Monday, July 6, 2020

17 Pejabat Struktural Kabupaten Pati Dilantik, Bupati Harapkan Keluhan Masyarakat Cepat Direspon


Bupati Pati lantik 17  pejabat Struktural   dipendopo  Kabupaten Pati. Sabtu, (4/7/2020).

JATENG7.PATI - Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Bupati Haryanto melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat administrator dan pejabat pengawas serta pengukuhan Kepala UPTD Puskesmas di lingkungan Pemerintah  Kabupaten Pati. Sabtu, (4/7/2020).

Turut menyaksikan proses pengambilan sumpah jabatan Wakil Bupati, Sekda, para asisten dan Kepala OPD.  Pejabat yang dilantik berjumlah 17 orang, terdiri dari 5 pejabat eselon III atau administrator dan  pejabat eselon IV atau pengawas yaitu 8 orang. Sedangkan 4 kepala puskesmas ikut dikukuhkan.

Dalam sambutanya, Bupati Haryanto mengatakan,”pelantikan jabatan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Menurut Bupati, ASN tidak mesti selamanya berada di salah satu jabatan. Semakin banyak memegang jabatan yang lain, maka akan semakin banyak pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki,”katanya.

"Mutasi ini adalah satu kebutuhan organisasi. Tugas saat ini adalah menjawab keluhan-keluhan yang ada di lapangan. Jangan sampai yang dipercaya ini nanti tidak bisa menjawab keluhan-keluhan yang ada di lapangan," jelas Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa mutasi atau promosi selain untuk memenuhi kebutuhan organisasi, juga untuk memperkuat agar pelayanan tidak tersendat. Ia berharap dengan pemenuhan kebutuhan organisasi maka permasalahan di instansi bisa teratasi.

Ia berharap pejabat baru bisa menangani keluhan-keluhan dengan respon yang cepat. Apalagi saat ini, semua keluhan masyarakat justru disebarkan melalui sosial media. "Kalau sudah diketahui dan disebarluaskan tidak bisa ditarik kembali karena sudah terlanjur dikirimkan ke medsos, itu yang perlu diperhatikan," ungkap Bupati.

Bupati juga mengatakan bahwa pekerjaan ASN saat ini berat dan berorientasi pada pelayanan. Untuk itu ia meminta ASN untuk terus belajar dan mengabdi pada negara. Sementara itu, Bupati juga memberikan apresiasinya pada pegawai yang ada di Puskesmas. "Saat ini puskesmas adalah garda terdepan. Dan saya juga ucapkan terima kasih selama ini telah memberikan bantuan pelayanan yang maksimal," pungkasnya.

Bupati juga berharap para pejabat bisa memegang amanah dan membawa keberkahan di instansi yang baru. (jateng7/dima@n).

Masih Pandemi Covid-19, Pemkab Pati Gelar Pengambilan Sumpah Janji PNS Secara Virtual

 Pemkab Pati,  menggelar Pengambilan Sumpah Janji PNS secara virtual.Senin 6/7/2020

JATENG7.PATI - Lantaran pandemi Covid-19 belum usai, Pemerintah Kabupaten Pati, hari ini menggelar Pengambilan Sumpah Janji PNS secara virtual. Upacara penyerahan Surat Keputusan (SK) tersebut selain di Pendopo juga dilakukan di 19 titik lain di Kabupaten Pati.Senin (6/7/2020).

Beberapa kecamatan bahkan ada yang pelaksanaannya digabung. 534 PNS yang menerima SK tersebut adalah CPNS yang telah mengikuti seleksi penerimaan pada tahun 2018, 2019 dan 2020. "Upacaranya diadakan secara virtual karena tidak mungkin kita mengadakan seremoni besar secara bersama - sama di masa pandemi seperti saat ini", ujar Bupati mengawali sambutannya.

Kemudian Haryanto pun berpesan kepada para penerima SK PNS, bahwasanya hari ini merupakan tonggak sejarah karena mereka telah melewati masa uji dari CPNS menjadi PNS.

