Jateng7

Daerah

Polres Jepara

Polres Pati

TV Jateng7

Pati

Video

Saturday, April 17, 2021

Pendataan Bantuan BPUM, Masyarakat Harus Mendapatkan Informasi Secara Valid

JATENG7.PATI -  Bupati Pati Haryanto menghadiri rapat koordinasi bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) Banpres Tahun 2021 di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (17/4/2021) pagi. Dalam rakor, Bupati mengundang seluruh camat se-Kabupaten Pati untuk membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui kepala desa.

Menurut Haryanto, sebelum bantuan ini direalisasikan, masyarakat harus mendapatkan informasi secara valid. Sehingga kehadiran Camat dapat membantu memberikan informasi melalui rakor bersama kepala desa. Agar nantinya tidak ada ketimpangan informasi seputar bantuan ini.

Bupati menuturkan jika tidak semua pemohon BPUM ini disetujui, karena pengajuannya melalui sistem online. Untuk itu masyarakat harus mengetahui tentang bantuan dari pemerintah yang turun. Ia mengungkapkan bantuan-bantuan yang turun dari pemerintah pusat akan melalui proses. Seperti verifikasi data dari tingkat desa hingga ke pemerintah pusat.

“Dari Kabupaten mengirim data, kemudian diverifikasi ke pusat. Karena ini justru bantuan BPUM pendataannya cepat, lewat akses  internet. Namun masih ada kendala-kendala di lapangan. Jadi, usulannya banyak tapi belum tentu mendapatkan semua," jelasnya.

Haryanto berharap agar para camat segera memberikan pemahaman kepada kepala desa melalui rakor. Nanti jika ada persoalan-persoalan yang muncul, Bupati akan memfasilitasi petugas yang di lapangan.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UMKM kabupaten Pati Wahyu Setyawati dalam sambutannya mengatakan, dasar Peraturan Menkop UKM RI nomor 2/2021 tentang perubahan atas peraturan Menkop UKM RI no 6 tahun 2020 tentang pedoman umum tentang bantuan pemerintah bagi usaha mikro untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional serta penyelamatan ekonomi nasional pada masa pandemi covid 19.

Menurutnya, sepanjang tahun 2020, melalui beberapa lembaga pengusul seperti BNI, BRI, Pegadaian, Koperasi, PNM serta Dinas koperasi UMKM telah mengirimkan data usulan BPUM ada sebanyak 8.154 pelaku UMKM yang dilakukan dua periode.

Pendataan yang pertama dilakukan oleh Dinas Koperasi UMKM pada bulan Agustus 2020, kemudian pendataan kedua dilakukan pada Oktober sampai November 2020. Adapun yang terealisasi mendapatkan BPUM sebanyak 45.581 Pelaku Usaha Mikro. 

“Dan untuk tahun 2021 Kemenkop UKM RI telah mengeluarkan keputusan tentang penetapan penerima BPUM kwartal pertama sebanyak 23.300 UMKM yang terdiri dari pengusul tahun 2020 yang belum terealisasi dan yang sudah terealisasi," ungkapnya.

Untuk tahun 2021, lembaga pengusul yaitu Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, dalam rentang waktu 12 April sampai dengan 22 April telah membuka tahap pertama, pertanggal 14 April 2021 pihaknya mengaku sudah mengirimkan usulan 1.305 pelaku usaha mikro. Untuk 2021 lembaga pengusul di Kabupaten Pati hanya ada satu, yaitu Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten atau Kota. (tim jateng7/Dim@n).

Wakil Bupati Pati, Terima Kunjungan INTI Perhimpunan Indonesia Tionghoa Bahas Potensi Investasi di Kab.Pati

Wabup Pati terima kunjungan perhimpunan INTI bahas potensi investasi di pendopo Kabupaten Sabtu (17/4/2021)

JATENG7.PATI - Guna membahas potensi investasi di Kabupaten Pati, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin bersama dengan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pati menerima kunjungan perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Sabtu (17/4/2021).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, kemudian dilanjutkan dengan tinjauan lapangan ke kawasan Pulau Seprapat Kecamatan Juwana tersebut, Wabup menegaskan bahwa kunjungan Inti kali ini, merupakan tindak lanjut atas undangan yang pihaknya terima di Tiongkok, jauh sebelum adanya pandemi Covid - 19.

Di dalam forum tersebut, pihaknya membahas tentang segala potensi yang dimiliki Kabupaten Pati untuk investasi. "Tentunya ini merupakan kunjungan yang sangat baik. Dan mudah - mudahan, rekan - rekan dari Inti ini dapat berinvestasi di Pati. Selain itu, mudah-mudahan mereka juga turut membantu mempromosikan potensi Pati ke daerah luar", ujarnya saat diwawancarai media.

