Jateng7

Kodim Pati

Polres Jepara

Ad Placement

Pemkab Pati

Video

Tuesday, September 29, 2020

Seorang Kakek Warga Sumbersari Kayen Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah

Pemeriksan tim medis terhadap seorang kakek yang tewas gantung diri dukuh Sering Sumbersari Kayen Senin 29/9
JATENG7.KAYEN, - Jamin (63), seorang kakek warga Dukuh Sering, Desa Sumbersari RT. 5/RW. 4 Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi tergntung dirumahnya. Diduga kakek ini sengaja bunuh diri.  Senin 29 September 2020.pukul 08.00 WIB. Belum diketahui secara pasti bunuh diri itu, hanya sebelumnya korban mempunyai riwayat penyakit paru-paru menahun.  

Kronologi, semula Mukayi Romadhon (39) anak kandung korban masuk ke dalam rumah korban seketika itu kaget melihat ayahnya   sudah dalam kondisi tergantung dengan tali tampar di leher terkait pada balok/kaso rumah setinggi sekitar 250 Cm.

Anak korban berteriak minta tolong kepada warga dan tak berlangsung lama warga yang mendengar teriakan anak korban langsung berdatangan ke rumah korban. Benar saja warga juga melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di kayu usuk rumah yang terbuat dari kayu jati.

Melihat kejadian itu warga yang mengetahui kejadian tersebut membantu menurunkan korban dari tali gantungan. Dan selanjutnya salah seorang warga setempat melaporkan ke Mapolsek Kayen.

Mendapat laporan warga, Ka.SPKT bersama dengan Kanit Reskrim, Kanit Sabhara serta bhabinsa Desa Sumbersari tim medis  dari Puskesmas Kayen untuk mendatangi TKP. Selanjutnya Humas Polsek Kayen melakukan Olah TKP penemuan orang meninggal gantung diri di Dukuh Sering Desa Sumbersari Kayen Pati tersebut.
Polsis melakukan olah TKP di rumah tempat gantung diri seorang kakek di Dukuh Sering Sumbersari  Kayen
Hasil pemeriksaan dari tim medis dr. WAHYU Puskesmas Kayen  menjelaskan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan/bekas penganiayaan, hanya terdapat  luka jeratan bekas tali pada leher dan kurang lebih 6 jam meninggal. Sehingga disimpulkan korban meninggal dunia disebabkan karena gantung diri.

Menurut keterangan pihak keluarga korban bahwa sebelumnya korban mempunyai riwayat penyakit paru-paru yang sudah menahun dan berobat rutin ke Puskesmas Kayen setiap dua minggu. (tim jateng7/Hadi.S).



Sunday, September 27, 2020

Kena Sanksi Tertulis, Sejumlah Pengendara Sepeda Motor dan Mobil Terjaring Operasi Masker di Kayen



JATENG7.KAYEN -  Jajaran Forkopimcam Kecamatan Kayen dengan didukung personil Polsek, Koramil dan Trantip Satpol PP gencar melakukan operasi masker di wilayah kerja Polsek Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.Senin (28/9/2020).

Operasi bersama yang dilakukan ini sebagai bentuk memberikan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 66 tahun 2020 yang merupakan perubahan dari Perbup nomor 49 tahun 2020 tentang Pedoman Menuju Tatanan Normal Baru pada Masa Pandemi Covid-19, dan edaran gerakan 14 hari menggunakan masker, merupakan dukungan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19

Operasi masker dilakukan   untuk memastikan kepatuhan warga masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Kayen dan sekitarnya dalam melaksanakan kebijakan yang baru diterbitkan tersebut yaitu diberlakukannya aturan Gerakan Pakai Masker dan penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan.

Lokasi yang menjadi operasi masker  Forkopimcam Kayen beserta tim pendukung   di sepanjang jalan wilayah Kecamatan   di depan Polsek kayen.