"Ini bukan merupakan hal yang mudah sebab harus bersaing dengan puluhan ribu orang yang menginginkan menjadi PNS. Selain itu Anda semua juga telah melalui masa uji selama 1 sampai 1,5 tahun untuk dapat diangkat menjadi PNS",  imbuhnya.

Namun demikian, Bupati mengakui bahwa meski hari ini dilakukan pengambilan sumpah, sebenarnya belum dapat untuk memenuhi kebutuhan atas kekurangan PNS di Kabupaten Pati. "Sebab sejak tahun 2011 sampai sekarang telah banyak yang pensiun namun rekrutmen, baru ada tahun kemarin dan tahun sebelumnya", jelasnya.

Bupati pun menjelaskan, yang lumayan tercukupi baru dari tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan. "Tenaga pendidikan dari formasi umum dan tenaga kesehatan juga dari formasi umum dan K2", lanjutnya.

Dengan diangkatnya para PNS baru ini, Bupati pun mengingatkan bahwa sebagai PNS, mereka tidak bisa seenaknya saja dalam bekerja karena ada aturan-aturan yang mengikat dan harus dipatuhi. "Karena sudah menjadi PNS, otomatis akan terikat. Yaitu terikat dengan berbagai aturan yang begitu detail", tegas Haryanto.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pati, Jumani, dalam laporannya menjelaskan bahwa dari 534 CPNS yang menerima SK PNS hari ini, yang berasal dari formasi umum tahun 2018 sebanyak 456 orang, formasi khusus 50 orang dan dari STTD 5 orang.

Namun dari jumlah formasi umum tersebut, 1 orang dinyatakan mengundurkan diri dan 2 orang telah meninggal dunia. "Sedangkan penerimaan CPNS tahun 2019 untuk formasi bidan ada sebanyak 26 orang. Sehingga pada hari ini yang mendapat SK ada sebanyak 534 orang", jelasnya.

Adapun rincian 534 orang tersebut, menurut Jumani, terdiri dari tenaga kesehatan 103 orang, tenaga pendidikan 378 orang, dan tenaga teknis tertentu/administrasi sebanyak 53 orang. (jateng7/dim@n)

Polres Jepara Serahkan Hadiah Lomba Creative Competition, Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-74



JATENG7.JEPARA - Penyerahan hadiah lomba creatif competition yang dilaksanakan di halaman Endra Dharmalaksana Polres Jepara sangat menginspirasi masyarakat jepara khususnya para pelajar. Dalam suasana pandemi Covid 19 ini, Polres Jepara mengadakan Lomba Creative Competition, stay at home atau dirumah saja lewat vidio atau gambar dengan tema "Polisi Sahabat Kita" Senin 07 Juli 2020.
Tujuan Kapolres dari lomba tersebut adalah untuk memberikan semangat dan dukungan kepada masyarakat khususnya para pelajar/mahasiswa agar tetap mengasah bakatnya atau potensi yang ada, walaupun tetap dirumah saja. Lomba yang diadakan mulai tanggal 04 Juni sampai dengan 01 Juli kemarin ada bebereapa kategori, baik untuk tingkat Paud, SD, SLTP, SLTA, Mahasiswa ataupun umum.
Penyerahan hadiah tersebut dilaksanakan di halaman  Endra Dharmalaksana Polres Jepara seusai apel pagi pukul 08.15 sampai dengan 09.00. Penyerahan hadiah diberikan oleh Kapolees Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, S.H., S.I.K., M.H, Waka Polres Jepara Kompol I Puty Bagus Pirnama, S.I.k, PJU Polres Jepara dan anggota lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Nugroho memberikan ucapan terimakasih kepada pemenang lomba bhayangkara creatif competition  dalam rangka HUT Bhayangkara ke-74, teruslah berkarya lewat vidio maupun gambar dengan baik dan berkualitas walaupun tetap dirumah saja.

Dan kita berdoa bersama semoga virus Covid 19 ini segera berakhir dan kita tetap disiplin dalam aktivitas sesuai protokol kesehatan agar terhindar dari virus Covid 19 karena saat ini vaksinnya belum ditemukan. Adapun pemenang dari lomba tersebut adalah sebagai berikut:

1. Desain Busana SLTA : Juara 1 Sdri. Rizqa Marta dari SMKN 2 Jepara,  Juara 2 Sdri. Diyah Ayu dari SMKN 2 Jepara, Juara 3 Sdri. Novita Pradewi dari SMKN 2 Jepara.