Kalau di Indonesia, lanjut Wabup, penduduknya sebanyak 270 juta. Sedangkan di Tiongkok, penduduknya kurang lebih 1 miliar. Menurut Safin, jumlah penduduk tersebut merupakah salah satu potensi pasar yang perlu ditindaklanjuti.

"Kita berikan gambaran, Pati ini perlu kita buka, karena kita berharap akan adanya investasi - investasi yang masuk demi meningkatkan pembangunan daerah. Karena tanpa adanya investasi, pembangunan dapat terhambat", jelas Safin.

Menurut orang nomor dua di Kabupaten Pati ini menjelaskan, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, tidak hanya mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun APBD saja untuk melaksanakan pembangunan. Namun, perlu adanya dukungan dari pihak swasta juga.

Adapun sejumlah sektor yang dapat menampung investasi diantaranya sektor perikanan, pertanian, peternakan maupun produk - produk UMKM. Terlebih, terdapat banyak produk UMKM di Pati.  Hanya perlu dilakukan branding maupun pengemasan yang baik sedemikian rupa agar dapat memberikan nilai tambah.

"Hal-hal menyangkut potensi itu lah yang perlu kita sampaikan pada warga luar. Tanpa kita berupaya mempromosikan kepada warga luar, maka kita akan terus tertinggal. Terlebih bahwa di tiap daerah sedang berlomba-lomba mempercantik diri guna memberikan manfaat serta kemudahan perizinan. Dan perlu adanya dukungan dari masyarakat luas agar hal tersebut dapat terwujud,”tegasnya. (tim jateng7/Dim@n)

Lakalantas Di Demak, Pengendara Sepeda Motor Jatuh Terseret Truk Puso, Korban Meninggal di Tempat

 

FOTOJT7. Lokasi jatuhnya korban di depan Pasar Guyangan Kabupaten Demak Sabtu (17/4) sore hari

JATENG7.KAYEN.PATI - Seorang remaja bernama Bambang Riyanto (23) asal Dukuh Pucang RT 08 Rw 05 Desa Jatiroto  Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa tengah, tewas setelah jatuh terpeleset dari sepeda motor di depan Pasar  Guyaran Demak Sabtu (17/4 /2021). Sore pukul 17.30 WIB.

Menurut keterangan Penyidik Aipda Sukarjo yang menangani kasus laka lantas Polres Demak mengatakan, kejadian nahas yang menimpa Bambang Riyanto terjadi pukul 17.30 WIB.  Awalnya korban mengendarai sepeda motor pulang dari kerja.

“Sampai di TKP, korban terpeleset pasir jatuh terpental di jalan, dari arah bersamaan ada mobil truck fuso, sehingga korban terseret, mengakibatkan luka parah di   bagian kepala dan meninggal di tempat,”ujarnya.

“Untuk pengemudi motor mengalami luka parah di bagian kepala dan dibawa ke rumah sakit RS Kalijaga Demak untuk dilakukan outopsi.

 Keterangan dari Puryono anggota TNI Koramil Kayen yang merupakan tetangga korban menjelaskan, membenarkan ada korban lakalantas yang terjadi wilayah hukum Polres Demak. setelah mendapat kabar kejadian tersebut langsung menuju ke Rumah Sakit Kalijaga Demak.

“Ternyata korban sudah meninggal, selanjutnya jenazah korban di bawa pulang kerumah duka, pukul 21.59 WIB. Kedatangan jenazah korban laka tersebut disambut dengan tangisan histeris oleh keluarga.

Pemakaman jenazah Bambang Riyanto dilakukan pada hari minggu,(18/4/2021) pukul 09.30 di Pemakaman umum dukuh Pucang Desa Jatiroto Kecamatan Kayen. (tim jateng7/Mad.Peci).

 

 

Apakah Penggunaan Dana Desa Sudah Sesuai? Mari Kita Kawal dan Awasi

 

JATENG7.PATI - Desa akhir akhir ini banyak menuai kontroversi dana desa (DD) yang seharusnya untuk pembangunan desa dan kemakmuran rakyat. Namun justru malah banyak di selewengkan oleh banyak oknum kepala desa beserta jajaranya. Betapa tidak, mulai dari pengerjaan proyek, beberapa oknum banyak yang menyisihkan uang jatah untuk masuk kantong pribadi dari setiap anggaran.

Bahkan BUMDES atau badan usaha lain yang berasal dari uang dana desa banyak di alihkan untuk kepentingan memperkaya diri sendiri tak khayal akhirnya bila selesai menjabat pada kebingungan untuk LPJ nya. Ada lagi banyak kita temui untuk proyek proyek yang masuk kedesa pun harus banyak upeti atau jatah, al hasil speak pekerjaanya pun berkurang .