Kapolsek Kayen Sayadi SH mengatakan, pelaksanaan operasi masker ini bertujuan menyosialisasikan Perbup nomor 66 yang antara lain mengatur pembatasan jam malam dan penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan. Surat Edaran nomor 440/2135 Tahun 2020 tentang Gerakan Memakai Masker di Kabupaten Pati

“Kita utamakan sanksi sosial, diharapkan sanksi administrasi atau denda menjadi pilihan terakhir bagi warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan seperti tidak pakai masker berulang kali. Pada operasi ini ditemukan sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil yang belum mematuhi imbauan.   Masih ada pengendara yang tidak memakai masker,” ujarnya.

“Atas hal tersebut, sejumlah pengendara yang kedapatan tidak memakai masker harus menerima sanksi tertulis,” ungkap Kapolsek

Pihaknya menghimbau dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk tertib dalam mendukung protokol kesehatan dengan pakai masker, menjaga jarak dalam komunikasi serta selalu mencuci tangan dengan sabun. Pihaknya juga minta baik pengendara sepeda motor atau mobil, tempat keramaian  pasar, toko dan warung selalu bermasker dan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun.  (tim jateng7/Mad.Peci) 




Friday, September 25, 2020

Giat Bhaksos, Personil Polsek Kayen Bagikan Nasi Kotak Kepada Warga

Bhaksos Polsek Kayen membagikan nasi kotak kepada warga Kecamatan Kayen yang sedang bekerja di bengkel Desa Rogomulyo
JATENG7.PATI – Kegiatan Bakti sosial (Bhaksos) Personil Polsek Kayen dan Babinsa Koramil Kayen yang di pimpin langsung oleh Waka Polsek Kayen Iptu Suwanto membagikan nasi kotak kepada warga Kecamatan Kayen yang sedang bekerja di bengkel, di sawah maupun di jalan, Jum'at (25/09/2020) pagi, pukul 09.00 wib. 

Bhakti sosial (Bhaksos) kali ini, membagikan nasi kotak sebanyak 100 dos dari Polres Pati untuk warga masyarakat yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Kayen. 

Adapun sasaran bhaksos meliputi warga yang berada di persawahan Desa Boloagung, Kecamatan Kayen, Pertigaan pasar Kayen, para pekerja bengkel di Desa Rogomulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Waka Polsek Kayen Iptu Suwanto menyampaikan, bahwa kegiatan bhakti sosial ini di lakukan semata mata  hanya demi kemanusiaan dan kepedulian kepada sesama. "Kegiatan Bhaksos semacam ini dilaksanakan semata mata hanya untuk kemanusiaan dan kepedulian kepada sesama, tanpa tendensi lain maupun kepentingan lain." Ungkap Iptu Suwanto. 
 Bhaksos Polsek Kayen bagikan nasi motak di  pertigaan pasar Kayen,
"Semoga dengan adanya kegiatan bhaksos pembagian nasi kotak dari Personil Polsek Kayen dan Babinsa Koramil Kayen kali ini, dapat sedikit meringankan beban masyarakat di masa pandemi Covid-19,”punkasnya. (tim jateng7/H@di.S)


Thursday, September 24, 2020

Dapur Umum TNI Polri Polres Jepara Bagikan Paket Beras dan Nasi Kotak Kepada Warga Kurang mampu



JATENG7/JEPARA - Bertempat di Lapangan Endra Dharmalaksana, Polres Jepara laksanakan Bhakti Sosial berupa pembagian paket beras dan nasi kotak kepada warga masyarakat terdampak Covid-19.  Kamis  (24 /9/ 2020). pukul 09.00 sampai pukul 14.40 wib

Hadir dalam kegiatan tersebut : Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, S.H., S.I.K., M.H, Wakapolres Jepara Kompol I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K, Pejabat Utama Polres Jepara, Personil Kodim/0719 Jepara, PKL dan sewa permainan di sekitar kawasan Alun-alun II Jepara yang berjumlah 50 orang.

Dalam sambutannya Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, S.H.,S.I.K.,M.H mengucapkan selamat datang di Mako Polres Jepara dalam rangka silaturahmi. Dengan adanya wabah Corona ini dari Polres Jepara memberi tali asih sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi yang menerima.

“Vaksin Corona yang paling utama adalah kedisiplinan, yakni cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak dalam berinteraksi. Semoga wabah Corona di kabupaten Jepara cepat berakhir dan dapat kembali seperti biasanya”, ucapnya Kapolres berharap.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian Baksos, kepada warga terdampak Covid-19 dari karyawan SPBU di wilayah kecamatan dan Kota Jepara sejumlah 50 orang berupa paket beras 5 kg dan nasi kotak.