2. Desain Poster tingkat SMP & SMA : Juara 1 Sdr. Ulung Ardian dari SMK Bhakti Praja, Juara 2 Sdr. Marsha Eka dari SMPN 2 Jepara, Juara 3 Sdr. Agil Arya dari SMPN 2 Jepara. Untuk  mahasiswa   Umum : Juara 2 Sdri. Septinanda Unisnu Jepara, Juara 3 Sdri. Viona Tiska dari Ds. Bondo Bangsri.

3. Menulis Kategori SMA - SMK Juara 1 Sdri. Amaliatul Hidayah dari MAN 1 Jepara, Juara 2 Sdri. Diva Navisa dari SMAN 1 Jepara, Juara 3 Sdri. Mega Permatasari dari SMAN 1 Pecangaan. Untuk Kategori Mahasiswa – Umum Juara 1 Sdri. Farikhatul Hidayah dari IPDN, Juara 2 Sdri. Arfiatul Khuzna dari IAIN Kudus, Juara 3 Sdri. Sofiin dari Ds. Tanjung, Pakisaji.

4. Menyanyi Tunggal Kategori TK- PAUD, Juara 1 Sdr. Akash Talenta dari RA Al-istiqomah lebak, Juara 2 Sdri. Delisa Pria PAUD Kasih bunda Dudakawu Kembang, Juara 3 Sdri. Nalani Rahadatu PG/TK Tadika Puri Jepara. Untuk Kategori SD – MI, Juara 1 Stevano Ari SDN 1 Panggang, Juara 2 Aya Haura SDUT Bumi Kartini, Jahat 3 Fadhil Darmawan SDN 4 Jambu.

Sedangkan untuk Kategori SLTP, Juara 1 Mulina Tusadah SMPN 3 Kembang, Juara 2 Talita Narwastu SMPN 3 Kembang, Juara 3 Irfa Anisa SMP Bangsri. Kategori SLTA, Juara 1 Stefanus C SMAN 1 Jepara, Juara 2 Lia Diana SMKN 1 Bangsri, Juara 3 Gabriella Rafa SMKN 3 Jepara. Kategori Mahasiswa - Umum Norina Fabrilia SMPN 1 Pecangaan.

5. Cipta dan Baca Puisi, Kategori SLTP Sahda Fauziah MTS Mualimat Kudus, Kategori SLTA Gania Bilqis SMA N Welahan, Kategori Mahasiswa - Umum Mufarih Niam, dan Video Pembelajaran Andi Setiadi SMK Islam Al Hikmah Mayong.
7. Vlog, Kategori SLTP - SLTA M. Sidiq SMKN 3 Jepara, Kategori Mahasiswa - Umum M. Ali Romadhon SMP Islam Terpadu Qoliliyah Setelah bangsri dan Stand up Comedy Gautama Sindu. (Jateng7.com/Giarto).

Friday, July 3, 2020

Wabup Pati (Safin) Jadi Narasumber Webinar UNDIP, Kontribusi Sektor Perikanan

  Wabup Pati   (Safin),   menjadi narasumber dalam Webinar (Web Seminar) Kelautan dan Perikanandi ruang Pati Command Center (PCC) Setda Pati

JATENG7.PATI - Bertempat di ruang Pati Command Center (PCC) Setda Pati, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), hari ini menjadi narasumber dalam Webinar (Web Seminar) Kelautan dan Perikanan bertema “Kontribusi Sektor Perikanan Tangkap terhadap Peningkatan dan Penyerapan Tenaga Kerja di Jawa Tengah”, yang diadakan oleh Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro (UNDIP).

Dalam Webinar itu, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya senantiasa mendorong masuknya para investor untuk membangun industri penunjang sektor perikanan di Kabupaten Pati. "Perikanan merupakan satu di antara sektor ekonomi unggulan di Pati.

