Thursday, May 21, 2020

Cipta Kondisi Lebaran, Polsek Kayen Bubarkan Pesta Miras Warga Jatiroro

FOTO/JT7. Cipta Kondisi di bulan suci ramadhan, Polsek kayen bubarkan pesta miras kelompok pemuda warga desa Jatiroto Kamis, 21/5/2020

JATENG7.KAYEN - Jelang lebaran Kapolsek Kayen dan anggota melakukan patroli ke wilayah desa yang di sebut Operasi Cipta Kondisi. Tujuanya adalah untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman tanpa kekerasan dan tindak pidana. Dalam operasi malam yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kayen membubarkan  sekelompok pemuda yang sedang pesta miras di pinggir jalan desa Jatiroto   Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Kamis, 21/5/2020 malam hari.

Saat dimintai keterangan, Kapolsek Kayen AKP Sayadi, SH membenarkan hal  tersebut sembari mengatakan  “Operasi cipta kondisi di wilayah Kayen malam itu kami menemukan sekelompok pemuda yang sedang mengkonsumsi minuman keras. Sudah kami amankan mereka dan kami suruh buat surat pernyataan agar tidak mabuk mabukan lagi,” ujarnya.

“Selanjutnya mereka  pulang kerumah masing masing, hal ini guna upaya kami menciptakan kondisi wilayah Kayen jelang lebaran menjadi aman dan nyaman tanpa kekerasan dan tindak pidana yang lain. Minuman keras tersebut menjadi sumber dari kejahatan bahkan sebagai pemicu tawuran antar kelompok,” imbuhnya.

"Operasi cipta kondisi sendiri di gelar Polsek Kayen setiap malam guna menjaga situasi kamtibmas yang aman dan damai jelang lebaran tahun ini,"kata Sayadi saat di mintai keterangan di ruang kerjanya.

Seperti pada Kamis (21/05/2020) sebanyak 10 personil melaksanakan Patroli dengan sasaran Miras dan berhasil membubarkan pemuda yang sedang pesta Miras di dukuh Pucang Lor Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Kegiatan cipta kondisi semacam ini tentulah sangat berguna demi ketentraman suatu wilayah. Guna antisipasi hal tersebut Personil Polsek Kayen tiap malam mensiagakan personil nya sebanyak 10 personil guna antisipasi hal- hal yang sekiranya dapat memicu kerawanan, dari pesta Miras, tongtek yang tidak beraturan, tawuran dan sebagainya,” lanjutnya.

Jelang lebaran sangat rentan dengan kerawanan seperti di wilayah kayen. Untuk itu sangat tepat apabila Kapolsek Kayen mengambil langkah langkah antisipasi, semata semata demi keamanan dan ketertiban wilayah kayen.

Tak hanya di tangan polisi saja, tanggung Jawab keamanan menjadi kepedulian kita bersama dan saling bahu membahu menjaga wilayah kayen yang aman tanpa kekerasan, tawuran, dan minuman keras.

Kapolsek Kayen juga menghimbau Masyarakat agar menjauhi miras karena banyak sekali dampak yang muncul dari minuman keras tersebut dan ujung ujung akan merugikan diri sendiri bahkan orang lain.

“Mari kita warnai lebaran ini dengan aman damai dan kita jaga kerukunan menjelang lebaran.Tanpa Miras, tanpa tawuran, tanpa petasan,” pungkas Kapolsek saat memberikan himbauan kepada sekelompok pemuda saat pesta miras. (tim jateng/Peci mz).


Pembunuhan Gadis Yatim Piatu di Jepara Terungkap, Korban Dibunuh Usai Shalat Dzuhur

foto/JT7.  Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto saat konferensi pers pembunuhan Sintya Wulandari (21), gadis yatim piatu di Mapolres Jepara, Rabu (20/5/2020).


JATENG7.JEPARA - Misteri tewasnya Sintya Wulandari (21), gadis yatim piatu asal Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah akhirnya terungkap. Faktanya, Sintya ternyata tewas dibunuh oleh pria asal Ciamis, berinisial IP (26). Tim Satreskrim Polres Jepara akhirnya berhasil meringkus pelaku tunggal pembunuh Sintya dalam pelariannya di Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (18/5/2020).  

Dalam Konferensi Pers, Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, “IP (26) sudah ditetapkan sebagai tersangka tunggal yang telah menghabisi nyawa Sintya.  Dari hasil keterangan yang dihimpun kepolisian, pelaku dan korban sudah saling mengenal karena pernah mengontrak rumah di dekat rumah korban.