Narasi narasi inilah yang membudaya mulai dari atas kebawah upeti upeti inilah yang dijadikan lahan bisnis untuk memperkaya diri sendiri dengan dalih rakyat.

Upaya penegakan hukum yang masih lemah membuat penyelewengan anggaran makin membludak. Karna sanksi yang lemah yang hanya mengembalikan bila terbukti menyelewengkan dana desa.

Itulah yang membuat sejumlah oknum makin kencang bermain dan berlomba untuk menduduki jabatan kursi basah tersebut. Terus kapan dan bagaimana negara ini bila semua unsur harus ada upeti untuk kepentingan golongan. Alhasil proyeknya tidak memenuhi speak asal bapak senang (ABS), Rakyat pun yang jadi tameng kerakusan semata.

Tapi ada beberapa pemerintahan desa yang memanfaatkan dana desa untuk sepenuhnya kemajuan desa itu bisa dilihat dari desa itu maju tidaknya pembangunan dan ekonomi masyarakatnya, rakyatlah yang tau akan baik tidaknya.

Maka dari itu mari kita bersama sama mengawasi jalannya penggunaan dana desa (DD) demi kemajuan desa rakyat dan negara ini. Mari awasi jika ada gejala-gejala seperti ini mulai nampak di desa kita masing-masing. (tim jateng7/Dim@n).

Meresahkan Warga Saat Puasa Ramadan, Polsek Sukolilo Merazia Pelaku Balapan Liar

 

Kapolsek Sukolilo Iptu Sahlan SJ MM bersama jajarannya saat merazia pelaku balapan motor liar di ruas jalan Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo - Bulung, Kecamatan Jekulo, Kudus. Jumat (16/4) Sore

JATENG7.SUKOLILO.PATI  - Usai merazia para remaja yang melakukan tongtek pada dini hari di bulan Suci Ramadhan beberapa hari lalu, karena meresahan warga, Jumat (16/4/2021) sore  sekitar pukul 17.00 ganti merazia pelaku balap motor liar. Apa yang dilakukan para remaja ini, sudah pasti meresahkan para pengguna jalan, tempat di mana balapan tersebut berlangsung.

Sedangkan lokasi yang selama ini digunakan mereka melakukan balap motor liar di sore hari, tak lain di ruas jalan Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati-Bulung, Kecamatan Jekulo, Kudus. Tepatnya antara Desa Kasiyan-Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero.

Hal itu sebenarnya sudah berlangsung lama, tapi setiap kali dibubarkan  oleh petugas, mereka kembali mengulangnya. Akan tetapi, dalam razia kali ini para pembalap motor liar ini, jelas merasa terkena batunya.

Para pelaku balapan motor liar saat diangkut kendaraan patroli lengkap dengan barang bukti, untuk dibawa ke Mapolsek Sukolilo, di pinggir jalan raya Pati-Purwodadi.

Kapolsek Sukolilo, Iptu Sahlan SH MM, ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak, karena sebanyai 14 remaja lengkap dengan barang bukti sepeda motor sebanyak 11 buah diangkut ke Mapolsek. ”Mereka terpaksa kami amankan, karena harus kami berikan pembinaan, agar tidak mengulang apa yang mereka lakukan selama ini,” tandasnya.

Sebab, lanjutnya, balapan motor liar atau trek-trekan motor di jalan, jelas meresahkan para pengguna jalan. Tidak hanya itu, para pengguna jalan baik dari arah Sukolilo ke Kudus maupun sebaliknya, tentu tak berani melintas di ruas jalan tersebut.

Padahal waktunya sudah sore, sehingga yang berada di perjalanan tentu bermaksud kembali ke rumah masing-masing secepatnya. Demikian pula, bagi yang tengah menjalankan ibadah puasa juga ingin cepat tiba di rumah untuk berbuka puasa bersama keluarga, tapi mereka tak berani melintas di ras jalan itu sebelum trek-trekannya berakhir.

Dengan demikian, apa yang mereka lakukan itu, jelas mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan rasa takut bagi para pengguna jalan. Akan tetapi, mereka justru merasa bangga karena dalam balap motor liar ini juga ada warga yang datang khusus menontonnya.

Karena itu, untuk tahap ini baru mereka yang terlibat balapan saja yang diangkut ke Mapolsek, tapi jika di lain kesempatan itu yang menonton juga bisa saja harus ikut bertanggung jawab. Sebab, mereka ini juga memberikan semangat kepada para pembalap liarnya.

Untuk memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan semata, tentu tidak cukup, maka orang tuanya juga ikut serta dihadirkan ke Mapolsek. ”Masih belum cukup dengan itu, para orang tua yang bersangkutan juga harus datang dengan kepala desa,” tandasnya. (tim jateng7/Hadi.S).