Hal ini antara lain bisa dilihat dari banyaknya jumlah kapal nelayan berkapasitas besar dan berkembangnya perikanan budidaya. Namun, masih dibutuhkan industri penunjang untuk memaksimalkan potensi ekonomi di sektor ini", ujar Wabup yang hadir didampingi pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kabupaten Pati.

Dalam paparanya, Safin pun mengajak untuk berinvestasi di industri perikanan. "Kalau cold storage sudah cukup banyak, tapi kami masih berharap ada investor yang mau masuk ke pengolahan. Saat ini butuh support di bidang tersebut. Hal tersebut bertujuan supaya produksi ikan tidak dijual mentah, melainkan ada nilai tambahnya", lanjut Wabup.

Ia pun mejelaskan, bahwa jumlah kapal dan nelayan asal Pati termasuk yang tertinggi di Jawa Tengah. "Kapal berkapasitas di atas 30 Gross Tonnage (GT) jumlahnya mencapai 576 unit. Lalu kategori di atas 30 GT memiliki besaran bervariasi, mulai 80, 90, 100, bahkan hingga 150 GT,”imbuhnya.

Sedangkan, untuk kapal nelayan kecil berukuran di bawah 10 GT, menurut Wabup, jumlahnya mencapai 1.732 unit.  "Para nelayan kapal besar mencari ikannya memang bukan di perairan Jawa Tengah, ada beberapa yang di Sulawesi, Laut Papua, Natuna, dan lain-lain.

Ini sangat berkontribusi untuk menggantikan nelayan-nelayan luar negeri yang dulu melaut di wilayah kita. Wabup berharap jangan ada lagi nelayan asing di laut NKRI. Nelayan Pati siap menggantikan mereka", papar Safin.

Demi menunjang kinerja nelayan ia pun berharap pemerintah pusat dapat memberi dukungan untuk mempermudah urusan perizinan. ( tim jateng7/dim@n)

Tanpa Mengantongi Ijin Domisili, Kafe Karaoke di Pantai Pungkruk Mororejo Jepara Nekat Beroperasi

  kafe karaoke di kawasan pantai Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara   tidak ada ijin domisili,

JATENG7.JEPARA - Masa pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten Jepara dengan gencar-gencarnya berjuang untuk melawan virus corona. Namun tidak semua warga masyarakat peduli, terlebih para pengusaha kafe nekad beroperasi tanpa mengantongi ijin domisili, tidak menghiraukan protokol kesehatan.  Hal ini terpantau tim jateng7.com saat menyambangi kediaman Kepala Desa dan Sekretaris  desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara Jumat, (3/7/2020).

Dalam wawancara diruang kerjanya, Kepala Desa Mororejo menyatakan,”bahwa Pihak Pemdes Mororejo juga tidak mengetahui pasti pemilik dari bangunan lokasi karaoke di wilayah desanya. Semua kafe karaoke di kawasan pantai Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara ternyata tidak ada ijin domisili, surat Izin Gangguan, biasa juga disebut HO (Hinderordonnantie) dan IMB ataupun TDUP yang lazimnya di urus oleh pemilik melalui pengajuan surat keterangan ke pemerintah desa,”ujarnya.

Masih Kepala Desa Mororejo   mengatakan, “semua kafe karaoke yang beroperasi di wilayah pantai Pungkruk, tidak ada pengajuan surat ijin domisili dan surat ijin HO atau tembusan surat  perijinan baik dari dinas pariwisata atau instansi terkait, kepada pihak desa, sehingga kami tidak tahu tentang siapa pemilik usaha tersebut,” Katanya.

“Masyarakat sudah sejak lama tidak berkenan atas adanya usaha karaoke di wilayahnya, namun karena tidak ada tindakan nyata dari Pemda untuk menutup kegiatan karaoke, mereka hanya pasrah dengan kondisi tersebut,” tambahnya.
Kafe tanpa ijin. tim jateng7.com wawancara dengan Petinggi Mororejo Mlonggo Jepara
Melihat dari sisi hukum usaha karaoke yang saat ini ada di Jepara bertentangan dengan Perda No 9 Tahun 2016 dan Perda No 2 Tahun 2003 Jo Perda No 4 Tahun 2001 tentang larangan minuman beralkohol. Sebagian besar usaha karaoke berdiri sendiri dan bukan sebagai bagian pendukung fasilitas hotel atau restaurant.