Begitu juga dengan masyarakat yang kurang mampu dan terdampak Covid-19 di Sentra Ukir Desa Mulyoharjo sebanyak 150 orang berupa nasi kotak. Selama kegiatan berlangsung berjalan dengan aman dan lancar. (tim jateng7/Gi@rto).



Tuesday, September 22, 2020

Sukseskan Kerja Bidang Pertanian, Pemkab Pati Jalin Kerjasama Dengan Korea Selatan

Workshop online dengan tema "Sukses Kerja Bidang Pertanian di Korea Selatan dengan Visa E-8  di Pendopo Kab.Pati Selasa 22/9
JATENG7.PATI - Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (22/9/2020) berlangsung  di adakan workshop online dengan tema "Sukses Kerja Bidang Pertanian di Korea Selatan dengan Visa E-8 pada Masa Pandemi Covid-19. Dalam kegiatan workshop ini  Bupati Pati Haryanto didaulat menjadi narasumber dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda Pati, Asisten Ekonomi Pembangunan serta  Kepala OPD terkait.


Dalam paparanya Bupati mengatakan, adanya peluang dan potensi kerjasama Kabupaten Pati dan pemerintah Korea Selatan dalam bidang pertanian. Apalagi adanya pandemi Covid-19 membawa dampak yang masif di bidang perekonomian juga mengakibatkan krisis multidimensi.

Bupati mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pati telah melakukan beberapa upaya dalam penyelamatan perekonomian rakyat. Diantaranya melalui refocusing anggaran yang dipergunakan untuk memberi perlindungan bagi masyarakat terdampak pandemi khususnya UMKM usaha kecil menengah dan mikro.

"Untuk membantu sektor UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19, Pemkab Pati menggandeng sektor UMKM untuk memproduksi masker dan suplemen serta multivitamin yang dibagikan kepada masyarakat dan tenaga medis," ujar Bupati.

Fokus Pemkab dalam membantu sektor UMKM, dijelaskan Bupati bertujuan sebagai stimulus agar roda perekonomian yang sempat tersendat dan berputar kembali. Ia pun mengapresiasi program adanya program kemitraan tenaga kerja bidang pertanian ke Korea Selatan yang diinisiasi oleh Kopitu.

"Saya menyambut dengan tangan terbuka dan mengapresiasi program seperti ini, yang merupakan sebuah solusi di tengah kondisi pandemi yang mengakibatkan banyaknya pekerja yang dirumahkan," ujar Bupati.

Menurut Bupati,  sulitnya mencari peluang kerja di era pandemi, juga menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk mencari pekerjaan.

Bupati menjelaskan sumber daya manusia di Kabupaten Pati memiliki banyak potensi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Apalagi di Kabupaten Pati memang memiliki SMK yang mencetak lulusan siap kerja dan berketrampilan di bidang pertanian dan peternakan, sehingga sangat berpotensi sesuai dengan program yang ditawarkan. Program ini juga terbuka bagi yang belum punya ketrampilan khusus.

Bupati pun mengimbau generasi muda di Kabupaten Pati khususnya lulusan SMK atau SMA atau universitas yang berminat untuk dapat mengikuti program magang ini. "Ini merupakan peluang emas dalam mencari pengalaman dan mengembangkan potensi yang dimiliki," imbuhnya.

Tak lupa Haryanto berpesan agar dalam setiap tahapan pelaksanaan program magang tetap harus mengedepankan protokol kesehatan demi keselamatan bersama.

Pada workshop online ini, dijelaskan bahwa program yang ditawarkan yaitu program kerja magang dengan visa E-8 yang memiliki beberapa keunggulan diantaranya, program ini fokus pada sektor pertanian yang memungkinkan pekerja belum memiliki ketrampilan atau kemampuan khusus untuk bergabung.