 

 

Monday, April 12, 2021

Jateng Daerah Pertama Gelar Seleksi Calon Paskibraka

 


JATENG7.KUDUS - Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah pertama yang menggelar seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2021 di Tanah Air. Bahkan, kegitan itu terpilih menjadi laboratorium dan program percontohan proses seleksi calon anggota paskibraka.

"Kita kemarin sudah putuskan dengan dinporapar untuk memulai seleksi paskibraka. Seleksinya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi seleksinya ingin lengkap maka kemarin kita kerja sama dengan BPIP agar di samping kesamaptaan, ada ideologi," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada media.

Ganjar menjelaskan, kerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk memberikan materi penguatan ideologi Pancasila dalam proses seleksi anggota Paskibraka. Bentuk kerja sama ini sekaligus bisa menjadi percontohan proses seleksi Paskibraka tingkat provinsi di Indonesia.

"Ini yang kita lakukan bersama BPIP. Saya ucapkan terima kasih kepada BPIP. mudah-mudahan model kerja sama yang pertama ini bisa berlanjut," jelasnya.

Selain menggandeng BPIP, proses seleksi Paskibraka tingkat provinsi tahun ini juga akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19. Hal itu mengingat saat ini masih dalam masa pandemi. Proses seleksi ini juga sebagai bentuk adaptasi dengan kebiasaan baru pada masa pandemi.

"Untuk teknis, semua kita libatkan karena prokesnya ketat sekali. Jadi seleksi tetap kita laksanakan sambil membiasakan agar selalu ada adaptasi kebiasaan baru di antara kawan-kawan yang mengikuti proses event ini kan memang juga tidak banyak. Maka kendali kita minta dilakukan oleh panitia seleksi dengan baik," pungkasnya. (tim jateng7/Al-Bustomi)

Saturday, April 10, 2021

Pemerintah Pusat Akan Segera Buka Penerimaan CPNS dan PKK Dalam Waktu Dekat

 

JATENG7.SEMARANG - Pemerintah pusat dalam waktu dekat ini akan membuka penerimaan CPNS dan PPPK. Sebanyak 4.068 orang diusulkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sebagai formasi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021.

Menurut Litani Satyawati Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan, dan Pendidikan (BKPP) Kota Semarang, belum lama ini pihaknya sudah mendapatkan informasi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen CPNS dan PPPK.

“Sudah kami informasikan, namun kita masih menunggu petunjuk resmi mengenai kepastian waktu pelaksanaan,” ujar Litani.

Pemkot Semarang saat ini telah mendata kebutuhan formasi pegawai yang dibutuhkan kepada pemerintah pusat. Rinciannya, sebanyak 2.570 merupakan formasi PPPK khusus untuk guru, dan 1.498 merupakan formasi CPNS. Sehingga total dari formasi yang telah didata adalah sebanyak 4.068.

Kemudian untuk lebih detailnya, sebanyak 2.570 formasi PPPK itu terdiri atas 2.269 formasi guru kelas dan guru mapel, serta 301 formasi guru agama. Sedangkan 1.498 formasi CPNS terdiri dari 665 tenaga kesehatan dan 833 tenaga fungsional lain di setiap organisasi pemerintah daerah (OPD) Kota Semarang.

”Regulasi dari pemerintah pusat, formasi guru melalui PPPK. Saat ini sudah kita himpun sesuai kebutuhan OPD,” tambah Litani seperti dilansir dari jawapos.com (8/4).

Setiap OPD sebelumnya memberikan usulan ke BKPP, usulan yang diajukan ini diambil berdasarkan pada jumlah tenaga ASN yang pensiun. Selain itu, OPD ini yang mengetahui berapa kebutuhan karyawan baru yang akan dibutuhkan.

“Di lingkungan pemkot, ASN yang pensiun cukup banyak, setiap bulan ada 60 – 70 ASN, termasuk guru, tenaga kesehatan, maupun ASN di semua OPD. Angka ini belum ditambah yang mutasi, serta meninggal dunia,” tandas Litani.

Litani juga mengungkapkan bahwa ia belum bisa memastikan berapa jumlah dan kuota yang disetujui pemerintah. Meski telah mengusulkan jumlah dan formasi kepada pemerintah pusat, hal ini belum tentu disetujui seluruhnya.

“Harapannya tentu sesuai usulan, kita juga segera mengumumkan begitu sudah ada kabar dari Pemerintah Pusat. Selain itu, pelaksanaannya transparan dan gratis,”ujar Litani mengakhiri.(tim jateng7.co Kudus/Al-Bustami)

Daerah Grobogan

Peristiwa Tambang

Teknologi