Melihat fakta tersebut tentunya pemerintah daerah harus tegas dalam menegakkan peraturan daerah yang sudah menjadi pedoman dalam pelaksanaannya.
Apabila terjadi pelanggaran kegiatan, sesuai Perda Kabupaten Jepara Nomor 9 Tahun 2016, Pasal 81 (3) dan Pasal 82 (3), TDUP di bekukan sementara. (tim jateng7/Giarto & Setiyadi)


Pemuda Pancasila Jepara Geruduk Gedung DPRD, Tuntut RUU HIP Dibatalkan

  Belasan pengurus dan puluhan anggota Pemuda Pancasila  Kabupaten Jepara geruduk gedung wakil rakyat di komplek Taman Sari Jepara, Kamis (2/7/2020).

JATENG7.JEPARA - Ditengah masa pandemi Covid-19 yang semakin hari semakin memperihatinkan dan menelan banyak korban termasuk petugas kesehatan. Bersama belasan pengurus dan puluhan anggota Pemuda Pancasila  Kabupaten Jepara geruduk gedung wakil rakyat di komplek Taman Sari Jepara, Kamis (2/7/2020). Mereka menuntut dan menolak dibatalkanya RUU HIP yang saat ini masuk prolegnas. Mendesak supaya DPRD Jepara segera menindak lanjuti tuntutan mereka, agar RUU tetang HIP di dibatalkan bukan hanya di tunda.

Kedatangan rombongan Pemuda Pancasila yang di pimpin Murdiyanto SH. disambut baik oleh Ketua DPRD Jepara H Imam ghozali SH. Walaupun dengan membawa puluhan anggota, dengan  semangat dan tegas mereka untuk menyuarakan ideologi bangsa. Masa yang datang semua pemuda pancasila masih tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan covid 19. Yaitu dengan tetap menjaga jarak, menggunakan masker hingga menggunakan faceshield berlogo organisasi.

Deny Purdana selaku bendahara Pemuda Pancasila meminta, agar surat yang ditujukan ke DPR RI dari ketua DPRD Jepara tentang penolakan tersebut agar bisa di perlihatkan untuk memastikan bahwa DPRD jepara telah membuat surat dan di kirimkan ke DPR RI dan lembaga Negara lainya di pusat.

Sementara itu , Murdiyanto SH selaku ketua Pemuda Pancasila Jepara dalam penyampaianya,” sangat menyayangkan karena kondisi bangsa yang sedang gencar gencarnya untuk memerangi wabah covid 19 yang semakin mengkhawatirkan. Mengapa musti ada agenda lain yaitu RUU HIP ini gulirkan, ini sangat menciderai perjuangan para tokoh dan pendiri bangsa. Dia sangat tegas menolak segera di batalkannya bukan lagi ditunda RUU HIP dari daftar PROLEGNAS,”ujarnya.

“Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa sudah final tidak perlu di otak atik lagi, kami pemuda Pancasila akan berada di garis depan apabila ada elemen masyarakat ormas dan kelompok tertentu yang masih mengotak atik Pancasila untuk di ganti dengan ideologi yang lain,”tegasnya.

Dialog bersama Pemuda Pancasila dengan DPRD Jepara bahas dibatalkan RUU HIP

Sementara, Ketua DPRD Jepara H Imam ghozali SH setelah menerima rombongan mengatakan, “RUU HIP ini tidak perlu di besar besarkan agar tidak menjadi isu politik yang bertujuan memecah belah bangsa. Karena RUU HIP ini belum dibahas dan pemerintah sendiri sampai saat ini belum memberikan referensi kepada Banleg maupun ke DPR RI untuk membahas RUU HIP tersebut.