Program ini juga memberikan jaminan dan kepastian yang tinggi kepada peserta karena visa E-8 dikeluarkan berdasarkan nota kesepahaman antara pemerintah tingkat kabupaten atau kota di Indonesia dengan pemerintah tingkat kabupaten atau kota di Korea Selatan yang secara umum mengatur mengenai mekanisme intervensi pemerintah dalam pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yaitu melalui penyertaan modal negara penempatan dana investasi pemerintah dan penjaminan. (tim jateng7/dim@n).

Pengkab E-Sport Pati Resmi Dibentuk, Komunitas PUBG, Mobile Legends dan Free Fire Telah Bergabung

Penunjukan ketua umum Pengkab E-Sport Pati dalam forum Musykab di Aula Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati
JATENG7.PATI - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati memfasilitasi pembentukan Pengurus Kabupaten (Pengkab) E-Sport Pati. Penunjukan ketua umum dilakukan dalam forum Musyawarah Kabupaten (Musykab) di Aula Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati, Selasa (22/9/2020).

Kabid Keolahragaan pada Dinporapar Pati Kardi Arifin mengatakan, pihaknya akan membantu sepenuhnya proses legalisasi pembentukan pengurus. Ia mengungkapkan, ketua umum pengurus yang telah terpilih secara aklamasi ialah RM Ahmada Mangkunegara.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Juwana tersebut diharapkannya mampu mendorong E-Sport di Pati tumbuh dan meraih prestasi. "Setelah (ketua umum) terpilih, langsung kami arahkan untuk pembentukan pengurus. Nanti kami bantu melengkapi berkas-berkas legalitas di pengprov dan juga KONI," ucap Kardi.

Kardi berharap, setelah terbentuknya Pengkab E-Sport Pati, atlet-atlet E-Sport lokal bisa ikut turun di kompetisi-kompetisi yang ada, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. "Termasuk untuk Porprov 2022 nanti kami harap E-Sport bisa ikut dilombakan, dan Pati bisa ikut berpartisipasi," jelas Kardi.

Sementara, Ketua Umum terpilih Pengkab E-Sport Pati RM Ahmada Mangkunegara mengatakan, dalam waktu sepekan ini pihaknya akan mengumpulkan komunitas-komunitas E-Sport yang ada di Pati.

"Susunan formatur akan kami lengkapi untuk legalitas. Mudah-mudahan kami bisa menyatukan kelompok-kelompok yang ada dalam satu bendera. Ada beberapa cabang E-Sport yang belum kumpul. Dalam sepekan ini akan kami kumpulkan. Akan kami bahas program dan kegiatan E-Sport Pati," papar dia.

Sejauh ini, sudah ada tiga komunitas E-Sport yang bergabung, yakni PUBG, Free Fire, dan Mobile Legends. Rencananya, lanjut Ahmada, November mendatang ada ajang tingkat provinsi. Pihaknya akan melakukan persiapan. Ia menargetkan bisa berpartisipasi dan berprestasi.(tim jateng7/dim@n).

Tak Pakai Masker, 7 Orang Terjaring Razia Protokol Kesehatan di Pati



JATENG7.PATI - Sebanyak tujuh orang terjaring razia operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di Jalan Panglima Sudirman Pati, Senin (21/9/2020). Mereka kedapatan tidak mengenakan masker.

Mereka belum dikenai sanksi denda, melainkan hanya sanksi teguran tertulis agar ke depan mematuhi ketentuan pencegahan Covid-19.

Bupati Pati Haryanto yang terjun langsung dalam razia ini mengatakan, mereka bertujuh belum dikenai sanksi denda karena baru kali pertama kedapatan melakukan pelanggaran. “Kami menggunakan sanksi dalam bentuk surat peringatan karena baru kali pertama.

Kalau sudah melanggar dua kali baru diberi sanksi administrasi,” ucap dia ketika diwawancarai di tengah jalannya operasi yustisi yang juga dihadiri oleh Kapolres dan Dandim.

Haryanto berharap, semua tempat dapat menerapkan protokol kesehatan tanpa terkecuali. Bukan hanya di tempat-tempat pusat keramaian, melainkan juga rumah makan dan kafe. “Bersama-sama mari kita tegakkan protokol kesehatan agar Pati tetap tertib, aman, dan kondusif,” tandas dia.(tim jateng7/Dim@n).  
 

Ad Placement

Pemkab Pati

Laka Kudus

Teknologi