Motif pelaku menghabisi gadis yatim piatu tersebut adalah karena ingin menguasai motor matik milik korban. Saat itu, korban baru saja pulang bekerja dari tempat usaha laundry di wilayah Kecamatan Kedung,  Beberapa saat kemudian, korban yang telah melaksanakan shalat Dzuhur memergoki pelaku hendak mencuri motor matik miliknya. ”kata Nugroho,  Rabu (20/5/2020). saat dimintai keterangan via tlp.

Seketika itu, pelaku yang panik lantas menghabisi nyawa korban yang masih mengenakan bagian bawah mukena. "Pelaku memukul dan menendang korban.  Setelah korban tersungkur, pelaku mencekiknya hingga meninggal dunia. Saat itu pelaku kabur membawa motor korban dan juga handphone korban. Pelaku selanjutnya kabur mengendarai motor korban hingga akhirnya dibekuk tim Satreskrim Polres Jepara di wilayah Cengkareng, Jakarta barat, Senin (18/5/2020). "Pelaku ditangkap hendak menjual motor hasil curiannya," ujarnya.

Dia menambahkan, polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku karena berupaya melawan hingga melarikan diri ketika hendak ditangkap. "Pelaku dan korban sudah saling mengenal karena pernah mengontrak rumah selama setahun di dekat rumah korban," tuturnya.

Pelaku yang bekerja sebagai kuli panggul di Jepara ini juga mempunyai saudara yang tak jauh dari rumah korban. Semalam sebelum kejadian, pelaku berkunjung ke rumah korban dan ngobrol dengan kakak korban. Dari sini kami mulai kembangkan penyelidikan," ungkap Nugroho.

Di hadapan polisi, pelaku asal Ciamis ini nekat mencuri sepeda motor karena membutuhkan uang untuk pulang menemui istrinya di Lampung. "Pelaku bingung tak punya uang untuk balik ke lampung sehingga muncul niatan mencuri sepeda motor korban," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban ditemukan oleh kakaknya sudah tak bernapas tergeletak di lantai kamarnya pada Rabu (13/5/2020) sore. Kondisi korban saat itu dipenuhi luka dan masih mengenakan mukena bagian bawah. Sepeda motor Honda Vario bernopol K 6797 AQC serta ponsel milik korban raib.

Selama ini korban diketahui tinggal serumah dengan kedua kakaknya, Sri Indayati (32) dan Agus Ahmad (25). Sementara bapak dan ibu korban sudah lama meninggal dunia. Menurut keterangan beberapa saksi, sebelumnya korban pulang dari toko online tempatnya bekerja pada siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Djohan Andika, mengatakan, untuk mengetahui penyebab kematian, jasad korban kemudian diautopsi di RSUD RA Kartini, Jepara dengan menggandeng Biddokkes Polda Jateng.  Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD RA Kartini, ditemukan luka memar di kepala bagian belakang, luka memar di bagian leher serta di dada.  (tim jateng7/S.dim@n)
 
 



  

9 Desa di Kudus Cairkan Dana BLT Dari Dana Desa



Plt Bupati Kudus, HM Hartopo menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 600 ribu di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin (18/5/2020).
JATENG7.KUDUS - Sembilan desa di Kabupaten Kudus mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari alokasi Dana Desa (DD), pada hari Senin (18/5/2020). Satu di antaranya Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang melakukan pencairan bantuan kepada masyarakatnya, di Balai Desa Tanjungkarang.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut dan berharap bantuan yang digelontorkan untuk warga miskin terdampak Covid-19 tersebut bisa bermanfaat. Hari ini sembilan desa sudah mencairkan BLT dari Dana Desa ini," ucap Hartopo.

Pihaknya memastikan penerima bantuan adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Misalnya ada warga penerima yang dalam kondisi sakit sehingga tidak bisa bekerja. "Penerima ini ada yang sakit, tidak bekerja sama sekali. Dia saat ini ditopang anaknya, ini layak," kata Hartopo.

Hartopo meyakini, semua yang menerima bantuan tersebut dari golongan yang tidak mampu. "Mereka sudah sangat selektif dalam menentukan siapa saja yang menerima bantuan agar tepat sasaran," lanjutnya.

Rumah para penerima bantuan tersebut juga dipasangi stiker, namun pihaknya meminta agar masyarakat desa ikut mengevaluasi. Masyarakat harapannya bisa turut menilai," jelas Hartopo.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Adi Sadhono Murwanto menambahkan, pencairan BLT Dana Desa akan dilangsungkan secara bertahap. "Mulai hari ini di sembilan desa, besok ada lagi di desa yang lainnya," ucap dia.

