pusat Dr. Kariadi, Semarang di ICU. Dan harus menjalani operasi sumsum tulang belakang. Biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp 100.000.000,”ucapnya kepada NM.

Karena pasien ini tergolong keluarga kurang mampu,  atas petunjuk dari tim News Metro  harus dilakukan  penggalangan dana melalui FB/Watsap kepada semua element masyarakat dimanapun berada. Walhasil, dana bantuan ternyata mengalir baik diserahkan secara langsung tunai maupun lewat rekening.

Tercatat sumbangan dana masuk berasal dari para pejabat, tokoh masyarakat dan  masyarakat yang mengatasnamakan “masyarakat desa Jatiroto peduli”,  bahkan warga lain desa turut membantu sebelum Dafa meninggal dan kondisi masih dalam perawatan di RS Karyadi Semarang.

Dari pantauan tim News Metro, penggalangan dana tercatat banyak dari kalangan pejabat diantaranya,”Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sudewo DPR RI,  Wabup Pati (Safin), Dispira Pati, H.Hardi anggota DPRD Pati, Polda Sulawesi Selatan, Ibu Persid kodim Pati, Koramil Kayen, Puskesmas Kayen, Paguyuban Bidan, warga Dukuh Pucang Jatiroto Peduli, Kacang Garuda Pati, Camat Kayen, Kepala Desa Jatiroto, Pemdes  Jatiroto, Basnas Pati, Pemuda Ansor, dan donatur dari  desa lain.

Sebelum meninggalnya Dafa,  dana terkumpul Rp,27.000.000 tunai diserahkan langsung kepada keluarga pasien dan masuk melalui rekening terkumpul 13.700.000. jumlah total 40.700.000. Dana tersebut untuk biaya pengobatan dan operasional saat di RS Karyadi Semarang.

Meski sudah di upayakan penggalangan dana untuk pengobatan dan operasi bedah pada otak belakang yang diderita oleh Dafa, yang Maha Kuasa berkehendak lain. Dafa Riski Budiono menghembuskan nafas terakhir menghadap pada sang Ilahi Robbi pada hari Sabtu 12/10/2019 di RS Karyadi Semarang sore jam 17.20.WIB.  

Terhitung 7 hari sejak meninggalnya Dafa, kondisi orang tua masih lemas tak berdaya lantaran bersedih yang berlebihan.  Sehingga turut berduka dari warga setempat dan  pejabat datang mendoakan dan menasehati agar suasana duka berkurang dan tabah dalam menghadapi kesedihanya itu. Turut hadir untuk memberikan doa di waktu 7 harinya adalah Camat Kayen Drs.Didik Rusdiarto bersama istri dan Kepala Desa Jatiroto Eka Wahyudi, Ketua Banser Desa Jatiroto , Pemuda Anshor dan Baznas.

Di laporkan keluarga saat tim News Metro menyambangi di rumah duka, “bahwa sampai saat ini waktu 7 hari meninggalnya Dafa,  sumbangan dana masih bertambah lagi. “ Kini bertambah   sumbangan lewat rekening sejumlah Rp,30.381.000.  Jadi hasil dana yang diterima dengan tunai untuk keluarga Dafa berjumlah Rp,73.000.000.

Sampai  berita ini di tulis menyebutkan,”bahwa pendapatan dana sumbangan sebelum dan sesudah Dafa meninggal  total 106.081.000. Dana tersebut selain di gunakan untuk biaya pengobatan dan pemakaman, selebihnya untuk kebutuhan sehari - hari orang tua Dafa  karena tidak punya mata pencaharian.

Sementara keluarga korban yang di wakili oleh Suparjo (56) kakek Dafa melalui media News Mentro.co menyampaikan,”ucapan banyak terima kasih kepada semua donatur  serta  para pejabat  penyandang dana, serta organisasi masyarakat lainya yang peduli membatu meringankan beban keluarga kami,”ujarnya kepada para donatur dimanapun berada.

Harapanya sumbangan dana tersebut digunakan sebaik baiknya dan berguna untuk memenuhi kebutuhan keluarga Dafa yang ditinggalkan. Dengan iringan doa, semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT, mendapatkan tempat yang layak dan di ampuni segala dosanya dan meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Aamiin. (tim jateng7/Peci).


 














Related Post

.