Namun Imam Ghozali tetap bersedia untuk mengirimkan surat penolakan RUU HIP ke DPR RI agar RUU HIP tersebut di cabut, kami banyak menerima aduan dari  banyak elemen masyarakat terkait RUU HIP tersebut, oleh karena itu kami akan segera kirim surat ke DPR RI,”tegas Ghozali. (tim jateng7/ Giarto & Deny).


Upacara Adat Sedekah Bumi Desa Jatiroto Kayen Terapkan Protokol Kesehatan

 Secara simbolis, acara Sedekah bumi/Khaul Ki Gusti Mataram dukuh Pucang Jatiroto Kayen Jumat 3/7/2020
JATENG7. PATI - Sedekah bumi atau kabumi pada mulanya merupakan salah kegiatan upacara tradisional yang banyak dilakukan oleh masyarakat agraris di desa-desa. Sebagai perwujudan rasa syukur mereka kepada sang Pencipta atas hasil pertanian melimpah. Upacara tradisional ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali, pada bulan apit  (Dzul Qa’dah). Disisi lain sedekah bumi juga dapat dijadikan tolak ukur sejauh mana para masyarakat mengamalkan ajaran-ajaran agamanya.

Tujuan tradisi Sedekah Bumi adalah memberikan persembahan dan penghormatan yang berupa sesaji hasil bumi yang ditunjukkan kepada sang maha pencipta yang telah menjaga bumi pertiwi yang ditempati dalam keadaan aman, tenteram, sejahtera dan jauh dari segala macam persoalan-persoalan dan masalah. Serta diadakan karena ingin mengucapkan rasa syukur atas rizky yang telah diberikan.

Dan warga masyarakat agraris diharapkan memiliki keteraturan dalam bercocok tanam dan agar meningkatkan keseimbangan lingkungan dengan kehidupan manusia, terutama dalam stabilitas pangan, selain itu masyarakat mengharapkan keberlangsungan keteraturan sosial, dan supaya integrasi sosial, kolektivitas dan hirarki di masyarakat menjadi kuat dan terpelihara.

Bagi kalangan petani di desa Jatiroto, dan warga sekitar yang mempercayai tradisi yang harus dipenuhi setiap tahun. Maka ritual tersebut seolah menjadi kewajiban untuk dilaksanakan, dengan harapan agar tanaman yang hendak ditanam, terutama padi dapat menghasilkan padi yang berlimpah dan subur. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan dari nenek moyang.

Dilansir dari kegiatan yang dilakukan masyarakat dukuh Pucang Desa Jatiroto Kecamatan Kayen Kabupaten Pati ini, setiap tahun selalu mengadakan upacara sedekah bumi/Khaul Ki Gusti Mataram dengan mengedepankan protokol kesehatan. Tidak seperti biasanya,upacara adat ini digelar masyarakat pada hari Jumat (3/7/ 2020), dengan  sangat sederhana, seperti pada tahun sebelumnya yang diadakan  sangat meriah.

Pelaksanaan yang hanya satu jam berjalan ini dimulai  dari jam 10.00 - 11.00 dalam keadaan lancar dan tertib. Dalam rangkaian acara digelar  budaya wayang kulit dengan cara simbolis oleh seorang dalang muda Ki Widagdo dengan mengambil lakon “Romo Tambak”. Tasyakuran berupa (bancakan red) di ikuti warga setempat dengan cara protokol kesehatan jaga jarak dan bermasker.

Hadir dalam kegiatan tersebut, dari Camat Kayen yang di wakili Kasi trantip Kayen Wahyu, Kades Jatiroto beserta perangkat desa dan pengurus makam Ki Gusti Mataram, Bhabinkamtibmas desa Jatiroto Bripka Joko Waliuyo, Bhabinsa Desa Jatiroto Serda Sugiyanto, tokoh agama, tokoh masyarakat.

Adanya ruwatan atau Sedekah Bumi ini untuk melestarikan budaya. Ritual ini juga penting untuk menjaga agar generasi penerus bangsa ini dapat mempelajari dan melaksanakan budaya agung ini dengan dengan tidak lepas dari rel budaya lokal atau daerahnya, namun tetap mampu memadukannya dengan perkembangan zaman. (tim jateng7/Peci).

Related Post

.