Adi menambahkan, sejauh ini memang sudah ada sebanyak 94 desa yang telah mencairkan dana desanya. Mereka, tambahnya, juga telah memasukkan program kegiatan penanggulangan virus corona di tingkat desa, termasuk di dalamnya adalah anggaran BLT.

Dia menjelaskan, alokasi BLT disesuaikan Dana desa yang diterima jika di bawah Rp 800 juta per tahun maksimal 25 persen. Sementara dana desa Rp 800 juta sampai dengan Rp1,2 miliar maksimal 30 persen. Kemudian jika di atas Rp 1,2 miliar maka alokasi maksimalnya 35 persen.  "Sejumlah desa lainnya masih dalam proses pencairan," terangnya. (tim jateng7/Kustaj@d)


 


Bupati Kudus Minta Warga Takbiran di Masjid



foto/JT7. Plt Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan, imbau kepada warga takbiran keliling disarankan untuk tidak dilaksanakan mencegah kerumunan. Rabu 20/5
JATENG7.KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengimbau warga masyarakat untuk tidak melaksanakan takbiran keliling. Plt Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan, takbiran keliling disarankan untuk tidak dilaksanakan mencegah kerumunan.

 "Takbiran keliling tidak perlu dilaksanakan, cukup di masjid saja," ujar dia, Rabu (20/5/2020).

Dia berharap, takbiran cukup dilaksanakan di masjid-masjid dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Takbiran cukup di masjid saja, namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya .

Selain itu, pihaknya juga mengimbau pelaksanaan Salat Idulfitri tidak dilaksanakan. Namun jika ada masjid yang melaksanakan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari menerapkan jarak antar jamaah dan mengenakan masker saat pelaksanaan salat Idulfitri. 

"Salat Idulfitri sesuari arahan tidak dilaksanakan, tetapi kultur Kudus ini tetap ada namun kami imbau memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya. (tim jateng7/Kustaj@d)


Nyaris Makan Bahu Jalan, Pasar Tumpah di Grobogan Abaikan Protokol Kesehatan



foto/JT7. Pasar tumpah Gembel di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, kamis 21/5

JATENG7.GROBOGAN - Pasar tumpah Gempel di jalur utama Grobogan-Blora, Jawa Tengah menuju Jawa Timur semakin ramai jelang Lebaran. Arus lalu lintas yang semakin padat membahayakan pedagang dan pembeli yang tengah bertransaksi, Kamis 21/5/2020/sore.

Dari pantauan tim jateng7.com, kondisi pasar tumpah Gembel di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan dipadati warga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Bahayanya, tidak ada batas antara lapak pedagang yang berada di bahu jalan raya.

Padahal, volume kendaraan besar dari arah Jawa Timur maupun Semarang, juga terlihat ramai melintas. Para pedagang mengaku ada rasa takut jika ada kendaraan yang melaju kencang dan melintas di samping. Namun, dia tetap membuka dagangan di pinggir jalan ini karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Pedagang tempe Khomsatun dan Sulasih mengaku kepada tim jateng7.com saat menyambangi di tempat lapak yang di gelar sudah terbiasa meski selalu waswas jika ada kendaraan melaju kencang. Dia sudah berdagang di pasar tumpah ini kurang lebih 20 tahun, sehingga menjadi terbiasa,ujarnya.

Jelang H-3 Lebaran, belum ada petugas yang memasang rambu-rambu pengaman untuk mengantisipasi bahaya kecelakaan di sekitaran pasar tumpah. Selain bahaya kecelakaan, sejumlah pedagang dan pembeli juga tidak menerapkan protokol kesehatan. Hampir seluruh pembeli terlihat saling senggol dan bersentuhan satu dengan lainnya. (tim jateng7/S.Priy@di).


Hendak Beli Obat, Pria Paruh Baya di Grobogan Tewas di Depan Pintu Apotek



foto/JT7. Evakuasi pria paruh baya yang tewas di depan apotek di Jalan S Parman, Purwodadi, Grobogan,   Rabu (20/5/2020
JATENG7.GROBOGAN - Seorang pria paruh baya meninggal di depan apotek di Jalan S Parman, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (20/5/2020). Antisipasi adanya bahaya Covid-19 pada jasad, petugas mengevakuasi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Dari informasi yang dihimpun tim jateng7.com identitas pria yang tergeletak itu bernama Suprat, warga Desa Tahunan, Kecamatan Gabus, Grobogan. Dia diketahui usai berobat dari RSUD Dr R Soedjati Purwodadi. Dengan menumpang becak, korban hendak menuju ke apotek untuk membeli obat sesuai resep dokter.

Setelah turun dari becak, korban kemudian berjalan menuju apotek. Namun, sesampainya di depan apotek, tiba-tiba dia jatuh tersungkur dan tewas di lokasi. Petugas apotek yang melihat langsung panik dan meminta tolong warga lainnya. Beberapa warga kemudian menghubungi polisi.

Kanit Reskrim Polsek Purwodadi Aiptu Sunarto saat dimintai keterangan mengatakan,  “ korban masih dalam pemeriksaan RSUD Dr R Soedjati Purwodadi untuk memastikan penyebab kematiannya. Namun, untuk mengantisipasi adanya paparan Covid-19, petugas dinas kesehatan dan polisi menggunakan APD lengkap.

"Kami menghubungi gugus tugas Covid-19 untuk dievakuasi. Kami juga menggunakan APD lengkap untuk mengantisipasi," ucapnya.

Dari hasil olah kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, dugaan sementara korban meninggal akibat serangan jantung.

Jenazah masih berada di RSUD Dr Soedjati Purwodadi sambil menunggu kedatangan keluarga. Saksi dari pihak apotek melihat dia jatuh tersungkur terus tidak sadarkan diri," ujarnya. (tim jateng7/S.Priy@di).


Wednesday, May 20, 2020

Terdampak Covid-19, Warga Miskin Mendapat bantuan BLT APBD Kabupaten Pati



foto/JT7. Secara simbolis Bupati Hariyanto menyerahkan program  BLT dari APBD Kabupaten Pati kepada perwakilan penerima manfaat di Desa Blaru Rabu 20/5/2020.
JATENG7.PATI - Launching/Peluncuran Bantuan Langsung Tunai dari pemerintah daerah dilaksanakan Bupati di Balai Desa Blaru Kecamatan Pati, pada Rabu  (20/5).  Hadir pula dalam kegiatan itu, Dandim 0718/Pati, Kepala Dinas Sosial, Kepala Satpol PP, Kapolsek Pati, Danramil Pati, perwakilan Bank Jateng dan Kepala Desa beserta penerima manfaat.

"Jadi memang masyarakat yang terdampak Covid-19 di luar penerima program PKH, BNPT, dan BST dari pemerintah pusat akan menerima program bantuan BLT dari pemerintah daerah atau BLT dari dana desa", jelasnya.

Bantuan BLT alokasi Dana Desa dan BLT APBD ini, menurut Bupati, diperuntukkan kepada orang tidak mampu yang terdampak langsung Covid-19, orang miskin yang tidak dapat bantuan BPNT, PKH dan BST, serta orang yang sakit parah menahun dan juga orang Lansia.

Dalam kesempatan itu, Haryanto berpesan bagi warga yang telah mendapat program bantuan BLT dari pemerintah daerah nantinya juga tidak iri ketika ada warga lain yang menerima pembagian BLT dari pemerintah desa. "Sebab BLT dari dana desa diperuntukan bagi warga terdampak covid di luar penerima program PKH, BNPT, dan BLT pemerintah daerah. Tujuannya tentu saja adalah agar tidak tumpang tindih dan bisa lebih merata serta tepat sasaran", imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati menuturkan bahwa belum semua bantuan bisa dibagikan sebelum lebaran. "Untuk selebihnya nanti akan kita berikan bisa jadi setelah lebaran tetapi bisa dipastikan bagi yang tercatat pasti akan mendapat program bantuan ini", imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Soebawi melaporkan, “bahwa untuk jaring pengaman sosial penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, penerima bantuan BLT dari pemerintah daerah tahap I bulan April terdiri atas 611 kepala keluarga yang berada di Kabupaten Pati serta 54 kepala keluarga be-KTP Pati yang tidak mudik, yang masih ada di perantauan.

"Bantuan langsung tunai dari kabupaten sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan sedangkan untuk keluarga yang merantau, dari Pemkab memberikan bantuan Rp 200 ribu per bulan selama 3 bulan,”jelasnya.

Secara simbolis Bupati kemudian menyerahkan program  BLT dari APBD Kabupaten Pati kepada perwakilan penerima manfaat di Desa Blaru.  (tim jateng7/S.dim@n)

Related Post

.